Kamis
10 September 2026 | 7 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Surabaya Kite Festival Naik Kelas, Eri Targetkan Hadiah Rp100 Juta Tahun Depan

pdip jatim 260831 festival layangan sby

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana meningkatkan skala kompetisi Surabaya Kite Festival pada penyelenggaraan tahun depan. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menargetkan total hadiah naik hampir dua kali lipat menjadi Rp100 juta, sekaligus menyesuaikan waktu pelaksanaan dengan kondisi angin terbaik agar kualitas kompetisi semakin meningkat.

Rencana tersebut disampaikan Eri setelah melihat tingginya antusiasme peserta dan masyarakat dalam Surabaya Kite Festival 2026 yang digelar di Long Beach Area Selatan, Pakuwon City, Surabaya, Sabtu (29/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026).

“Alhamdulillah, festival layang-layang yang sempat vakum kini sudah kembali rutin digelar. Tahun ini diikuti peserta dari berbagai daerah hingga luar negeri seperti Malaysia, Swedia, dan Jepang. Bahkan ada perwakilan dari Denmark serta India tadi menyampaikan komitmennya untuk langsung berpartisipasi tahun depan,” ujar Eri saat ditemui di lokasi, Minggu (30/8/2026).

Melihat perkembangan tersebut, Eri ingin Surabaya Kite Festival tidak hanya menjadi agenda rekreasi dan hiburan masyarakat, tetapi berkembang sebagai kompetisi layang-layang yang semakin diperhitungkan di tingkat internasional.

“Tahun ini total hadiahnya sekitar Rp52 juta. Tahun depan target kita alokasikan total hadiah mencapai Rp100 juta. Penyelenggaraannya akan disesuaikan dengan kondisi angin terbaik,” katanya.

Surabaya Kite Festival 2026 mengusung tema “Budaya dan Kuliner”. Festival tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari 38 kelompok komunitas layang-layang. Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara.

Menurut Eri, kembalinya festival secara rutin menjadi perkembangan positif setelah sebelumnya sempat vakum. Bahkan, komunitas layang-layang dari sejumlah negara mulai menunjukkan ketertarikan untuk ambil bagian dalam penyelenggaraan berikutnya.

Tak hanya menawarkan hadiah uang tunai, pemenang Surabaya Kite Festival 2026 juga memperoleh kesempatan tampil pada festival layang-layang terbesar di India.

Kesempatan tersebut didukung Konsulat Jenderal India dengan pembiayaan penuh bagi pemenang untuk mengikuti festival yang dijadwalkan berlangsung pada Januari-Februari mendatang.

“Jadi, selain mendapatkan hadiah, mereka yang menang akan mendapatkan kesempatan dibiayai oleh Konsulat Jenderal India untuk berlaga di festival terbesar,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Dalam kompetisi tersebut, penilaian dilakukan melalui dua tahapan. Pada tahap awal, juri menilai aspek teknis, desain, serta kesesuaian layang-layang dengan tema saat berada di darat.

Penilaian kemudian dilanjutkan dengan melihat keseimbangan serta kemampuan layang-layang ketika bermanuver di udara.

Salah satu karya yang mencuri perhatian dalam festival tahun ini adalah layang-layang berbentuk Punakawan. Karakter pewayangan seperti Semar dan Petruk dinilai mampu menjadi representasi budaya Indonesia yang memiliki keunikan tersendiri.

“Ciri khas Indonesia yang disukai di tingkat dunia adalah Punakawan. Tokoh seperti Semar dan Petruk ini unik dan tidak dimiliki negara lain, sehingga menjadi identitas budaya yang terus kita tonjolkan,” ujar Eri.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Herry Purwadi mengatakan, kualitas kompetisi juga dijaga melalui keterlibatan juri tingkat nasional.

“Tim juri yang bertugas sangat kredibel, di antaranya melibatkan perwakilan dari Museum Layang-Layang Jakarta, Ketua Persatuan Layang-Layang Jawa Timur, hingga tokoh dari Persatuan Pelayang Nasional,” kata Herry.

Antusiasme masyarakat terhadap festival tersebut juga melampaui target awal. Pemkot Surabaya sebelumnya menargetkan sekitar 3.000 pengunjung selama dua hari pelaksanaan.

Namun, hingga hari kedua, jumlah pengunjung telah menembus lebih dari 5.000 orang.

“Target awal kami sebenarnya sekitar 3.000 pengunjung. Namun sejak hari pertama Sabtu kemarin hingga hari kedua ini, jumlah pengunjung tercatat sudah menembus lebih dari 5.000 orang. Ini luar biasa sekali,” ungkap Herry.

Selain menjadi ruang kompetisi dan atraksi layang-layang, Surabaya Kite Festival 2026 juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Sebanyak 20 UMKM turut membuka lapak di sekitar lokasi festival.

Dengan meningkatnya jumlah peserta, pengunjung, serta keterlibatan komunitas internasional, Pemkot Surabaya berharap Surabaya Kite Festival ke depan dapat menjadi event budaya dan pariwisata yang semakin kuat sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi pelaku UMKM.

Rencana peningkatan hadiah menjadi Rp100 juta tahun depan menjadi salah satu langkah awal untuk mendorong festival tersebut naik kelas dan semakin menarik komunitas layang-layang dari dalam maupun luar negeri. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP Jatim Dorong Digital Dashboard Jadi Dasar Kebijakan Transportasi

Fraksi PDIP Jatim mendorong Digital Dashboard diperkuat sebagai instrumen memantau transportasi, mengolah data, dan ...
KRONIK

Anas Karno Minta Pemkot Surabaya Jemput Bola Layani IKD di Pemukiman Warga

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Jatirogo

TUBAN – Musim kemarau panjang yang memicu krisis air bersih di kawasan barat utara Kabupaten Tuban mendapat ...
EKSEKUTIF

Rijanto Minta Aparat Tak Tunda Laporan Warga Kekurangan di Tengah Kekeringan

Bupati Blitar Rijanto meminta aparat desa dan kecamatan tidak menunda laporan warga yang mulai kekurangan akibat ...
LEGISLATIF

Sensor Air Belum Real-Time, Komisi C Soroti Celah Pencemaran Kali Surabaya Masuk Intake PDAM

SURABAYA – Komisi C DPRD Kota Surabaya menyoroti celah koordinasi dalam penanganan pencemaran Kali Surabaya yang ...
KRONIK

Pelantikan GOW Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Perempuan Lebih Berdaya dan Mandiri

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mendorong kaum perempuan lebih berdaya dan mandiri. Hal itu ...