Minggu
30 Agustus 2026 | 12 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PPDI Jawa Timur Audiensi dengan Ketua DPRD Jatim, Ini 6 Persoalan yang Dibahas

PDIP-Jatim-Kusnadi-19072022

SURABAYA – Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Kusnadi, menerima audiensi dari 30 anggota Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Jawa Timur di ruang Bamus, Senin (18/7/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PPDI Jawa Timur, H Sutoyo M Muslih, mengatakan, tujuan mereka guna memperjuangkan kesejahteraan para perangkat desa yang selama ini kurang diperhatikan.

Total ada 6 tuntutan yang dibawa. Yakni, tentang pencopotan perangkat desa secara non-prosedural, kerancuan masa purna bakti, BPJS Kesehatan yang tidak merata, perlindungan adat desa, dan SK Undang-Undang nomor 5 tahun 1979.

“Banyak hal yang perangkat desa itu hanya sebagai korban. Jadi, hak dan kesejahteraannya masih terabaikan,” ujarnya seusai audiensi di DPRD Jatim.

Sutoyo menjelaskan, saat ini pemecatan perangkat desa tanpa alasan jelas terjadi di Pamekasan dan Bangkalan. Jika ini terus terjadi, maka dikhawatirkan akan memicu kerusuhan.

“Undang-Undang dan Permendagri-nya jelas ada aturannya. Tidak semena-mena. Hal itu perlu ada ketegasan payung hukum dari Pemprov Jatim, khususnya pada kabupaten-kabupaten yang ada konflik,” jelasnya.

Belum lagi, masalah jabatan yang tidak jelas, sehingga saat purna tugas tidak mendapat hak semestinya dan merasa dianak tirikan oleh pemerintah.

“Kami ini termasuk bagian pemerintah, namun kebijakan ini belum ada satupun kalimat tentang penghargaan purna tugas untuk perangkat desa. Kesejahteraannya tidak ada sama sekali,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya berharap, pertemuan dengan Ketua DPRD Provinsi Jatim ini dapat menjadi jembatan dan menyerasikan solusi dari permasalahan yang mereka hadapi.

“Harapannya ini berkesinambungan. Nanti kita bisa melanjutkan ke fraksi yang berkompeten, misal masalah UU Desa kita ke Komisi A, nanti kita tindak lanjut,” tuturnya.

Mendengar hal tersebut, Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Kusnadi, mengaku prihatin atas apa yang menimpa para perangkat desa.

“PNS itu BPJS Kesehatannya difasilitasi pemerintah, tapi mereka ini kok enggak. Inilah contoh regulasi kita yang tidak konsisten, sehingga perlu penyempurnaan, agar tidak melahirkan kerancuan yang akhirnya bisa menimbulkan emosi kemarahan,” ujar Kusnadi.

Karena itu, politisi PDI Perjuangan itu meminta untuk dilakukan diskusi lebih lanjut, guna mengumpulkan banyak kajian untuk segera ditindak lanjuti.

“Nanti kita diskusikan lagi apa yang memang dituntut, bagaimana regulasinya nanti, apa yang kita minta terhadap perubahan regulasi,” terangnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gencar Perbaiki Rumah Warga Miskin, Banyuwangi Diganjar Bonus Insentif Pusat

BANYUWANGI – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan ...
SEMENTARA ITU...

Filosofi Tombak Korowelang di Jamasan Pusaka Trenggalek: Pemimpin Harus Ngopeni Rakyat dan Memberi Piwulang

Jelang Hari Jadi ke-832 Trenggalek, puluhan pusaka dijamasi. Ketua DPRD Doding Rahmadi mengungkap filosofi Tombak ...
KRONIK

Didik Nurhadi: Nasionalisme dan Religiusitas Jadi Kekuatan Indonesia

JOMBANG — Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Nurhadi menegaskan, ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Pamekasan Gelar Futsal Cup 2026, Rebutkan Piala MH Said Abdullah dan Tabanas

PAMEKASAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan menggelar Turnamen Futsal Cup 2026 antar-Pimpinan Anak Cabang ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Event di Daerah Jangan Cuma Ramai, UMKM Lokal Harus Ikut Panen

NGAWI — Event yang digelar di daerah jangan berhenti menciptakan keramaian. Anggota Komisi VII DPR RI Novita ...
KRONIK

Wujud Kepedulian, Hj. Ansari Salurkan 116 Unit Bantuan ATENSI Kemensos di Pamekasan

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menyalurkan 116 unit bantuan alat bantu fisik bagi ...