Senin
26 Oktober 2026 | 2 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banteng Futsal League Ngawi: Dari Wazza yang Juara hingga Rizky yang Belajar dari Kekalahan

pdip jatim 261026 liga futsal ngawi 1

NGAWI – Usianya baru 14 tahun. Bangku sekolah masih menjadi kesehariannya, tetapi Minggu (25/10/2026), Wazza Sinatra Putra mendapat kesempatan merasakan persaingan futsal yang lebih luas. Bersama Banteng Ngrambe, siswa SMP Negeri 3 Ngrambe itu ikut mengantarkan timnya menjadi juara Banteng Futsal League Mbah Kung Cup 2026.

Bagi Wazza, trofi juara tentu menjadi kebanggaan. Namun, ada pengalaman lain yang tak kalah penting: kesempatan bermain bersama rekan satu tim, menghadapi pemain dari kecamatan lain, dan menguji kemampuan di lapangan.

“Memang sudah hobi main futsal. Kebetulan diajak untuk ikut bergabung dalam tim Ngrambe. Alhamdulillah bisa menang,” kata Wazza, Senin (26/10/2026).

Bagi seorang pelajar yang menekuni futsal karena hobi, kesempatan tampil dalam turnamen antarkecamatan menjadi pengalaman tersendiri. Ia tak hanya bermain untuk timnya, tetapi juga berkesempatan mengukur kemampuan di tengah persaingan yang lebih luas.

Pengalaman seperti itulah yang membuat turnamen ini berarti bagi para pemain muda. Sebab, kesempatan bertanding tak selalu datang setiap hari. Ketika ruang itu tersedia, mereka bisa belajar banyak hal, baik saat pertandingan berjalan sesuai harapan maupun ketika hasilnya tak berpihak.

***

Banteng Ngrambe akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan Banteng Ngawi pada laga final di GOR Bung Hatta, Kabupaten Ngawi. Banteng Ngawi menempati posisi kedua, sementara Banteng Paron dan Banteng Karangjati berbagi posisi ketiga.

Turnamen yang diikuti 21 tim dari pengurus anak cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Ngawi itu berlangsung melalui babak penyisihan grup, sebelum persaingan mengerucut menjadi delapan tim dan berlanjut ke semifinal hingga final.

Di balik ketatnya perebutan gelar, ada ruang yang disediakan bagi pemain muda. Wazza bergabung bersama tiga pemain lain yang juga masih berstatus pelajar. Panitia memang mensyaratkan setiap tim menyertakan unsur pelajar dalam skuadnya.

Kehadiran mereka membuat turnamen bukan semata-mata arena persaingan antartim, melainkan juga kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman bertanding.

Wazza merasakan manfaat itu secara langsung. Ia senang bisa bermain bersama pemain dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ngawi dan berharap kesempatan serupa tidak berhenti pada satu turnamen.

“Senang sekali bisa berpartisipasi dalam turnamen ini. Turnamen ini menjadi ruang untuk menambah skill, dengan bertanding dengan banyak pemain lain se-Kabupaten Ngawi. Semoga turnamen ini bisa digelar setiap tahun,” harapnya.

Harapan itu sederhana: ada kesempatan lagi untuk bermain, berlatih, dan meningkatkan kemampuan. Bagi pemain seusianya, ruang kompetisi yang berkelanjutan dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan menekuni olahraga yang disukai.

***

Cerita berbeda datang dari Muhammad Rizky Alfiano, siswa kelas X SMA Negeri 1 Widodaren yang memperkuat Banteng Widodaren.

Timnya harus tersingkir pada babak penyisihan. Hasil tersebut tentu berbeda dari pencapaian Banteng Ngrambe yang melaju hingga menjadi juara. Namun, bagi Rizky, pertandingan tetap menyisakan pengalaman berharga.

Bertemu pemain pelajar dari kecamatan lain memberinya kesempatan untuk mengukur kemampuan tim sekaligus menambah jam terbang. Dalam olahraga kompetitif, pengalaman seperti itu menjadi bagian dari proses belajar yang tak selalu bisa diperoleh melalui latihan rutin.

“Kalah menang biasa dalam pertandingan. Tetapi pengalaman bertanding dengan pelajar asal kecamatan lain menjadi sesuatu yang berharga bagi kami. Semoga bisa rutin digelar,” ujarnya.

Sikap Rizky menunjukkan sisi lain dari sebuah kompetisi. Tidak semua tim pulang membawa trofi, tetapi setiap peserta tetap punya kesempatan membawa pulang pelajaran.

