Senin
12 Oktober 2026 | 12 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Darul: Kudatuli Membuka Jalan Lahirnya Kepala Daerah dan Anggota Dewan dari Rakyat Biasa

PDIP-Jatim Darul Hasyim Fath 28072026

SUMENEP – Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996 dinilai menjadi tonggak penting yang membuka ruang demokrasi lebih luas bagi rakyat kecil untuk tampil sebagai pemimpin.

Pesan itu mengemuka dalam Refleksi 30 Tahun Kudatuli yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan, Jalan Lingkar Barat, Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, pada Senin (27/7/2026) malam.

Kegiatan berlangsung khidmat melalui doa bersama dan refleksi sejarah yang diikuti kader Partai serta sejumlah tokoh masyarakat. Peringatan tersebut menjadi momentum mengenang perjuangan demokrasi yang lahir dari peristiwa 27 Juli 1996.

Dalam kesempatan itu, Wakabid Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan Sumenep, Darul Hasyim Fath, menyampaikan orasi mengenai makna Kudatuli bagi perjalanan demokrasi Indonesia.

Menurutnya, Kudatuli tidak boleh dipandang sebagai sekadar konflik internal partai politik. Peristiwa itu merupakan simbol perlawanan terhadap ketidakadilan sekaligus bagian penting dalam perjalanan demokrasi bangsa.

Ia menegaskan, sejarah Kudatuli harus terus diingat, terutama oleh kader PDI Perjuangan, agar nilai perjuangan, solidaritas, dan keberanian mempertahankan demokrasi tidak luntur oleh zaman.

“Kudatuli mengajarkan pentingnya merawat ingatan sejarah. Dari sana kita belajar menjaga barisan, memahami siapa kawan dan siapa lawan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujar Darul.

Darul juga menilai, dampak besar Kudatuli terlihat dari semakin terbukanya kesempatan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk memperoleh ruang dalam politik dan pemerintahan.

“Tanpa peristiwa Kudatuli, tidak akan ada kepala daerah dari kalangan pedagang, tidak akan ada anggota DPRD dari anak pulau, dari anak petani, bahkan dari unsur wartawan. Demokrasi memberi ruang kepada rakyat biasa untuk memimpin,” katanya.

Ketua Komisi I DPRD Sumenep itu menambahkan, perjalanan panjang PDI Perjuangan hingga tetap eksis saat ini tidak terlepas dari kuatnya solidaritas antarkader yang terus dijaga sejak peristiwa tersebut.

Menurutnya, sejarah juga mengajarkan bahwa sebuah partai harus mampu bersikap rendah hati, baik saat meraih kemenangan maupun ketika menghadapi kekalahan. Nilai itu menjadi fondasi dalam menjaga ideologi dan komitmen terhadap demokrasi.

“Tanpa rasa persaudaraan dan kawan, semulia apa pun cita-cita yang ingin diwujudkan pada masa depan akan menjadi sia-sia,” tegas Darul.

Refleksi 30 tahun Kudatuli itu turut dihadiri Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Ketua PCNU Sumenep KH Md Widadi Rahim, Ketua PD Muhammadiyah Sumenep Dr. Zainuddin, Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), serta perwakilan organisasi kepemudaan dan tokoh masyarakat setempat. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Beber Jalur Koreksi Desil Bansos, Warga Kediri Bisa Ajukan Pemutakhiran Data

KEDIRI – Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mengingatkan warga agar memeriksa data kesejahteraan yang ...
KRONIK

RSUD Blambangan Raih Tiga Penghargaan NHR, Bupati Ipuk: Tolok Ukur Berbenah Tingkatkan Layanan

BANYUWANGI – RSUD Blambangan Banyuwangi meraih tiga penghargaan dalam ajang National Hospital Ranking (NHR) yang ...
KRONIK

Bupati Fauzi Upayakan Pemulangan 9 Nelayan Sumenep yang Ditahan di Australia

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengupayakan pemulangan sembilan ...
HEADLINE

HUT ke-81 Jatim, Deni: Pembangunan Berhasil Jika Rakyat Ikut Maju dan Merasakan Manfaatnya

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono menegaskan keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari ...
KRONIK

Ratusan Kendaraan Dinas “Raib”, Andi PDIP Sebut Pemda Berpotensi Tanggung Kewajiban Pajak

BONDOWOSO – Sebanyak 409 kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab0) Bondowoso tidak diketahui ...
LEGISLATIF

Wiwin Minta Pemerintah Hitung Pasokan Bahan Baku Sebelum Bangun Pabrik Pakan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Wiwin Sumrambah mengingatkan pemerintah agar mengkaji kesiapan bahan ...