Rabu
14 Oktober 2026 | 7 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Kota Mojokerto Kawal Nasib 18 Tenaga Non-ASN yang Belum Masuk Daftar PPPK

PDIP-Jatim-Ery-17102025

MOJOKERTO – Sebanyak 18 tenaga non-ASN yang tergabung dalam Forum Perjuangan Pegawai non-ASN Kota Mojokerto, belum tercantum dalam daftar pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Berdasarkan data BKPSDM Kota Mojokerto, terdapat 1.123 tenaga non-ASN yang dinyatakan lolos seleksi PPPK paruh waktu. Namun, hanya 18 orang tersebut yang tidak termasuk dalam daftar.

Kondisi itu lantas memunculkan tanda tanya besar, sehingga mendorong DPRD turun tangan mencari kepastian langsung ke pemerintah pusat.

Ketua DPRD Kota Mojokerto, Ery Purwanti, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memperjuangkan hak dari 18 tenaga non-ASN tersebut. Pasalnya, mereka telah mengabdikan dirinya pada Pemkot Mojokerto, selama rata-rata 5-17 tahun.

“Mereka sudah mengabdi bertahun-tahun dan pernah menyampaikan aspirasi melalui hearing di DPRD,” ujarnya, pada Rabu (15/10/2025).

Sebelumnya, ia bersama dua wakil DPRD lainnya, yakni Hadi Prayitno dan Arie Hernowo, telah melakukan audiensi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Ery mengungkapkan, Kota Mojokerto bukan satu-satunya daerah yang menghadapi persoalan serupa. Jumlah tenaga non-ASN yang terdampak di kota ini tergolong paling sedikit dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Karena itu, masih besar harapan, untuk kemudian 18 tenaga non-ASN yang belum tercantum dalam daftar PPPK paruh waktu mendapat prioritas.

“Kota Mojokerto ini menjadi perhatian KemenPAN-RB karena jumlahnya paling sedikit dibanding kasus-kasus daerah lain,” jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu memastikan, bakal mengawal tuntas persoalan ini, hingga hak-hak para tenaga non-ASN tadi terpenuhi.

“Kita akan kawal sampai ke 18 tenaga Non ASN yang belum masuk dalam daftar pengadaan PPPK Kota Mojokerto mendapatkan nomor induk,” terangnya.

Ery menambahkan, dalam waktu dekat akan digelar Rapat Koordinasi KemenPAN-RB dengan seluruh sekretaris daerah kota dan kabupaten di Indonesia. Ia berharap, pertemuan tersebut dapat menghasilkan solusi terbaik bagi para tenaga non-ASN yang belum masuk dalam formasi PPPK paruh waktu.

“Semoga kasus 18 non-ASN yang tidak masuk PPPK ini ada jalan keluarnya,” tandasnya. (fathir/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP Usulkan MJC Digitalisasi 2.574 Pasar Rakyat Jatim, Libatkan 100 Talenta Muda

SURABAYA – Digitalisasi 2.574 pasar rakyat di Jawa Timur diusulkan melibatkan talenta muda melalui program ...
LEGISLATIF

Ony Setiawan Dorong Tuban Jadi Motor Ekonomi Pantura Berbasis Industri, Maritim, dan Pariwisata

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Ony Setiawan mendorong Kabupaten Tuban dikembangkan sebagai motor ...
LEGISLATIF

Puan Desak Tambahan Pasokan BBM Bali Diikuti Perbaikan Distribusi hingga SPBU

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah dan Pertamina memastikan tambahan pasokan bahan bakar ...
KRONIK

PDIP Surabaya Fokus Konsolidasi dan Kerja Kerakyatan untuk Menangkan Pemilu 2029

SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya memprioritaskan konsolidasi organisasi dan penguatan kerja kerakyatan ...
KRONIK

Pemkab Banyuwangi Gelar Operasi Katarak Gratis, Bantu 4.869 Warga

BANYUWANGI –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) ...
KRONIK

Apresiasi Dedikasi Guru Ngaji, Hj. Ansari PDIP Salurkan Bantuan untuk Nenek Suidah

PAMEKASAN – Ketulusan Nenek Suidah (100), guru ngaji sebatang kara asal Dusun Toronan, Desa Larangan Badung, ...