Jumat
16 Oktober 2026 | 10 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Rumah Baca Bringinan Ponorogo, 11 Tahun Memberdayakan Masyarakat

PDIP-Jatim-Barno-11072026

PONOROGO – Kebiasaan menyisihkan uang receh sejak usia dini terus dipertahankan di Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo. Melalui kegiatan bongkar tabungan massal yang digelar di Rumah Baca Bringinan, Kamis (9/7/2026), ratusan anak kembali memetik hasil dari kedisiplinan mereka menabung selama satu tahun.

Program “Ayo Giat Menabung” tersebut diinisiasi Kepala Desa Bringinan, Barno, sejak 2015 dan hingga kini masih tetap eksis. Menurutnya, menjaga keberlangsungan sebuah program jauh lebih sulit dibanding memulainya.

“Alhamdulillah, program ini sudah berjalan selama 11 tahun. Harapan kami dari pemerintah desa, program ini bisa berjalan selama-lamanya. Karena membuat suatu program itu kadang gampang, tetapi yang sulit adalah mempertahankannya,” ujar Barno.

Kades yang juga kader PDI Perjuangan itu menjelaskan, Rumah Baca Bringinan menjadi tempat lahirnya lima program pemberdayaan masyarakat. Yakni, Ayo Giat Menabung, Ajar Bahasa Jawa, Ayo Giat Membaca, Bringinan Bebas Satru, dan Bringinan Bebas Gangguan Jiwa.

“Kelima program itu lahir dari rumah baca. Alhamdulillah, yang sampai saat ini berjalan sangat efektif adalah program menabung. Program Bringinan Bebas Gangguan Jiwa juga masih berjalan, hanya saja karena sudah tidak ada atau hanya sedikit warga dengan gangguan jiwa, kegiatannya tidak begitu mencolok,” katanya.

Barno mengungkapkan, jumlah peserta tahun ini memang sedikit menurun. Hal itu disebabkan adanya pembatasan usia peserta yang kini hanya diperuntukkan bagi anak-anak jenjang sekolah dasar (SD).

“Saya lihat dari tahun kemarin memang menurun karena satu hal, yaitu keterbatasan usia. Sekarang peserta Ayo Menabung hanya sampai tingkat SD. Dulu anak SMP dan SMA juga boleh ikut, sekarang hanya SD,” terangnya.

Meski demikian, keterbatasan jumlah anak usia SD di Desa Bringinan tidak menyurutkan antusiasme peserta. Program tersebut juga diikuti anak-anak dari enam kecamatan lain, yakni Jambon, Balong, Kauman, Sukorejo, Jetis, dan Slahung.

Barno menegaskan, tujuan utama program ini bukan semata mengumpulkan uang, melainkan membangun karakter anak agar terbiasa menghargai setiap rupiah yang dimiliki.

“Kenapa program ini perlu dilestarikan? Karena sederhana, tetapi manfaatnya besar. Kami ingin melatih anak-anak lebih menghargai uang, terutama nominal kecil seperti Rp500 yang terkadang diletakkan begitu saja,” terangnya.

“Padahal dari hal-hal kecil itulah kalau dikumpulkan hasilnya bisa besar. Jangan pernah menyepelekan sesuatu yang kecil,” tandasnya.

Pada tahun 2026, program ini diikuti 129 peserta dengan total tabungan yang terkumpul mencapai Rp122,4 juta. Rata-rata setiap peserta berhasil menabung sekitar Rp900 ribu selama setahun, sementara tabungan tertinggi mencapai Rp4,2 juta dari satu kotak tabungan. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kukuhkan 66 Kepala Sekolah, Bupati Lukman Tekankan Integritas dan Mutu Pendidikan

BANGKALAN – Kepala sekolah bukan sekadar menduduki jabatan struktural, tetapi juga memegang tanggung jawab besar ...
KRONIK

Sambut Hari Santri, Pemkab Banyuwangi Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk 28 Ribu Santri

BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, Pemerintah ...
KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...