Jumat
30 Oktober 2026 | 5 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Cahyadi Larang Pungutan Perpisahan Siswa SD-SMP Negeri Surabaya, Dispendik Tegur Kasek

pdip jatim 260518 ec

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melarang sekolah negeri membebani orang tua murid dengan pungutan untuk kegiatan perpisahan siswa. Penegasan ini menyusul laporan dugaan permintaan iuran Rp300.000 kepada wali murid SDN Manukan Wetan IV untuk kegiatan tasyakuran dan pembelian batik bagi guru.

Menindaklanjuti laporan melalui Hotline Lapor Cak Eri tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mendatangi sekolah untuk menindaklanjuti persoalan itu.

“Saya sudah menginstruksikan Kepala Dispendik Surabaya, Bu Febri, untuk mendatangi SDN Manukan Wetan IV. Ada laporan bahwa orang tua atau wali murid diminta iuran untuk membeli batik bagi guru-guru saat acara perpisahan,” kata Eri, Jumat (30/10/2026).

Eri meminta seluruh kepala SD dan SMP negeri di Surabaya tidak menggelar perpisahan secara berlebihan, terlebih jika kegiatan tersebut berpotensi membebani orang tua. Menurutnya, kelulusan siswa cukup dirayakan melalui tasyakuran sederhana di sekolah.

“Jika ingin mengadakan kegiatan, cukup dengan tasyakuran sederhana, seperti makan tumpeng bersama di sekolah, tanpa memberatkan orang tua murid,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak diukur dari kemeriahan acara kelulusan, melainkan manfaat ilmu yang diperoleh siswa selama bersekolah.

“Hal yang paling penting ketika anak-anak lulus adalah ilmu yang mereka peroleh bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitarnya, bukan perayaannya,” katanya.

Eri juga mengingatkan para orang tua agar menjaga komunikasi dan menghormati perbedaan pendapat dalam kegiatan sekolah. Perbedaan usulan, menurutnya, tidak boleh berkembang menjadi perundungan atau intimidasi, termasuk melalui grup WhatsApp yang berpotensi menyeret siswa sebagai korban.

“Saya juga memohon kepada para orang tua. Jika ada sesama orang tua yang tidak sependapat dengan ide atau usulan Anda, jangan sampai melakukan perundungan atau saling menyindir di grup WhatsApp, apalagi sampai menjadikan siswa sebagai korban,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya Febrina Kusumawati menyatakan telah menegur Kepala SDN Manukan Wetan IV sekaligus meluruskan persoalan iuran tersebut. Ia menegaskan, sekolah harus mengutamakan pelayanan kepada peserta didik dan tidak membebani orang tua dengan pungutan yang tidak jelas.

“Sudah saya luruskan, sudah saya sampaikan dan saya tegur kepala sekolahnya. Sudah tidak pakai seperti itu, bagaimana caranya kita benar-benar bisa menjadi pelayan sekolahannya arek-arek Suroboyo,” ujar Febrina.

Febrina meminta seluruh kepala sekolah (kasek) baik SD maupun SMP negeri menerima setiap laporan, saran, maupun kritik dari masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang terbuka antara kasek, wali kelas, dan orang tua murid.

“Kalau ada orang tua murid mengadukan, menyarankan, mengkritik, jangan ditolak. Orang-orang itu mungkin karena ditolak akhirnya lari (laporan) ke atas, termasuk ke hotline-nya Pak Wali Kota,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh kepala sekolah memastikan tidak ada pungutan yang tidak transparan, termasuk iuran untuk kegiatan sekolah maupun pembelian perlengkapan guru.

“Saya mau pastikan benar bahwa tidak ada yang namanya urunan-urunan atau pungutan yang sifatnya tidak clear,” jelas Febrina.

Selain persoalan pungutan, Dispendik meminta kepala sekolah mengevaluasi kondisi fasilitas dan lingkungan satuan pendidikan. Jika ditemukan kerusakan yang dapat ditangani melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), perbaikan diminta segera dilakukan sesuai ketentuan.

Febrina berharap kejadian di SDN Manukan Wetan IV menjadi bahan evaluasi bagi seluruh sekolah di Surabaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan, keterbukaan komunikasi, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.

“Sekali lagi (saya) minta maaf, mari semuanya berubah. Bapak-Ibu kepala sekolah, lakukan yang terbaik untuk menjadi pelayan, menjadi pendidik anak-anak di Kota Surabaya agar semakin luar biasa,” pungkasnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan Perpisahan Siswa SD-SMP Negeri Surabaya, Dispendik Tegur Kasek

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melarang sekolah negeri membebani orang tua murid dengan pungutan ...
KRONIK

Wabup Ngawi Pastikan Bantu Perbaikan Rumah Rusak Terdampak Angin Kencang

NGAWI – Hujan disertai angin kencang menerjang Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) petang. Cuaca ...
KRONIK

Peternak Ayam Terpuruk, Sonny Desak Pemerintah Kendalikan Harga Telur dan Pakan

BANYUWANGI – Kondisi peternak ayam petelur yang terus merugi akibat rendahnya harga telur dan tingginya biaya pakan ...
KRONIK

Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi Wajibkan ASN Kenakan Baju Adat Keraton Selama Tiga Hari

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengajak berbagai elemen masyarakat ikut melestarikan budaya lokal ...
SEMENTARA ITU...

Lepas 10 Atlet Sambo Bojonegoro ke Kejurprov Jatim 2026, Pembina Incar Tiket Porprov dan PON

BOJONEGORO – Sebanyak 10 atlet olahraga beladiri Sambo asal Kabupaten Bojonegoro resmi diberangkatkan untuk berlaga ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk Warga Sengon Trenggalek

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menyalurkan 4.000 liter air bersih kepada warga Desa ...