Rabu
03 Juni 2026 | 5 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Saat Rombong Es Teh Bantuan Bupati Kediri Datang, Harapan Baru Mbah Mari Ikut Tiba

pdip jatim 260602 mbah mari 2

Mbah Mari, warga Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kediri, tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya setelah menerima bantuan rombong kontainer untuk berjualan es teh dan kopi. Bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi kakek yang selama ini mengasuh cucu berkebutuhan khusus dan menggantungkan hidup dari mencari sayuran liar di hutan.

KEDIRI – Musim kemarau selalu membawa cerita yang berbeda bagi Mbah Mari.

Ketika hujan mulai jarang turun dan tanah kehilangan kelembapannya, jalan setapak menuju hutan yang biasa ia susuri terasa semakin berat. Bukan karena jaraknya yang bertambah jauh, melainkan karena hasil yang bisa dibawa pulang semakin sedikit.

Di usia 61 tahun, lelaki tua yang tinggal di Dusun Ringinbagus, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri itu masih menggantungkan hidup dari mencari sayuran liar di hutan.

Biasanya, dalam sepekan ia bisa dua kali masuk hutan dan pulang membawa sayuran untuk dijual. Namun kemarau mengubah semuanya.

“Kalau musim kemarau seperti sekarang, sayurannya sedikit. Kadang satu minggu cuma bisa sekali ambil, itu pun tidak banyak,” tuturnya.

Padahal kebutuhan hidup tak pernah ikut berkurang.

Di rumah sederhana itu, Mbah Mari bukan hanya memikirkan kebutuhan dirinya sendiri. Ia juga mengasuh cucunya, Muhammad Alza Octaviana, siswa SLB PGRI Puncu yang membutuhkan perhatian khusus setiap hari.

Karena itulah, Selasa siang, 2 Juni 2026, menjadi hari yang sulit ia lupakan.

Saat matahari kemarau bersinar terik di halaman rumahnya, sejumlah petugas dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri datang membawa sesuatu yang membuat wajahnya langsung berubah cerah.

Sebuah rombong kontainer.

Bukan benda mewah. Bukan pula sesuatu yang mahal.

Namun bagi Mbah Mari, rombong itu terasa seperti secarik harapan yang akhirnya menemukan alamatnya.

Rombong tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito yang sebelumnya datang langsung ke rumahnya pada awal Mei lalu.

Kini bantuan yang dijanjikan bupati muda yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri itu benar-benar tiba.

Mbah Mari berdiri memperhatikan rombong yang diturunkan di depan rumahnya. Sesekali ia tersenyum kecil. Sesekali mengangguk pelan.

Di dalam benaknya, mungkin sudah terbayang secangkir kopi hangat dan segelas es teh yang kelak dijual dari tempat sederhana itu.

Rencananya, rombong tersebut akan digunakan untuk berjualan es teh dan kopi di depan rumah.

Usaha kecil yang ia harapkan mampu menjadi penopang ekonomi keluarga tanpa harus terus-menerus mengandalkan hasil hutan.

“Mudah-mudahan usaha saya bisa lancar dan nantinya bisa berkembang,” ucapnya lirih.

Harapan itu terasa masuk akal.

Lingkungan tempat tinggalnya cukup ramai. Banyak warga lalu-lalang setiap hari. Mbah Mari juga berharap putrinya, Niha, yang baru lulus sekolah, bisa ikut membantu menjaga usaha tersebut.

Dengan begitu, ia tetap bisa fokus mendampingi Alza yang setiap hari membutuhkan perhatian keluarga.

Kebahagiaan Mbah Mari hari itu sebenarnya bukan hanya soal rombong.

Sebulan terakhir, hidup keluarganya perlahan berubah.

Atap rumah yang selama bertahun-tahun bocor ketika hujan turun kini telah diperbaiki Pemkab Kediri. Kayu-kayu lapuk diganti. Rangka atap diperkuat menggunakan baja ringan. Dinding rumah yang sebelumnya rendah kini dibuat lebih tinggi sehingga terasa lebih nyaman.

Dulu, setiap kali hujan deras disertai angin datang, air bisa masuk dari berbagai sisi rumah.

“Kalau hujan bocor semua. Kadang seperti tidak di dalam rumah. Bingung saya waktu itu,” kenangnya.

Kini kondisi itu mulai menjadi cerita lama. Rumahnya memang masih sederhana. Namun sudah jauh lebih layak dibanding sebelumnya.

Mbah Mari mengaku belum pernah membayangkan hidupnya berubah dalam waktu sesingkat itu.

Dari seorang pencari sayuran liar yang harus berjibaku dengan kemarau, kini ia mulai menata mimpi baru di depan rumahnya sendiri.

Mimpi yang sederhana.

Menjual es teh.

Menjual kopi.

Menyambut pembeli yang datang.

Lalu perlahan mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk keluarganya.

Bagi sebagian orang, sebuah rombong mungkin hanya benda biasa.

Namun bagi Mbah Mari, rombong itu adalah simbol bahwa harapan tidak selalu datang dengan suara besar.

Kadang ia datang pelan-pelan.

Diantar sebuah mobil pada siang hari.

Lalu berhenti tepat di depan rumah.

Dan sejak saat itu, masa depan terasa sedikit lebih terang daripada kemarin. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Saat Rombong Es Teh Bantuan Bupati Kediri Datang, Harapan Baru Mbah Mari Ikut Tiba

Mbah Mari, warga Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kediri, tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya setelah menerima ...
KRONIK

Antipasi Krisis Pangan, PDI Perjuangan Jatim Instruksikan Kader Tanam Pohon Sukun

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengambil langkah nyata memperkuat kedaulatan pangan dengan ...
KRONIK

KNPI Sumenep Gelar Doa Bersama untuk Bung Karno, Bupati Fauzi: Harus Menjadi Energi Positif

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengapresiasi langkah DPD KNPI Sumenep menggelar penghormatan ...
KABAR CABANG

Gelar Baksos Donor Darah, Erma: Pancasila di Jiwa Seluruh Kader PDI Perjuangan

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung rutin melaksanakan kegiatan bakti sosial donor darah setiap ...
KRONIK

Jemaah Haul Habib Abu Bakar Assegaf Butuh Rumah Singgah, Bisa ke Kantor DPC PDIP Gresik

GRESIK – Menjelang puncak pelaksanaan Haul ke-71 Habib Abu Bakar Assegaf tahun 2026, semangat gotong royong dan ...
KABAR CABANG

Peringatan Harlah Pancasila, DPC Tulungagung Ajak Kader Bumikan Pemikiran Bung Karno

TULUNGAGUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Desa ...