Selasa
22 September 2026 | 10 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Warga Desa Gemarang Ngawi Butuh JUT dan Alsintan

IMG-20251219-WA0003_copy_555x384

NGAWI – Dua kelompok tani, Tani Makmur dan Tani Rahayu, di Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, menyampaikan sejumlah keluhan kepada Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ngawi, Bambang Sri Saloko. Keluhan tersebut disampaikan saat legislator tersebut menggelar Sosialisasi Perda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Bambang Sri Saloko mengungkapkan, para petani menyampaikan sejumlah persoalan utama, mulai dari kondisi akses jalan menuju lahan pertanian yang rusak berat, ketersediaan pupuk, hingga harapan adanya bantuan alat mesin pertanian (alsintan).

“Kelompok tani dari Dusun Ngadiluwih dan Ngadirejo, Desa Gemarang, memiliki luasan lahan garapan pertanian padi kurang lebih 80 hektare,” ujar Bambang Sri Saloko saat dikonfirmasi, Jumat (19/12/2025).

Menurutnya, potensi pertanian padi di wilayah tersebut cukup besar karena siklus tanam dapat berlangsung sepanjang tahun. Namun, potensi tersebut belum didukung infrastruktur yang memadai, terutama akses angkut hasil panen.

“Akses angkut hasil panen terkendala karena kondisi jalan yang rusak dan belum tersentuh pembangunan. Petani menginginkan adanya jalan usaha tani (JUT),” jelasnya.

Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Paron ini menambahkan, selama ini petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengangkut hasil panen. Biaya angkut menggunakan ojek bandang kerap membengkak akibat kondisi jalan yang rusak dan berlumpur.

“Selama ini memang belum pernah ada pembangunan. Petani membutuhkan JUT sepanjang kurang lebih tiga kilometer, dan ini akan kami perjuangkan pada tahun anggaran mendatang,” ungkap legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI Ngawi tersebut.

Selain persoalan akses jalan, petani juga mengeluhkan ketersediaan pupuk yang dinilai sering terlambat datang dan tidak sesuai dengan waktu musim tanam. Pupuk jenis Phonska juga disebut kerap mengalami kekurangan.

“Terkait keluhan pupuk ini, akan kami sampaikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam sosialisasi tersebut, para petani juga berharap adanya bantuan alat mesin pertanian. Bantuan alsintan berupa tleser dinilai penting untuk mempercepat proses panen sekaligus mendukung peningkatan perekonomian petani.

“Keberadaan alsintan diharapkan dapat mempercepat proses panen dan dikelola secara kelompok sehingga mampu meningkatkan perekonomian para petani,” pungkasnya. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Cegah Stunting, Mbak Nia Dorong Keluarga Perkuat Gizi dan Pendampingan Anak

SUMENEP – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, mengajak masyarakat memperkuat upaya ...
LEGISLATIF

Sri Untari Bawa Aspirasi Guru Olahraga ke Raperda Keolahragaan dan Kepemudaan

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno memastikan berbagai aspirasi guru olahraga akan dibawa ...
KRONIK

Ina Ammania: AI bukan Jalan Pintas Selesaikan Tugas Akademik

BONDOWOSO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, mengingatkan mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) ...
LEGISLATIF

Khamim Tohari Berharap Konflik Songgoriti Tuntas, Jadi Kado HUT ke-25 Kota Batu

BATU – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu Khamim Tohari berharap penuntasan konflik pengelolaan dan ...
PEMILU

Puan Tegaskan Ambang Batas Parlemen 5 Persen Masih Wacana Informal Antarparpol

JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan wacana ambang batas parlemen ...
EKSEKUTIF

Eri Beber Alasan Pemkot Surabaya Libatkan Warga dalam Pemeringkatan Desil

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi membeberkan alasan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melibatkan warga dalam ...