Minggu
30 Agustus 2026 | 4 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Empat SD Negeri di Ponorogo Nihil Siswa Baru, Riyanto Minta Dindik Siapkan Solusi

PDIP-Jatim-Riyanto-15072026

PONOROGO – Empat sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Ponorogo tidak mendapatkan satu pun siswa baru pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Empat sekolah tersebut, yakni SDN Nailan di Kecamatan Slahung, SDN Setono di Kecamatan Jenangan, SDN 3 Pomahan di Kecamatan Pulung, dan SDN 4 Tempuran di Kecamatan Sawoo.

Selain empat sekolah tersebut, sejumlah SD negeri lainnya juga hanya menerima siswa dalam jumlah yang sangat minim.

Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Riyanto, mengatakan, bahwa fenomena minimnya siswa baru di SD negeri bukan persoalan baru. Menurutnya, kondisi itu hampir selalu terjadi setiap tahun ajaran baru.

“Fenomena ini hampir setiap tahun selalu ada. Ada beberapa penyebabnya. Pertama, memang karena program keluarga berencana yang dicanangkan pemerintah sehingga jumlah anak usia sekolah menurun,” kata Riyanto di Ponorogo, pada Rabu (15/7/2026).

Selain itu, legislator PDI Perjuangan itu menambahkan, bahwa masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan sekolah. Tidak sedikit orang tua memilih menyekolahkan anaknya di sekolah swasta maupun pondok pesantren yang menawarkan program pendidikan berbasis keagamaan.

“Di masing-masing wilayah hampir itu masalahnya. SD swasta yang berbau agama malah banyak yang membludak,” terangnya.

Karena itu, tambah Riyanto, kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD Ponorogo yang meminta Dinas Pendidikan segera menyiapkan langkah evaluasi dan solusi jangka panjang.

“Nanti akan kami sharing dengan teman-teman di Dinas Pendidikan bagaimana solusi ke depan, termasuk sekolah-sekolah ini nantinya akan seperti apa penanganannya,” ungkap Wakabid Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu.

Komisi D DPRD Ponorogo juga berencana menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan Dinas Pendidikan untuk mengevaluasi pelaksanaan SPMB tahun ini. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan dalam pelaksanaan penerimaan murid baru tahun berikutnya.

“Kami merencanakan hearing dengan Dinas Pendidikan terkait hasil SPMB. Masih ada beberapa persoalan yang perlu diluruskan agar pelaksanaan tahun depan lebih nyaman, lebih fleksibel, dan tidak menimbulkan permasalahan bagi wali murid,” tandasnya.

Ia menilai, sekolah yang kekurangan siswa rata-rata berada di wilayah pinggiran. Pihaknya juga mendorong sekolah-sekolah negeri untuk terus berinovasi agar mampu meningkatkan daya saing. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Pamekasan Gelar Futsal Cup 2026, Rebutkan Piala MH Said Abdullah dan Tabanas

PAMEKASAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan menggelar Turnamen Futsal Cup 2026 antar-Pimpinan Anak Cabang ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Event di Daerah Jangan Cuma Ramai, UMKM Lokal Harus Ikut Panen

NGAWI — Event yang digelar di daerah jangan berhenti menciptakan keramaian. Anggota Komisi VII DPR RI Novita ...
KRONIK

Wujud Kepedulian, Hj. Ansari Salurkan 116 Unit Bantuan ATENSI Kemensos di Pamekasan

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menyalurkan 116 unit bantuan alat bantu fisik bagi ...
KABAR CABANG

Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pucanglaban Dikukuhkan, Komitmen Besarkan PDI Perjuangan

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung mengukuhkan pengurus Ranting dan ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Ajak Generasi Muda Terlibat Kelola Sampah

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan terus melakukan sosialisasi dan mengajak berbagai elemen ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Salurkan 15.000 Liter Air Bersih ke Senori, Minta Pemkab Tak Lambat Respon Kekeringan

TUBAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menerjunkan tim Badan Penanggulangan Bencana ...