Selasa
26 Mei 2026 | 5 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banjir Rendam 130 Hektare Sawah, Ama Siswanto PDIP Dorong Kajian Ulang Pendirian Pabrik

pdip-jatim-250203-ama-siswanto

JOMBANG – Banjir yang merendam ratusan hektare lahan pertanian di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, mendapat perhatian DPRD setempat. Selain meminta penanganan cepat, DPRD Jombang mendorong kajian ulang pendirian pabrik-pabrik di sekitar kawasan pertanian yang diduga memengaruhi perubahan tata air.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jombang, Ama Siswanto, menilai banjir pertanian yang terjadi berulang tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan musiman. Ia meminta Dinas Pertanian bersama instansi terkait melakukan pendataan menyeluruh untuk memastikan penyebab banjir agar petani tidak terus dirugikan.

“Ini persoalan serius. Dinas Pertanian harus sungguh-sungguh turun ke lapangan untuk mendata penyebab banjir. Jangan sampai petani di Kecamatan Ploso mengalami gagal panen,” ujar Ama, Minggu (18/1/2026).

Berdasarkan data di lapangan, sedikitnya 130 hektare sawah di Kecamatan Ploso terendam banjir akibat luapan Kali Marmoyo. Meski genangan air mulai berangsur surut, potensi banjir susulan masih mengancam seiring tingginya intensitas hujan di wilayah hulu sungai.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai, selain faktor luapan sungai, keberadaan industri di sekitar kawasan terdampak perlu dikaji secara serius. Ia mengingatkan agar pembangunan pabrik tidak mengorbankan keberlanjutan sektor pertanian.

“Perlu dikaji ulang, apakah berdirinya pabrik-pabrik di sekitar wilayah itu juga menjadi penyebab banjir. Jangan sampai pembangunan industri mengorbankan petani,” jelas Ama.

Menurutnya, perlindungan lahan pertanian sejalan dengan agenda nasional ketahanan pangan. Pemerintah daerah, kata dia, harus memastikan arah pembangunan tetap berpihak pada petani.

“Program Presiden Prabowo jelas, Indonesia menargetkan swasembada pangan. Maka Dinas Pertanian jangan hanya fokus pada penanganan jangka pendek, tetapi juga solusi jangka panjang,” terangnya.

Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Ploso, Syaifuddin, mengatakan lahan pertanian yang terdampak banjir tersebar di tiga desa. Dampak terparah terjadi di Desa Gedongombo dengan luasan sekitar 70–80 hektare, disusul Desa Jatigedong sekitar 30 hektare, serta sebagian lahan di Desa Ploso yang berbatasan langsung dengan Jatigedong.

“Total sekitar 130 hektare sawah terendam. Saat ini air memang mulai surut, tetapi masih ada lahan yang tergenang,” ujar Syaifuddin.

Ia menjelaskan, genangan air mulai berkurang sejak 12–13 Desember seiring menurunnya curah hujan di wilayah hulu. Namun hingga kini, dampak kerusakan tanaman belum dapat dipastikan sepenuhnya karena sebagian sawah masih terendam.

“Sampai sekarang belum bisa dipastikan berapa luas tanaman yang mati. Masih ada sawah yang terendam,” katanya.

Data dampak banjir tersebut telah dilaporkan ke Dinas Pertanian Kabupaten Jombang dan ditindaklanjuti bersama PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), mengingat sebagian lahan telah terdaftar dalam program asuransi pertanian.

“Pihak asuransi sudah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan,” tambahnya.

Kepala Desa Gedongombo, Lasiman, membenarkan banjir di wilayahnya mulai surut meski belum sepenuhnya kering. Sawah dengan kontur rendah masih tergenang air.

Ia menyebut dampak terhadap tanaman padi bervariasi. Sebagian kecil tanaman dilaporkan mati dan perlu tanam ulang, meski belum dalam skala besar. Namun kekhawatiran petani tetap tinggi karena banjir kerap berulang.

“Petani khawatir banjir datang lagi. Di sini tidak hanya sekali,” katanya.

Pemerintah desa berharap ada solusi permanen, termasuk normalisasi Kali Marmoyo dan perbaikan tanggul, agar genangan tidak berlangsung lama dan petani tidak terus mengalami kerugian. (fathir/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sambut Idul Adha 1447 H, PDIP Jatim Sembelih 10 Ekor Sapi untuk Warga dan Ponpes Sekitar Kantor DPD 

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, dengan menyembelih sepuluh ekor sapi ...
KABAR CABANG

Said Abdullah Salurkan 298 Ekor Sapi Kurban di Madura, Sasar Pesantren hingga Musala

SUMENEP – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, bersama Yayasan Fathimah Binti Said Gauzan ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Bersinergi dengan Pesantren, Salurkan Daging Kurban 6 Sapi untuk Santri dan Warga

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Bojonegoro bersinergi dengan sejumlah pondok pesantren dalam ...
LEGISLATIF

Diana Sasa: Putusan MK Soal Kuota Perempuan Jadi Peringatan Keras bagi Parpol

Anggota DPRD Jatim Diana Sasa menilai putusan MK soal kuota 30 persen perempuan menjadi peringatan keras agar ...
LEGISLATIF

Doding Persilakan Mahasiswa Kritik Kebijakan Pemkab Trenggalek yang Dinilai Kurang Tepat

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi meminta mahasiswa tidak ragu mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai ...
SUARA MUDA

Dari Dapur ke Digital: Kisah Perempuan Muda Bondowoso Menemukan Suara Politik di Bawah Payung PDIP

Kisah inspiratif generasi-Z Bondowoso yang ditempa politik lewat pendekatan personal Shanti, istri Ketua DPC PDIP ...