Kamis
24 September 2026 | 6 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Untari Apresiasi Inkoppas yang Inisiasi Digitalisasi Pasar Tradisional

pdip-jatim-210813-untari-webinar-inkoppas-1

SURABAYA – Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Sri Untari Bisowarno mengapresiasi langkah Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) yang menginisiasi penggunaan aplikasi untuk melakukan digitalisasi pasar.

Aplikasi ini, kelak akan digunakan oleh seluruh pedagang pasar di Indonesia. “Sehingga nanti kedepan, pasar-pasar tradisional bisa lebih cepat dalam mengakses teknologi,” ujar Sri Untari.

Apresiasi ini dia sampaikan saat menghadiri webinar yang digelar Inkoppas dengan tema “Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional dan Pencanangan Program Digitalisasi Pasar”, Kamis (12/8/2021).

Digitalisasi koperasi pasar, lanjut Untari, menjadi instrumen utama dalam meningkatkan pelayanan, transparansi, dan akuntabilitas dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan koperasi menjadi kunci utama dalam mempengaruhi kemajuan koperasi,” jelasnya.

Dia memahami, kendala utama dalam proses digitalisasi koperasi pasar di Indonesia adalah SDM yang belum terbiasa untuk mengoperasikan teknologi informasi yang sudah berkembang pesat saat sekarang.

“SDM harus memahami ekosistem pasar dan teknologi. Kalau tidak begitu pasti akan mengalami kesusahan,” ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini.

Terlebih, generasi masa kini sangat erat berhubungan dengan gadget. Oleh sebab itu, Untari memandang koperasi tidak dapat lagi hanya mengandalkan cara-cara konvensional.

“Ketika Inkoppas membangun digitalisasi sangat hebat, hingga sudah menyentuh segmen penting, yaitu pasar,” tandas Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut.

Dia berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kapasitas SDM koperasi di Indonesia melalui rangkaian kegiatan berupa pendampingan dan pelatihan.

Beberapa aspek berkaitan dengan revitalisasi koperasi pasar (kopas), digitalisasi pasar, distribusi pangan, regulator dan supervisi kopas, juga penataan organisasi serta manajemen harus mulai dibenahi koperasi untuk bisa menyesuaikan diri dengan arus perkembangan era modern.

“Saran saya kepada mereka, jangan patah semangat terus digerakkan. Kemudian bagaimana menyusun digitalisasi pasar tradisional ini bermanfaat untuk kepentingan seluruh pedagang pasar se-Indonesia di bawah naungan Inkoppas,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Turun Langsung ke Rubaru, Ketua TP PKK Sumenep Tekankan Pencegahan Stunting

SUMENEP – Upaya percepatan penurunan angka tengkes (stunting) di Kabupaten Sumenep terus digencarkan melalui ...
KRONIK

Pimpin Rakor Stunting, Bupati Lukman: Data Harus Selaras dengan Kondisi Faktual Lapangan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan bahwa keberhasilan penanganan stunting membutuhkan data yang ...
KRONIK

Pasar Banyuwangi mulai Diserahterimakan, Bupati Ipuk Turun Tangan Dengar Keluhan Pedagang

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengecek penyerahterimaan lapak untuk pedagang di Pasar ...
BERITA TERKINI

Sri Untari Dorong Lintas Sektor Cegah Kenakalan Remaja, Guru BK Disiapkan Wadah Aman

MALANG — Pencegahan kenakalan remaja dinilai tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Anggota Komisi E DPRD Jawa ...
BERITA TERKINI

557.868 Ton Pupuk Bersubsidi Belum Tersalur, Renny Dorong Pengawasan dengan Lima Ukuran

SURABAYA — Sebanyak 557.868,9 ton atau 26,36 persen pupuk bersubsidi dari total alokasi 2.115.951 ton di Jawa Timur ...
LEGISLATIF

Eddy Paripurna Desak Bongkar Aktor di Balik Peredaran 1.048 Ton Udang Impor

SURABAYA — Peredaran 1.048 ton udang impor yang diduga tidak sesuai peruntukan di sejumlah wilayah Jawa Timur ...