Rabu
10 Juni 2026 | 10 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Puan Maharani Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Seksual, Soroti Kasus di Kampus

pdip jatim 260418 pm

Puan Maharani menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual di kampus dan mendorong evaluasi menyeluruh menyusul kasus di Universitas Indonesia.

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual, termasuk di lingkungan pendidikan tinggi, menyusul sorotan kasus dugaan pelecehan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Puan merespons mencuatnya dugaan pelecehan seksual verbal yang melibatkan sejumlah mahasiswa dan memicu perhatian publik.

Menurutnya, setiap kasus kekerasan seksual harus ditangani secara tegas dan adil, sekaligus menjadi momentum evaluasi menyeluruh agar praktik serupa tidak terus berulang.

“Tidak boleh ada kekerasan seksual di mana pun. Kita harus menolak itu, dan setiap kasus harus diadili secara adil,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, dikutip Minggu (19/4/2026).

Ia menegaskan, komitmen menolak kekerasan seksual tidak boleh bersifat parsial. Baik di ruang publik maupun institusi pendidikan, seluruh pihak harus memiliki sikap yang sama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan berkeadilan.

Dalam konteks pendidikan tinggi, Puan menilai kampus memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan nilai, termasuk penghormatan terhadap sesama.

“Dunia pendidikan harus memberikan edukasi yang tepat agar semua pihak bisa saling menjaga,” ujar perempuan yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan itu.

Puan juga menyoroti maraknya kasus kekerasan seksual dan seksisme di lingkungan kampus yang belakangan menjadi perhatian publik. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan tersebut masih menjadi tantangan nyata, bahkan di ruang akademik.

“Ini jadi perhatian kita bersama. Harus dievaluasi, dibicarakan secara terbuka, dan tidak boleh ada kekerasan seksual di mana pun,” tegas mantan Menko PMK itu.

Ia menambahkan, setiap kasus harus dijadikan momentum untuk memperbaiki sistem pencegahan dan penanganan di lingkungan pendidikan tinggi.

Dengan evaluasi yang menyeluruh, Puan berharap kampus benar-benar menjadi ruang aman bagi seluruh civitas akademika. (red/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Abidin Fikri Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Soroti Ketimpangan Distribusi Tenaga Medis

JAKARTA – Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta resmi meluluskan Abidin Fikri dalam ...
LEGISLATIF

Komisi II DPRD Ngawi Sidak SPMB, Temukan Kesenjangan Jumlah Pendaftar Antar Sekolah

NGAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMP Negeri di wilayah ...
KABAR CABANG

Dapur Umum DPC Sidoarjo Mengepul, Bagikan Ratusan Nasi Kotak untuk Pekerja Jalanan

SIDOARJO – Dapur Umum DPC PDI Perjuangan Sidoarjo kembali mengepul. Ratusan kotak nasi beserta lauk dibagikan ...
KABAR CABANG

Tantri Bararoh: Pelemahan Rupiah Harus Dijawab dengan Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Tantri Bararoh mengingatkan pelemahan rupiah berpotensi menekan daya ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Pastikan Layanan Kesehatan Warga Banyakan Tetap Berjalan Pasca Puskesmas Tiron Terbakar

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan layanan kesehatan bagi warga Kecamatan Banyakan tetap berjalan ...
KRONIK

Bupati Sumenep Tegaskan Sinergi dengan TNI AL Perkuat Kemajuan Daerah Maritim

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan TNI ...