NGAWI – Hujan disertai angin kencang menerjang Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) petang. Cuaca ekstrem tersebut berdampak pada empat kecamatan, yakni Ngawi, Padas, Pangkur, dan Kwadungan.
Sejumlah pohon tumbang hingga menutup akses jalan di wilayah Kecamatan Ngawi. Selain itu, beberapa bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan angin.
Dampak cukup besar terjadi di Kecamatan Kwadungan. Puluhan rumah warga mengalami kerusakan, termasuk sebuah bangunan masjid.
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko atau Antok meninjau lokasi terdampak di Desa Jenangan dan Desa Purwosari, Kecamatan Kwadungan, Jumat (30/10/2026).
Berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat sembilan rumah rusak di Desa Jenangan. Sementara di Desa Purwosari, sebanyak 20 rumah terdampak, dengan dua di antaranya mengalami kerusakan berat.
“Di Desa Jenangan ada sembilan rumah yang mengalami kerusakan. Sedangkan di Desa Purwosari, 20 rumah terdampak, dengan dua di antaranya rusak berat,” kata Wabup Antok.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi itu mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ngawi saat ini berfokus melakukan asesmen untuk mengetahui dampak kerusakan akibat bencana tersebut. Pendataan diperlukan untuk menentukan penanganan dan bantuan yang akan diberikan kepada warga terdampak.
Rumah yang mengalami kerusakan berat akan diupayakan mendapat bantuan perbaikan dari pemerintah daerah. Sementara kerusakan ringan akan ditangani melalui semangat gotong royong masyarakat.
“Untuk korban yang rumahnya rusak parah akan mendapat bantuan perbaikan. Sementara untuk yang rusak ringan diupayakan melalui gotong royong,” ujarnya.
Selain penanganan dampak kerusakan, Pemkab Ngawi juga menyoroti kondisi lingkungan di wilayah terdampak, terutama di Kecamatan Kwadungan.
Menurut Wabup Antok, Desa Jenangan dan Desa Purwosari memiliki karakteristik wilayah yang relatif serupa karena berada di kawasan pinggiran persawahan. Di sejumlah titik, keberadaan pohon pelindung dari terpaan angin juga mulai berkurang.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi kejadian serupa pada masa mendatang.
“Sebelumnya ada areal hijauan. Saat ini sudah tidak ada. Kita akan mencoba penghijauan di titik-titik tertentu yang rawan, sebagai bagian dari langkah mitigasi juga,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Wabup Antok juga menyerahkan bantuan darurat kepada warga yang terdampak hujan disertai angin kencang. (amd/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













