Sabtu
31 Oktober 2026 | 7 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Surabaya Kembangkan Taman Hutan Kota Jeruk, Warga Desil 1 hingga 3 Diprioritaskan Kelola Usaha

pdip jatim 261031 hutan kota jeruk 1

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan pengembangan Taman Hutan Kota Jeruk di Kecamatan Lakarsantri sebagai destinasi wisata baru sekaligus pusat aktivitas ekonomi warga. Masyarakat sekitar, terutama kelompok Desil 1 hingga 3 serta kalangan anak muda, diprioritaskan untuk terlibat dalam pengelolaan usaha di kawasan seluas 7,6 hektare tersebut.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pengembangan kawasan ini tidak hanya berorientasi pada penyediaan ruang rekreasi dan ruang terbuka hijau (RTH), tetapi juga diarahkan untuk membuka kesempatan usaha bagi masyarakat Kelurahan Jeruk.

Pemkot akan membangun dan menata kawasan, sedangkan aktivitas ekonomi, khususnya perdagangan dan usaha, akan melibatkan warga sekitar. Skema tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus pengentasan kemiskinan.

“Nanti taman bermainnya akan kita siapkan seperti di Taman Harmoni, di belakangnya ada seperti waduk kecil nanti anak-anak akan bisa bermain dengan sepeda airnya. Agar apa? UMKM yang ada di depan itu (Taman Hutan Kota Jeruk) bisa berkembang,” kata Eri saat meninjau kawasan tersebut, Jumat (30/10/2026).

Untuk mendukung aktivitas wisata, Pemkot menyiapkan sejumlah fasilitas, mulai dari kolam pancing, area bermain anak, hingga waduk yang dilengkapi wahana sepeda air.

Kawasan persawahan di dalam taman juga akan dikembangkan menjadi area wisata kuliner dengan suasana pedesaan. Sejumlah makanan khas Surabaya, seperti rawon dan sayur lodeh, direncanakan menjadi menu yang ditawarkan kepada pengunjung.

“Karena ini kan (suasana) modelnya di sawah. Jadi makanan khas Surabaya, entah bisa rawon atau lodeh. Nah, itu nanti kita tata bentuknya,” ujarnya.

Tak hanya kuliner, area persawahan juga dirancang sebagai sarana edukasi pertanian bagi anak-anak. Pengunjung nantinya dapat merasakan pengalaman membajak sawah hingga menanam padi.

Pemkot juga membuka peluang usaha bagi generasi muda. Salah satu gagasan yang disiapkan adalah pengembangan peternakan ayam dan bebek dengan sistem modern agar aktivitas usaha tidak menimbulkan bau yang mengganggu lingkungan.

“Tapi kita siapkan yang modern, bukan yang manual, sehingga kita juga menunjukkan gerakan anak muda. Jadi nanti tempatnya tidak lagi menimbulkan bau,” ungkap Eri.

Ia menjelaskan, warga yang dilibatkan akan memperoleh pendampingan dari Pemkot bersama pihak swasta agar usaha yang dijalankan dapat berkembang. Kerja sama dengan pihak swasta juga diperlukan untuk menjaga kualitas produk dan layanan, sehingga kawasan tersebut mampu menarik pengunjung.

“Dengan pemanfaatan aset ini, nanti ada juga kerja sama dengan pihak swasta. Karena kalau nanti taste makanannya nggak bagus, tidak akan ada orang yang datang,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Terkait skema pemanfaatan aset dan pengelolaan hasil usaha, Pemkot Surabaya akan berkoordinasi dengan Jaksa Pengacara Negara (JPN). Eri berharap hasil aktivitas ekonomi di kawasan tersebut dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Hasil yang masuk tidak masuk ke Pemerintah Kota, tapi kami langsung berikan kepada masyarakat. Oleh karena itu, kami akan berkoordinasi dengan JPN. Karena kan sama saja, ketika masuk PAD (Pendapatan Asli Daerah) kami keluarkan lagi ke masyarakat, tapi ini kami ingin langsung ke masyarakat. Semoga bisa jalan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan bahwa Taman Hutan Kota Jeruk memiliki luas total 7,6 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 4,3 hektare telah berada di bawah pengelolaan DKPP dan dimanfaatkan sebagai taman serta area persawahan.

“Yang di bawah pengelolaan kita 4,3 hektare, total 7,6 hektare ini termasuk yang bozem-bozem ini yang nantinya akan dikelola bersama dan diperbaiki oleh DPRKPP (Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan),” kata Nanik.

Dalam pengembangannya, Pemkot akan melibatkan tim ahli untuk menyusun konsep penataan kawasan secara terintegrasi. Perencanaan tersebut mencakup fasilitas wisata, area pertanian, hingga ruang usaha masyarakat.

“Pak Wali kan tadi menyampaikan, akan mencari tim ahli sehingga bisa menampilkan perencanaan yang terintegrasi,” pungkasnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Pemkot Surabaya Kembangkan Taman Hutan Kota Jeruk, Warga Desil 1 hingga 3 Diprioritaskan Kelola Usaha

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan pengembangan Taman Hutan Kota Jeruk di Kecamatan ...
LEGISLATIF

Bangun Ekonomi Berbasis Zero Waste, Sri Untari Gandeng Warga Empat Desa di Kabupaten Malang

MALANG – Empat desa di Kabupaten Malang disiapkan menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah berbasis zero waste ...
EKSEKUTIF

Museum Penataran Expo 2026 Angkat Warisan Budaya Takbenda, Pemkab Blitar Luncurkan Reservasi Online

BLITAR – Museum Penataran Expo 2026 menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Blitar mengenalkan kekayaan warisan budaya ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan Perpisahan Siswa SD-SMP Negeri Surabaya, Dispendik Tegur Kasek

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melarang sekolah negeri membebani orang tua murid dengan pungutan ...
KRONIK

Wabup Ngawi Pastikan Bantu Perbaikan Rumah Rusak Terdampak Angin Kencang

NGAWI – Hujan disertai angin kencang menerjang Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) petang. Cuaca ...
KRONIK

Peternak Ayam Terpuruk, Sonny Desak Pemerintah Kendalikan Harga Telur dan Pakan

BANYUWANGI – Kondisi peternak ayam petelur yang terus merugi akibat rendahnya harga telur dan tingginya biaya pakan ...