Jumat
15 Mei 2026 | 5 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pesan Wabup Antok di Muspimcab PMII Ngawi: Dzikir, Fikir, Amal Sholeh Jadi Pijakan Utama

IMG-20260425-WA0040_copy_850x577

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menjadi tamu spesial dalam agenda Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab) IV PMII Kabupaten Ngawi yang digelar di Agro Techno Park, Kecamatan Ngrambe, Sabtu soree (25/4/2026).

Dalam sambutannya, Wabup Antok menekankan pentingnya motto organisasi PMII, yakni Dzikir, Fikir, dan Amal Sholeh, sebagai pijakan utama kader dalam menjalankan roda organisasi maupun menghadapi tantangan masa depan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ngawi, kami mengucapkan selamat atas terselenggaranya Muspimcab PMII Kabupaten Ngawi yang keempat. Semoga forum ini melahirkan keputusan yang bermanfaat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta tantangan zaman,” ujar Wabup Antok.

Menurutnya, kondisi saat ini menuntut sumber daya manusia yang siap bersaing dan adaptif. Karena itu, PMII diharapkan mampu memetakan arah gerak organisasi, termasuk menyiapkan kader yang memiliki keterampilan, kompetensi, dan daya saing di berbagai sektor.

Dalam kesempatan itu, Wabup Antok juga mencontohkan, Kabupaten Ngawi saat ini mulai berkembang sebagai daerah tujuan investasi. Sejumlah perusahaan penanaman modal asing (PMA) membuka peluang kerja baru, tidak hanya di level operator, tetapi juga posisi manajerial.

“Ini peluang besar bagi generasi muda Ngawi. Tinggal bagaimana kita menyiapkan SDM yang terampil dan memiliki kapasitas sesuai kebutuhan dunia kerja,” katanya.

Selain kemampuan teknis, Wabup Antok juga menilai kader PMII harus memiliki jiwa kepemimpinan, karakter kuat, dan kemampuan membaca dinamika sosial. Menurutnya, nilai Dzikir, Fikir, dan Amal Sholeh menjadi fondasi penting dalam proses tersebut.

Apresiasi pemikiran revolusioner
Wabup Antok menjelaskan, dzikir menjadi dasar spiritual dan moral, fikir mencerminkan intelektualitas serta budaya diskusi, sedangkan amal sholeh diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

“Pergerakan harus dibangun lewat kajian, diskusi, komunikasi, dan kolaborasi. Kader PMII harus peka terhadap persoalan sekitar serta mampu memberi solusi,” ujarnya.

Wabup Antok juga menyampaikan apresiasi terhadap PMII Ngawi yang tidak hanya fokus pada isu internal kampus, tetapi mulai berpikir visioner. Kader PMII harus melihat peluang di bidang pemerintahan, pendidikan, kewirausahaan, dunia usaha, hingga sektor sains dan akademik.

“Kader PMII harus tampil di dunia pendidikan, di pemerintahan juga harus tampil kader PMII. Begitu pula di bidang usaha, swasta, dan sektor lainnya,” tegasnya.

Ia berharap Muspimcab IV PMII Ngawi dapat berjalan lancar serta menghasilkan rekomendasi strategis yang relevan bagi perkembangan organisasi maupun kemajuan daerah. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PAC PDIP Prajuritkulon Genjot Konsolidasi hingga Anak Ranting, Target Rampung Mei 2026

PAC PDI Perjuangan Prajuritkulon menggencarkan konsolidasi hingga anak ranting untuk memperkuat soliditas kader di ...
LEGISLATIF

Kembalikan Citra Kota Malang sebagai Kota Bunga, Eko Herdiyanto Dorong Penguatan Ruang Hijau di Perbatasan

Eko Herdiyanto mendorong penguatan ruang hijau di perbatasan demi mengembalikan citra Kota Malang sebagai Kota ...
KABAR CABANG

Ditinggal Berjualan, Dapur Mbah Rupini Terbakar, PAC Paron Salurkan Bantuan

  NGAWI – Sebuah bangunan dapur milik Rupini, warga Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, terbakar pada ...
KRONIK

Grisa Job Fair, Pemkab Ngawi Sinergikan Bidang Pendidikan dengan Industri

NGAWI – Halaman SMK PGRI 1 Ngawi dipadati pencari kerja dalam gelaran Grisa Job Fair 2026, Rabu (13/5/2026). Tidak ...
KABAR CABANG

Suratun Nasikhah Minta Minimal Satu Kader Muda Masuk Calon Pengurus Ranting PDIP

Suratun Nasikhah meminta minimal satu kader muda masuk komposisi calon pengurus ranting PDIP di tingkat desa. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Sebut Penanganan Stunting di Surabaya Berhasil karena Gotong Royong

Eri Cahyadi menyebut keberhasilan penanganan stunting di Surabaya lahir dari gotong royong dan kolaborasi berbagai ...