Rabu
20 Mei 2026 | 5 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati usul Konferensi Asia-Afrika Jilid II Atasi Masalah Geopolitik

pdip jatim 260418 KAA

JAKARTA – Presiden Ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengusulkan diadakan Konferensi Asia-Afrika (KAA) Jilid II guna mengatasi goncangan geopolitik global yang saat ini terjadi.

Hal itu dia sampaikan saat berpidato pada acara bertajuk “71 Tahun Peringatan KAA: Relevansi Gerakan Asia-Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini” di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Menurut Megawati, dunia kini memerlukan pemikiran alternatif tentang bagaimana perdamaian bisa diwujudkan sehingga semangat Konferensi Asia-Afrika 1955 sangat relevan untuk jadi jawaban atas tantangan kesetaraan antarbangsa.

“Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika Jilid II sangat relevan. Di sinilah pemikiran geopolitik Bung Karno menjadi kompas bagi masa depan bangsa dan dunia,” kata Megawati, sebagaimana dikutip dari Antara.

Megawati menyatakan bahwa ancaman neokolonialisme dan imperialisme masih bekerja dalam sifat dan corak yang berbeda pada era modern ini.

Maka dari itu, menurut Megawati, Konferensi Asia Afrika Jilid II menjadi sangat relevan untuk menjaga kedaulatan bangsa-bangsa merdeka.

Selain itu, Megawati menyerukan perlunya reformasi total atau re-tooling terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengingat struktur PBB saat ini sudah usang karena lahir dari konstelasi perang dunia II.

Megawati juga menyampaikan kembali gagasan Presiden pertama RI Soekarno yang mendesak untuk menghapus hak istimewa atau hak veto negara-negara tertentu yang dinilai menciptakan ketimpangan global.

“Perlu ada perubahan Piagam PBB dengan memasukkan Pancasila sebagai landasan internasional,” kata Megawati.

Megwati juga mendorong perubahan struktur Dewan Keamanan PBB hingga pemindahan Markas Besar PBB ke negara yang netral.

Menurut dia, markas besar PBB harus berada di lokasi yang tidak menjadi bagian dari persaingan kekuatan besar atau perang dingin.

Menurut Megawati, reformasi itu mendesak mengingat situasi geopolitik dunia yang sedang bergejolak. Contohnya, dinamika politik Venezuela serta serangan terhadap Iran merupakan bukti bahwa sistem internasional saat ini sedang “goncang”.

“Bung Karno menyerukan reformasi atau re-tooling PBB. Kesetaraan antarbangsa menjadi agenda terbesar Bung Karno,” katanya. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pemerintah dan Swasta di Ngawi Wajib Sediakan Kuota Kerja untuk Penyandang Disabilitas

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi dan perusahaan swasta di wilayah setempat kini diwajibkan untuk memberikan ...
HEADLINE

Deni Wicaksono: Seluruh PAC PDI Perjuangan Wajib Miliki Media Sosial

Seluruh PAC PDIP wajib memiliki media sosial untuk memperkuat komunikasi politik menuju Pemilu 2029. PACITAN — ...
KABAR CABANG

Gemulai Penari Sekar Klayar Sambut Pelantikan PAC PDI Perjuangan se-Pacitan

Tari Sekar Klayar tampil memukau dalam pelantikan PAC PDIP se-Kabupaten Pacitan dan menjadi simbol pelestarian ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Tegaskan DPR Dukung Program Pemerintah Selama untuk Kesejahteraan Rakyat

Puan Maharani menegaskan DPR RI mendukung program pemerintah selama bertujuan untuk kesejahteraan rakyat dalam ...
SUARA MUDA

Politik, Seminar Motivasi, dan Kegelisahan Anak-anak Muda Bondowoso tentang Sampah Desa

Anak muda Bondowoso mulai bergerak lewat politik dan edukasi sosial untuk membangkitkan semangat generasi muda ...
LEGISLATIF

Baktiono Nilai Aspirasi PKL Kali Kepiting Masih Bisa Diakomodasi Melalui Penataan

Baktiono menilai aspirasi PKL Kali Kepiting masih bisa diakomodasi Pemkot Surabaya melalui penataan yang tepat. ...