Kamis
13 Agustus 2026 | 10 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Empat SD Negeri di Ponorogo Nihil Siswa Baru, Riyanto Minta Dindik Siapkan Solusi

PDIP-Jatim-Riyanto-15072026

PONOROGO – Empat sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Ponorogo tidak mendapatkan satu pun siswa baru pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Empat sekolah tersebut, yakni SDN Nailan di Kecamatan Slahung, SDN Setono di Kecamatan Jenangan, SDN 3 Pomahan di Kecamatan Pulung, dan SDN 4 Tempuran di Kecamatan Sawoo.

Selain empat sekolah tersebut, sejumlah SD negeri lainnya juga hanya menerima siswa dalam jumlah yang sangat minim.

Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Riyanto, mengatakan, bahwa fenomena minimnya siswa baru di SD negeri bukan persoalan baru. Menurutnya, kondisi itu hampir selalu terjadi setiap tahun ajaran baru.

“Fenomena ini hampir setiap tahun selalu ada. Ada beberapa penyebabnya. Pertama, memang karena program keluarga berencana yang dicanangkan pemerintah sehingga jumlah anak usia sekolah menurun,” kata Riyanto di Ponorogo, pada Rabu (15/7/2026).

Selain itu, legislator PDI Perjuangan itu menambahkan, bahwa masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan sekolah. Tidak sedikit orang tua memilih menyekolahkan anaknya di sekolah swasta maupun pondok pesantren yang menawarkan program pendidikan berbasis keagamaan.

“Di masing-masing wilayah hampir itu masalahnya. SD swasta yang berbau agama malah banyak yang membludak,” terangnya.

Karena itu, tambah Riyanto, kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD Ponorogo yang meminta Dinas Pendidikan segera menyiapkan langkah evaluasi dan solusi jangka panjang.

“Nanti akan kami sharing dengan teman-teman di Dinas Pendidikan bagaimana solusi ke depan, termasuk sekolah-sekolah ini nantinya akan seperti apa penanganannya,” ungkap Wakabid Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif DPC PDI Perjuangan Ponorogo itu.

Komisi D DPRD Ponorogo juga berencana menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan Dinas Pendidikan untuk mengevaluasi pelaksanaan SPMB tahun ini. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan dalam pelaksanaan penerimaan murid baru tahun berikutnya.

“Kami merencanakan hearing dengan Dinas Pendidikan terkait hasil SPMB. Masih ada beberapa persoalan yang perlu diluruskan agar pelaksanaan tahun depan lebih nyaman, lebih fleksibel, dan tidak menimbulkan permasalahan bagi wali murid,” tandasnya.

Ia menilai, sekolah yang kekurangan siswa rata-rata berada di wilayah pinggiran. Pihaknya juga mendorong sekolah-sekolah negeri untuk terus berinovasi agar mampu meningkatkan daya saing. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Malang Minta Diskominfo Optimalkan 7 Videotron, Jangan Tambah Aset yang Bebani APBD

MALANG – DPRD Kabupaten Malang meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengoptimalkan tujuh aset ...
KABAR CABANG

Musran-Musanran Rampung, PDIP Trenggalek Konsolidasi Struktur Desa Hadapi Agenda 2027-2029

DPC PDI Perjuangan Trenggalek merampungkan Musran-Musanran di 152 desa dan mulai mengonsolidasikan pengurus baru ...
LEGISLATIF

Sidang Tahunan MPR 2026 Dimajukan ke 14 Agustus, Puan Pastikan DPR Lebih Khidmat

Sidang Tahunan MPR 2026 dimajukan menjadi Jumat, 14 Agustus karena 16 Agustus jatuh pada Minggu. Puan memastikan ...
KABAR CABANG

Bojonegoro Dilanda Kekeringan, Warga Sukosewu Terima Bantuan 10.000 Liter Air Bersih dari Abidin Fikri

BOJONEGORO – Dampak musim kemarau dan fenomena El Nino mulai meluas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Salah satu ...
KRONIK

Candra Minta TAPD Jember Buka Angka di Balik Rencana Utang Rp786 Miliar

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membuka seluruh ...
KRONIK

Sonny PDIP Ajak KTH dan UMKM Kayu Banyuwangi Jaga Hutan dari Hulu hingga Hilir

BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong Kelompok Tani Hutan (KTH), pelaku industri, ...