SURABAYA — Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget pada anak melalui pemanfaatan teknologi, salah satunya aplikasi parenting.
Menurutnya, keberadaan portal atau aplikasi parenting dapat membantu orang tua memantau aktivitas digital anak, termasuk konten yang diakses di internet. Hal ini penting karena konsumsi digital sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologis anak.
“Sampai kepada portal tentang parenting, jadi orang tua bisa mengontrol anak-anaknya dari aplikasi itu. Saya senang sekali karena ini membantu ibu-ibu, termasuk ibu muda, untuk mengawasi anak-anaknya, terutama usia SD ke bawah,” ujar Untari saat menjadi narasumber dalam seminar bertajuk Peran Perempuan Dalam Mengakses dan Menyebarkan Informasi di Era Digital, di aula gedung wartawan PWI Jatim di Surabaya, Jumat (10/4/2026).
Ia menegaskan, pengawasan terhadap aktivitas browsing anak menjadi krusial karena konten yang dikonsumsi dapat membentuk pola pikir dan kondisi kejiwaan. Tanpa kontrol, penggunaan gadget berpotensi menimbulkan dampak negatif.
Untari juga menyoroti meningkatnya ketergantungan gadget pada anak. Berdasarkan pengamatannya di RSJ Menur, jumlah anak dengan tingkat ketergantungan gadget justru terus meningkat, mulai dari jenjang SMA hingga SD.
“Bukan semakin menurun, tapi justru meningkat. Anak-anak sekarang bisa stres kalau tidak memegang gadget,” ungkap politisi PDI Perjuangan itu.
Kondisi tersebut, lanjut Untari, menjadi tantangan bagi orang tua dalam mendampingi anak di era digital. Ia menegaskan, gadget seharusnya menjadi sarana yang mendukung tumbuh kembang anak, bukan sebaliknya.
“Ini menjadi tantangan bagi kita semua. Kehadiran gadget harus menumbuhkan generasi yang lebih baik, bukan malah sebaliknya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur, Putut Darmawan, mendorong pembatasan penggunaan gadget pada anak guna mencegah dampak negatif di era digital.
Menurutnya, langkah pertama adalah membangun kepercayaan dan komitmen dalam keluarga untuk membatasi waktu penggunaan gadget. Ia juga menyarankan adanya waktu khusus tanpa gadget dalam keluarga.
“Yang pertama, pasti kepercayaan dari orang tua untuk membatasi waktu anak-anak bermain gadget. Menyediakan ruang komunikasi keluarga tanpa gadget, tidak perlu lama, satu atau dua jam cukup, tapi komitmen,” ujarnya.
Putut menekankan pentingnya keteladanan orang tua dalam menerapkan aturan tersebut.
“Orang tua perlu mencontohkan, apabila anak tanpa gadget, orang tua pun juga melakukan hal yang sama,” tambahnya.
Selain itu, edukasi internet sehat sejak dini juga dinilai penting agar anak mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Untuk mendukung pengawasan, orang tua dapat memanfaatkan fitur parental control yang tersedia di berbagai perangkat maupun aplikasi.
“Parental control memungkinkan orang tua membatasi waktu layar, memblokir aplikasi, dan melacak lokasi anak melalui fitur bawaan atau aplikasi,” pungkasnya. (gio/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










