Selasa
12 Mei 2026 | 12 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Puan Maharani Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Seksual, Soroti Kasus di Kampus

pdip jatim 260418 pm

Puan Maharani menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual di kampus dan mendorong evaluasi menyeluruh menyusul kasus di Universitas Indonesia.

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual, termasuk di lingkungan pendidikan tinggi, menyusul sorotan kasus dugaan pelecehan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Puan merespons mencuatnya dugaan pelecehan seksual verbal yang melibatkan sejumlah mahasiswa dan memicu perhatian publik.

Menurutnya, setiap kasus kekerasan seksual harus ditangani secara tegas dan adil, sekaligus menjadi momentum evaluasi menyeluruh agar praktik serupa tidak terus berulang.

“Tidak boleh ada kekerasan seksual di mana pun. Kita harus menolak itu, dan setiap kasus harus diadili secara adil,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, dikutip Minggu (19/4/2026).

Ia menegaskan, komitmen menolak kekerasan seksual tidak boleh bersifat parsial. Baik di ruang publik maupun institusi pendidikan, seluruh pihak harus memiliki sikap yang sama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan berkeadilan.

Dalam konteks pendidikan tinggi, Puan menilai kampus memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan nilai, termasuk penghormatan terhadap sesama.

“Dunia pendidikan harus memberikan edukasi yang tepat agar semua pihak bisa saling menjaga,” ujar perempuan yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan itu.

Puan juga menyoroti maraknya kasus kekerasan seksual dan seksisme di lingkungan kampus yang belakangan menjadi perhatian publik. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan tersebut masih menjadi tantangan nyata, bahkan di ruang akademik.

“Ini jadi perhatian kita bersama. Harus dievaluasi, dibicarakan secara terbuka, dan tidak boleh ada kekerasan seksual di mana pun,” tegas mantan Menko PMK itu.

Ia menambahkan, setiap kasus harus dijadikan momentum untuk memperbaiki sistem pencegahan dan penanganan di lingkungan pendidikan tinggi.

Dengan evaluasi yang menyeluruh, Puan berharap kampus benar-benar menjadi ruang aman bagi seluruh civitas akademika. (red/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Rijanto Minta OPD dan Camat Gercep Tindaklanjuti Evaluasi KPK

Rijanto meminta seluruh OPD dan camat di Blitar bergerak cepat menindaklanjuti hasil evaluasi tata kelola ...
KRONIK

Arjuna Pastikan Layanan Medis dan Pendampingan Psikis Korban Keracunan Berjalan Maksimal

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Arjuna Rizky Dwi Krisnayana, menyatakan keprihatinan ...
KRONIK

Novita Hardini Dorong Anak Muda Trenggalek Berprestasi Lewat Turnamen Futsal

Novita Hardini menggelar UPRINTIS Futsal League 2026 di Trenggalek untuk mendorong generasi muda berprestasi lewat ...
KRONIK

Bupati Ipuk Sambut Kedatangan Para Biksu Thudong di Banyuwangi

BANYUWANGI – Para biksu Thudong tiba di kelenteng atau Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Tik Liong Tian, Rogojampi, ...
EKSEKUTIF

Armuji Minta Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis di Surabaya

SURABAYA — Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG Asem Jaya yang menaungi ...
KABAR CABANG

Bantu Peternak Terhimpit Harga, DPC Magetan Borong dan Bagikan Setengah Ton Telur

MAGETAN – Jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan melakukan aksi borong telur langsung dari peternak ...