LAMONGAN – Dinas Tenaga Kerja Lamongan bersama sejumlah buruh menggelar kegiatan bersama dalam rangka peringatan Hari Buruh Nasional, 1 Mei 20206.
Acara dilaksanakan halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lamongan pada Kamis (30/4/2026) malam, dengan tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Buruh”.
Adapun rangkaian acara yakni pemutaran film Marsinah, orasi kebangsaan dan doa bersama.
Rekrutmen pekerja lokal
Pemutaran film “Marsinah, Cry Justice” terasa emosional. Apalagi tahun lalu, buruh asal Nganjuk itu ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Ketua SARBUMUSI Lamongan, Nihrul Bahi Alhaidar (Gus Irul), menyatakan bahwa sosok Marsinah adalah ruh perjuangan bagi buruh dalam mengawal ketidakadilan.
”Kami hadir untuk mendampingi warga Nahdlatul Ulama yang mayoritas bekerja di perusahaan. Namun, kami juga berkomitmen mendukung iklim industrialisasi di Lamongan agar investasi berjalan lancar, dengan catatan pekerja lokal Lamongan harus menjadi prioritas utama,” ucap Gus Irul.
Perlindungan sosial buruh
Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara menyampaikan, buruh, petani, nelayan dan sektor lainnya, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Lamongan mencapai 5,4 persen pada tahun lalu. Sementara IPM berada di angka 76,81.

“Kategori tinggi di atas rata-rata Jawa Timur,” katanya.
Wabup Dirham menambahkan, buruh sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah yang sesungguhnya.
“Pemkab Lamongan berkomitmen memprioritaskan kesejahteraan buruh melalui penguatan perlindungan sosial BPJS dan pembangunan SDM yang inklusif, meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran,” tegasnya.
Sinergi buruh dan pengusaha
Kepala Disnaker Lamongan, Mokhammad Zamroni, menyebutkan bahwa kondusifitas yang tercipta setiap tahun di Lamongan saat May Day adalah hasil sinergi berbagai pihak. Terutama serikat pekerja dan pengusaha.
”Jika iklimnya produktif dan aman, investasi akan berdatangan, lapangan kerja terbuka luas, dan tenaga kerja kita akan semakin kreatif untuk bersaing dengan tenaga kerja asing,” jelas Zamroni.
Senada dengan itu, Ketua PCNU Lamongan, KH Syahrul Munir (Gus Syahrul), dalam orasi kebangsaannya menekankan pentingnya keadilan bagi kaum buruh.
Mengutip pesan Gus Dur, ia mengingatkan bahwa membela buruh adalah upaya menjaga martabat bangsa.
”Kesejahteraan tanpa keadilan adalah ilusi. Refleksi ini adalah momentum pembaruan spiritual dan solidaritas kita semua,” tutur Gus Syahrul.(mnh/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










