SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, akan memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk memperluas jangkauan gagasan dan pemikiran Bung Karno. Strategi ini ditempuh untuk menyebarluaskan semangat nasionalisme dan marhaenisme kepada generasi muda melalui pola komunikasi yang lebih kekinian.
Hal itu dia sampaikan setelah kembali dipercaya memimpin DPD PA GMNI Jatim untuk lima tahun ke depan. Deni terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Daerah (Konferda) V PA GMNI Jatim di Hotel Harris Gubeng, Surabaya, Sabtu (31/10/2026) malam.
Seluruh peserta Konferda yang merupakan perwakilan pengurus PA GMNI kabupaten/kota se-Jawa Timur sepakat memberikan mandat kembali kepada Deni. Dalam forum tersebut, Saifudin Zuhri juga ditetapkan sebagai Sekretaris PA GMNI Jatim. Sekretaris Jenderal DPP PA GMNI Abdy Yuhana turut hadir.
Usai terpilih, Deni menyampaikan rasa syukur atas kelancaran Konferda. Forum tersebut juga menjadi momentum penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya sekaligus penetapan arah organisasi untuk lima tahun mendatang.
“Ini amanah yang luar biasa, kepercayaan yang luar biasa dari kawan-kawan PA GMNI se-Jawa Timur kepada kami,” kata Deni. (Baca juga: Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara)
Menurut Deni yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Jatim itu, salah satu tantangan organisasi ke depan adalah menjaga agar pemikiran Bung Karno tetap relevan dan dikenal generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Penyebarluasan nasionalisme dan marhaenisme, kata dia, tidak bisa hanya mengandalkan komunikasi langsung melalui pertemuan fisik. PA GMNI perlu masuk ke ruang digital dengan memanfaatkan berbagai platform yang dekat dengan keseharian anak muda.

Deni menilai perkembangan teknologi harus dipandang sebagai peluang untuk memperluas jangkauan gagasan sekaligus memperkenalkan pemikiran Bung Karno dengan pendekatan yang sesuai perkembangan zaman.
“Kita tidak bisa melawan perkembangan zaman, kita harus ikut masuk di dalamnya sehingga GMNI khususnya ajaran-ajaran Bung Karno itu bisa lebih diterima oleh anak-anak muda dengan cara-cara yang kekinian,” jelas Deni.
Untuk menjalankan agenda tersebut, kepengurusan baru akan segera disusun bersama tim formatur. Deni berkomitmen merangkul berbagai kelompok dan elemen agar PA GMNI Jatim menjadi wadah bersama bagi para alumni di seluruh wilayah Jawa Timur.
“Insya Allah kita akan mengakomodir semua kelompok, semua elemen sehingga wadah besar atau rumah besar Persatuan Alumni GMNI Jawa Timur ini bisa menaungi, mengakomodasi seluruh kepentingan kawan-kawan di Jawa Timur,” ungkap Deni yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PA GMNI Abdy Yuhana menegaskan posisi strategis Jawa Timur dalam perjalanan organisasi. Menurutnya, Jawa Timur memiliki keistimewaan, bukan hanya karena wilayahnya yang luas, tetapi juga kedekatan sejarah dengan Bung Karno.
Surabaya merupakan tempat kelahiran Bung Karno, proklamator sekaligus tokoh yang pemikirannya menjadi landasan perjuangan GMNI.
“Saya katakan bahwa PA GMNI Jawa Timur ini adalah PA GMNI istimewa. Kita bisa berkumpul karena pemikiran-pemikiran Bung Karno,” ujar Abdy. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












