Minggu
01 November 2026 | 6 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDIP Sapa Ribuan Buruh Rokok di Malang, Tegaskan Komitmen Perjuangkan ‘Trilayak’ Jelang May Day

pdip jatim 260430 may day gondanglegi 1

PDIP sapa ribuan buruh rokok di Malang jelang May Day 2026, tegaskan komitmen perjuangkan Trilayak dan hak buruh perempuan.

MALANG — Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, DPP PDI Perjuangan memilih turun langsung menyapa ribuan buruh rokok di CV Sayap Mas Nusantara, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan bertema “Banteng Pro Pekerja: Buruh Berdaulat, Indonesia Berdikari” ini dihadiri jajaran DPP, DPD PDIP Jawa Timur, serta DPC PDIP se-Malang Raya. Turut hadir Bupati Malang HM Sanusi.

Tak sekadar seremoni, kegiatan ini diisi layanan kesehatan gratis, konsultasi hukum melalui Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR), serta pembagian sembako kepada sekitar 3.000 buruh.

Ketua Bidang Kesehatan DPP PDIP, Ribka Tjiptaning, menyebut Malang dipilih karena tingginya jumlah buruh perempuan yang bekerja di sektor rokok.

Menurutnya, ribuan buruh perempuan tersebut merupakan representasi nyata “Kartini modern” yang berperan penting dalam ekonomi keluarga dan nasional.

“Mereka adalah pejuang ekonomi keluarga sekaligus pahlawan ekonomi bangsa,” ujarnya. (Baca juga: Hasto: RUU Ketenagakerjaan Harus Berpijak pada Sejarah dan Ideologi Pembebasan Buruh)

Dalam kesempatan tersebut, Ribka kembali menegaskan komitmen PDIP untuk mengawal pemenuhan konsep “Trilayak”, yakni Layak Kerja, Layak Upah, dan Layak Hidup.

“PDIP tegak lurus berpihak pada buruh. Trilayak ini harus terus diperjuangkan karena belum sepenuhnya tercapai,” tegasnya.

Ia juga menyoroti peran partainya dalam mengawal kebijakan nasional, termasuk mendorong pengaktifan kembali jutaan peserta BPJS yang sempat dinonaktifkan.

Ribka mengingatkan agar peringatan May Day tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, melainkan momentum perjuangan yang memiliki arah dan target jelas.

Sementara itu, Ketua DPP Bidang Tenaga Kerja dan Perlindungan PMI, Mercy Chriesty Barends, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kesejahteraan buruh.

“Tidak boleh ada eksploitasi. Buruh adalah penggerak utama ekonomi. Kemajuan industri harus berdiri di atas kesejahteraan buruh,” ujarnya.

Ia menambahkan, PDIP terus mengawal RUU Perlindungan Tenaga Kerja, termasuk pemenuhan hak-hak buruh perempuan seperti cuti haid dan cuti melahirkan.

Senada, Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, menegaskan komitmen pihaknya dalam mengawal implementasi regulasi ketenagakerjaan di tingkat daerah.

“Kaum Marhaen, termasuk buruh rokok, adalah jantung ekonomi. Kami di tingkat DPC melalui fraksi di DPRD akan mengawal ketat regulasi turunan dari RUU Ketenagakerjaan nantinya. Kami ingin perlindungan hak buruh di Kabupaten Malang bersifat rigid dan tidak bisa ditawar,” pungkasnya. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Desil Bansos Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Yuzar Rasyid Minta Warga Ajukan Sanggahan

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mendapati angka desil bantuan sosial tidak ...
HEADLINE

Pimpin Kembali PA GMNI Jatim, Deni Wicaksono Andalkan Digital Sebarkan Gagasan Bung Karno

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Guntur Dorong Paguyuban MC Blitar Samakan Standar Profesionalisme

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, mendorong paguyuban pembawa acara atau ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...