Megawati Soekarnoputri menerima penghargaan tertinggi Timor-Leste dan menegaskan Grand Collar menjadi simbol persahabatan Indonesia-Timor-Leste yang harus terus diwariskan lintas generasi.
DILI – Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri menegaskan penghargaan Grande Colar da Ordem de Timor-Leste bukan sekadar sebuah medali, melainkan simbol rantai persahabatan Indonesia dan Timor-Leste yang harus terus dijaga serta diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Megawati usai menerima penghargaan kehormatan tertinggi dari Pemerintah Timor-Leste di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Dili, Kamis (9/7/2026).
Baca juga: Megawati Terima Penghargaan Tertinggi atas Jasa Rekonsiliasi Indonesia-Timor Leste

Penghargaan diberikan langsung oleh Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 72/2026 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Megawati dalam memperkuat persahabatan, dialog, dan normalisasi hubungan bilateral Indonesia-Timor-Leste pascakemerdekaan negara tersebut.
Dalam pidatonya, Megawati menegaskan, penghargaan itu memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar bentuk penghormatan pribadi.
“Penghargaan Grand Collar ini bukan sekadar medali. Ini adalah sebuah mata rantai yang saling mengunci. Setiap mata rantai menopang mata rantai berikutnya. Bagi saya, di situlah maknanya: persahabatan Indonesia dan Timor-Leste adalah rantai yang harus terus memanjang—dari satu generasi ke generasi berikutnya, tanpa pernah terputus,” tegas Megawati.
Ketua Umum PDI Perjuangan itu juga mengajak generasi muda kedua negara untuk terus merawat hubungan yang dibangun atas dasar persahabatan, saling menghormati, dan kerja sama yang setara.

Sebelumnya, Presiden José Ramos-Horta memuji peran Megawati dalam menjaga stabilitas demokrasi Indonesia pada masa transisi Reformasi 1999 serta kontribusinya dalam membangun hubungan diplomatik yang harmonis antara Indonesia dan Timor-Leste setelah kemerdekaan.
Menurut Ramos-Horta, sikap kenegarawanan Megawati menjadi fondasi penting dalam memperkuat hubungan kedua negara hingga saat ini.
Suasana penuh keakraban juga mewarnai pidato Megawati ketika mengenang kunjungan pertamanya ke Dili. Dengan gaya khasnya, ia mengundang tawa hadirin saat bercerita tentang pedasnya cabai khas Timor-Leste yang disebutnyal “lebih meledak dari bom”, bahkan mengaku meminta stafnya membeli cabai tersebut sebagai oleh-oleh sebelum kembali ke Indonesia.
Penganugerahan Grande Colar da Ordem de Timor-Leste ditutup dengan sesi foto bersama yang diikuti jajaran pemerintah, parlemen, militer, kepolisian, serta para pimpinan partai politik Timor-Leste. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












