Sabtu
18 April 2026 | 11 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati usul Konferensi Asia-Afrika Jilid II Atasi Masalah Geopolitik

pdip jatim 260418 KAA

JAKARTA – Presiden Ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengusulkan diadakan Konferensi Asia-Afrika (KAA) Jilid II guna mengatasi goncangan geopolitik global yang saat ini terjadi.

Hal itu dia sampaikan saat berpidato pada acara bertajuk “71 Tahun Peringatan KAA: Relevansi Gerakan Asia-Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini” di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Sabtu (18/4/2026).

Menurut Megawati, dunia kini memerlukan pemikiran alternatif tentang bagaimana perdamaian bisa diwujudkan sehingga semangat Konferensi Asia-Afrika 1955 sangat relevan untuk jadi jawaban atas tantangan kesetaraan antarbangsa.

“Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika Jilid II sangat relevan. Di sinilah pemikiran geopolitik Bung Karno menjadi kompas bagi masa depan bangsa dan dunia,” kata Megawati, sebagaimana dikutip dari Antara.

Megawati menyatakan bahwa ancaman neokolonialisme dan imperialisme masih bekerja dalam sifat dan corak yang berbeda pada era modern ini.

Maka dari itu, menurut Megawati, Konferensi Asia Afrika Jilid II menjadi sangat relevan untuk menjaga kedaulatan bangsa-bangsa merdeka.

Selain itu, Megawati menyerukan perlunya reformasi total atau re-tooling terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengingat struktur PBB saat ini sudah usang karena lahir dari konstelasi perang dunia II.

Megawati juga menyampaikan kembali gagasan Presiden pertama RI Soekarno yang mendesak untuk menghapus hak istimewa atau hak veto negara-negara tertentu yang dinilai menciptakan ketimpangan global.

“Perlu ada perubahan Piagam PBB dengan memasukkan Pancasila sebagai landasan internasional,” kata Megawati.

Megwati juga mendorong perubahan struktur Dewan Keamanan PBB hingga pemindahan Markas Besar PBB ke negara yang netral.

Menurut dia, markas besar PBB harus berada di lokasi yang tidak menjadi bagian dari persaingan kekuatan besar atau perang dingin.

Menurut Megawati, reformasi itu mendesak mengingat situasi geopolitik dunia yang sedang bergejolak. Contohnya, dinamika politik Venezuela serta serangan terhadap Iran merupakan bukti bahwa sistem internasional saat ini sedang “goncang”.

“Bung Karno menyerukan reformasi atau re-tooling PBB. Kesetaraan antarbangsa menjadi agenda terbesar Bung Karno,” katanya. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Sampang Bagikan Benih Jagung, Ajak Masyarakat Tanam Pendamping Beras

SAMPANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sampang mengajak masyarakat untuk menanam tanaman ...
KRONIK

Wiwin Sumrambah Imbau Warga Jombang Antisipasi Kemarau Panjang dan Perkuat Cadangan Pangan

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Isnawati Sumrambah, mengimbau masyarakat ...
PEREMPUAN

Novita Hardini Ajak Perempuan Trenggalek Nyalakan Api Perjuangan dan Berkarya

Novita Hardini ajak perempuan Trenggalek menyalakan api perjuangan dan berkarya melalui TGX Women Summit, sekaligus ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Seksual, Soroti Kasus di Kampus

Puan Maharani menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual di kampus dan mendorong evaluasi menyeluruh ...
HEADLINE

Megawati usul Konferensi Asia-Afrika Jilid II Atasi Masalah Geopolitik

JAKARTA – Presiden Ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengusulkan ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Tegaskan Literasi Digital Perempuan Jadi Kebutuhan, Bukan Pilihan

Erma Susanti menegaskan literasi digital bagi perempuan kini menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan ...