Kamis
13 Agustus 2026 | 10 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Harga Telur dan Daging Ayam di Ngawi Merangkak Naik, Pemkab Gelar Pasar Murah

IMG-20260715-WA0024

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan inflasi daerah. Langkah ini dilakukan menyusul mulai naiknya kembali harga sejumlah komoditas, setelah sebelumnya sempat landai.

Berdasarkan pantauan harga hingga Rabu (15/7/2026), harga telur ayam negeri di tingkat konsumen naik menjadi Rp23.600 per kilogram dari sebelumnya Rp22.000 per kilogram. Sementara harga daging ayam potong juga meningkat menjadi sekitar Rp35.000 per kilogram dari sebelumnya Rp32.000 per kilogram.

Untuk menekan dampak kenaikan harga tersebut, Pemkab Ngawi menggelar pasar murah di Alun-alun Merdeka Ngawi. Warga tampak antusias membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar. Telur ayam dijual Rp21.000 per kilogram, sedangkan daging ayam Rp30.000 per kilogram.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan upaya rutin pemerintah daerah untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pokok sekaligus mengendalikan inflasi.

“Tujuannya memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan terjangkau masyarakat. Dengan stabilitas harga, inflasi bisa ditekan dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Wabup Antok.

Menurutnya, intervensi tidak hanya dilakukan di kawasan perkotaan, tetapi juga menyasar seluruh kecamatan. Penyaluran komoditas disesuaikan dengan potensi produksi di masing-masing wilayah agar distribusi pangan lebih merata.

Ia mencontohkan, wilayah yang minim produksi beras akan mendapat pasokan dari daerah surplus. Begitu pula komoditas sayuran, telur, hingga cabai akan didistribusikan sesuai kondisi produksi di masing-masing wilayah.

“Wilayah atas misalnya lebih minim produksi gabah, sehingga perlu intervensi. Sebaliknya, komoditas sayuran dari daerah penghasil bisa disalurkan ke wilayah lain agar harga tetap stabil,” katanya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi itu menambahkan, Gerakan Pangan Murah akan dilaksanakan secara berkala di sejumlah titik di seluruh Kabupaten Ngawi. Pelaksanaannya menyesuaikan hasil evaluasi mingguan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terhadap perkembangan harga berbagai komoditas.

“Pelaksanaannya periodik. Setiap minggu kami melakukan evaluasi inflasi bersama TPID. Jika ada komoditas yang mulai memicu inflasi, maka akan dilakukan intervensi melalui pasar murah,” pungkasnya. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Malang Minta Diskominfo Optimalkan 7 Videotron, Jangan Tambah Aset yang Bebani APBD

MALANG – DPRD Kabupaten Malang meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengoptimalkan tujuh aset ...
KABAR CABANG

Musran-Musanran Rampung, PDIP Trenggalek Konsolidasi Struktur Desa Hadapi Agenda 2027-2029

DPC PDI Perjuangan Trenggalek merampungkan Musran-Musanran di 152 desa dan mulai mengonsolidasikan pengurus baru ...
LEGISLATIF

Sidang Tahunan MPR 2026 Dimajukan ke 14 Agustus, Puan Pastikan DPR Lebih Khidmat

Sidang Tahunan MPR 2026 dimajukan menjadi Jumat, 14 Agustus karena 16 Agustus jatuh pada Minggu. Puan memastikan ...
KABAR CABANG

Bojonegoro Dilanda Kekeringan, Warga Sukosewu Terima Bantuan 10.000 Liter Air Bersih dari Abidin Fikri

BOJONEGORO – Dampak musim kemarau dan fenomena El Nino mulai meluas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Salah satu ...
KRONIK

Candra Minta TAPD Jember Buka Angka di Balik Rencana Utang Rp786 Miliar

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membuka seluruh ...
KRONIK

Sonny PDIP Ajak KTH dan UMKM Kayu Banyuwangi Jaga Hutan dari Hulu hingga Hilir

BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong Kelompok Tani Hutan (KTH), pelaku industri, ...