Sabtu
05 September 2026 | 7 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Rijanto Dorong Pushbike Jadi Agenda Olahraga Rutin Anak-anak Kabupaten Blitar

pdip jatim 260831 pushbike blitar 1

BLITAR — Bupati Blitar Rijanto mendorong olahraga pushbike tidak berhenti sebagai kegiatan perlombaan, tetapi berkembang menjadi agenda olahraga rutin bagi anak-anak di Kabupaten Blitar. Menurutnya, olahraga berbasis komunitas seperti pushbike dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan aktivitas fisik dan membangun kebiasaan hidup aktif sejak usia dini.

Dorongan tersebut disampaikan Rijanto saat menghadiri Blitar Heritage Pushbike Fun Race di Area Parkir Barat Kantor Bupati Blitar, Kanigoro, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan yang digelar Asosiasi Pushbike Indonesia (Aspina) Kabupaten Blitar tersebut diikuti sekitar 250 peserta dari Blitar Raya dan sejumlah daerah di sekitarnya.

Rijanto menilai pushbike memiliki potensi besar sebagai sarana pengenalan olahraga kepada anak-anak. Selain melatih kemampuan fisik dan koordinasi gerak, olahraga tersebut dikemas dalam suasana yang menyenangkan dan dekat dengan dunia anak.

Menurutnya, mengenalkan olahraga kepada anak tidak harus selalu dimulai melalui kompetisi serius. Kegiatan yang menyenangkan justru dapat menjadi pintu awal agar anak tertarik berolahraga dan kemudian menjadikannya sebagai kebiasaan.

“Olahraga seperti pushbike tidak hanya menjadi sarana hiburan dan rekreasi bagi anak-anak, tetapi juga menjadi langkah awal untuk mengenalkan olahraga kepada generasi muda sejak usia dini,” kata Rijanto.

Karena itu, Rijanto berharap kegiatan pushbike dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Ia ingin olahraga tersebut tidak hanya muncul ketika ada momentum tertentu, tetapi memiliki tempat dalam kalender kegiatan olahraga Kabupaten Blitar.

“Harapannya kegiatan serupa terus dikembangkan dan menjadi agenda olahraga yang rutin di Kabupaten Blitar,” ujarnya.

Menurut Rijanto, keberlanjutan kegiatan olahraga anak juga akan mendorong tumbuhnya komunitas olahraga di daerah. Kompetisi yang digelar secara berkala dapat mempertemukan anak-anak dari berbagai wilayah sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang sesuai minat dan bakat.

Ia pun mengapresiasi Aspina Kabupaten Blitar serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Blitar Heritage Pushbike Fun Race.

Bagi Rijanto, keberadaan komunitas memiliki peran penting dalam menciptakan ruang olahraga yang dapat diikuti anak-anak sekaligus melibatkan keluarga. Dengan demikian, olahraga tidak hanya menjadi aktivitas individu, tetapi juga membangun interaksi dan kebersamaan masyarakat.

Blitar Heritage Pushbike Fun Race digelar sebagai bagian dari rangkaian memperingati Hari Jadi ke-702 Blitar sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sekitar 250 peserta yang berasal dari Blitar Raya dan daerah sekitarnya mengikuti perlombaan tersebut. Kehadiran peserta, orang tua, komunitas dan masyarakat membuat arena kegiatan menjadi ruang pertemuan sekaligus ruang tumbuh bagi komunitas olahraga anak.

Rijanto melihat manfaat kegiatan tersebut lebih luas daripada sekadar perlombaan. Di tengah kebutuhan menghadirkan aktivitas positif bagi anak, olahraga berbasis komunitas dapat menjadi pilihan yang sehat sekaligus memperkuat interaksi sosial.

“Selain memberikan ruang bagi anak-anak untuk berolahraga, event ini juga dapat mempererat kebersamaan masyarakat serta mendukung tumbuhnya komunitas olahraga di Kabupaten Blitar,” tutur Rijanto.

Ia menegaskan, pengembangan olahraga anak membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas dan masyarakat. Dukungan tersebut diperlukan agar kegiatan olahraga tidak hanya bertambah dari sisi jumlah event, tetapi juga memiliki pola pembinaan yang berkelanjutan.

Menurut Rijanto, Blitar Heritage Pushbike Fun Race menjadi contoh bahwa olahraga berbasis komunitas dapat tumbuh melalui momentum perayaan daerah. Namun, yang lebih penting adalah memastikan semangat berolahraga tidak berhenti setelah perlombaan selesai.

Dengan menjadikan pushbike sebagai agenda rutin, Rijanto berharap semakin banyak anak-anak Blitar memiliki ruang untuk berolahraga, berinteraksi, sekaligus mengembangkan minat dan kemampuan mereka sejak usia dini. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Di Tempat Hasto Dilahirkan, Demokrasi Dibicarakan Lewat Gamelan dan Tarian

YOGYAKARTA – Tidak ada kemewahan ruang pertemuan hotel. Tidak ada pendingin udara yang membuat suasana malam terasa ...
LEGISLATIF

Puan Dukung Penegakan Hukum 21 Badan Usaha Terkait Karhutla, Minta Prosesnya Transparan

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan penegakan hukum ...
KRONIK

Hasto Ingatkan Ancaman Populisme Otoriter, Dorong Lima Agenda Ketahanan Demokrasi

YOGYAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan menguatnya populisme otoriter dapat ...
KRONIK

Pantau Langsung Kebakaran Kawah Ijen, Bupati Ipuk Ajukan Helikopter Water Bombing

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memantau langsung lokasi kebakaran di Kawsan Pegunungan Ijen, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Lantik 4 Kepala OPD, Tekankan Integritas dan Pelayanan Terbaik untuk Rakyat

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama (JPTP) di ...
KABAR CABANG

Formasi Baru Terbentuk, Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pagerwojo Siap Menangkan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Pagerwojo masa bakti 2026-2031 resmi ...