Kekalahan bukan berarti seluruh usaha menjadi sia-sia. Dari pertandingan, pemain dapat mengenali kekurangan, memahami kekuatan lawan, dan memperoleh bekal untuk menghadapi kesempatan berikutnya.

Bagi pemain muda yang masih mengembangkan kemampuan, jam terbang dan keberanian menghadapi persaingan sama pentingnya dengan hasil akhir.

***

Ketua PAC PDI Perjuangan Ngrambe sekaligus ofisial Banteng Ngrambe, Danang Wahyu Krisdianto, mengaku bangga atas keberhasilan timnya meraih gelar juara. Ia menyebut kerja sama dan semangat pemain menjadi bagian penting dari pencapaian tersebut, meskipun waktu persiapan relatif singkat.

“Tentu saja kami sangat bangga. Dengan persiapan yang tidak begitu lama, namun kami berhasil keluar sebagai juara,” ujarnya.

Kemenangan Banteng Ngrambe menjadi hasil paling menonjol dari turnamen itu. Namun, bagi para pemain muda yang terlibat, nilai kegiatan tidak hanya terletak pada siapa yang berdiri sebagai juara.

Kesempatan untuk bergabung dalam tim, menjalani pertandingan, dan berhadapan dengan pemain dari daerah lain juga merupakan bagian dari proses pembinaan. Anak-anak muda mendapat ruang untuk mengembangkan keterampilan sekaligus belajar menghadapi dinamika kompetisi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi Dwi Rianto Jatmiko mengatakan, Banteng Futsal League Mbah Kung Cup direncanakan menjadi agenda tahunan.

Turnamen ini diharapkan bukan hanya menjadi ajang kompetisi antarkader, tetapi juga menyediakan ruang bagi pemain muda di Kabupaten Ngawi untuk mengembangkan kemampuan dan memperoleh pengalaman bertanding.

Jika rencana itu terlaksana secara berkelanjutan, kesempatan seperti yang dirasakan Wazza dan Rizky dapat kembali terbuka. Para pemain muda bisa terus berlatih, bertemu lawan baru, dan menguji perkembangan kemampuan mereka dari satu turnamen ke turnamen berikutnya.

Pada akhirnya, sebuah turnamen tidak hanya meninggalkan catatan skor dan daftar juara. Ada pula pengalaman yang dibawa pulang oleh pemain-pemain muda: kebanggaan setelah kemenangan, pelajaran dari kekalahan, dan keinginan untuk kembali bertanding.

Wazza pulang bersama trofi juara. Rizky membawa pengalaman setelah timnya tersingkir. Hasil mereka berbeda, tetapi keduanya memiliki harapan yang sama: agar lapangan tetap terbuka dan kesempatan bermain kembali datang.

Sebab, bagi pemain muda, menjadi juara adalah kebanggaan. Namun, mendapat kesempatan untuk terus belajar dan bertumbuh juga merupakan kemenangan tersendiri. (amd/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Banteng Futsal League Ngawi: Dari Wazza yang Juara hingga Rizky yang Belajar dari Kekalahan

NGAWI – Usianya baru 14 tahun. Bangku sekolah masih menjadi kesehariannya, tetapi Minggu (25/10/2026), Wazza ...
KRONIK

Merah Muda Fest 2026, Repdem Dorong Ruang Politik bagi Anak Muda

Banu Lesmana Bagaskara menilai Gen Z bukan generasi apolitis, tetapi masih menghadapi hambatan masuk partai ...
KRONIK

Dari Sumenep ke Jakarta, Rafiq Membawa Cerita Madura dan Semangat Merawat Indonesia

JAKARTA – Perjalanan dari Sumenep menuju Jakarta bukan sekadar perpindahan dari satu kota ke kota lain bagi ...
EKSEKUTIF

Marhaen Djumadi Dorong Penguatan Pangan dan Kesejahteraan Petani Nganjuk

NGANJUK – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menilai kebijakan pemerintah pusat terkait harga gabah membantu memberikan ...
SEMENTARA ITU...

165 Pecatur Ikuti Piala Ketua DPRD Trenggalek, Doding Bidik Atlet Berprestasi

TRENGGALEK – Sebanyak 165 pecatur dari Trenggalek dan luar daerah mengikuti turnamen terbuka catur Piala Ketua DPRD ...
KABAR CABANG

Warga Ponggok Kesulitan Air Bersih, PDIP Kediri Salurkan Bantuan dan Siapkan Solusi Jangka Panjang

KEDIRI – Kesulitan air bersih yang dialami warga Desa Ponggok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mendorong DPC PDI ...