Kamis
16 Juli 2026 | 1 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Salat Iduladha, Presiden Sukarno Ditembak Dari Jarak Dekat

pdip-jatim-bung-karno-salat-280823-idul-adha-1962

Tiga tembakan meleset. Sniper mengaku melihat sosok target ada dua.

BERBAGAI peristiwa percobaan pembunuhan dialami Presiden Sukarno. Namun, peristiwa Iduladha cukup menghentak. Sebab penembakan dilakukan dari jarak yang cukup dekat.

Peristiwa ini pula yang membuat negara membentuk resimen khusus untuk mengawal presiden.  

Moehammad Goenawan dalam buku Detik-detik Paling Menegangkan diterbitkan tahun 2015, menulis, pada 14 Mei 1962, sejumlah umat Islam menunaikan Salat Iduladha di lapangan istana. Di sana hadir Presiden Sukarno dan sejumlah menteri.  

Saat jemaah melaksanakan rukuk, terdengar teriakan takbir dari seorang laki-laki disusul bunyi letupan senjata api yang diarahkan kepada Bung Karno. “Dor!”

“Tembakan pertama meleset. Peluru justru mengenai Ketua DPRGR, Zainul Arifin,” tulisnya. Sumber lain menyebut, Zainul Arifin menjadi imam salat.

Tembakan itu membuat para pengawal melindungi Bung Karno. Tembakan kedua pun dilepaskan. Amoen, yang melindungi Presiden Sukarno dengan tubuhnya, tertembak di bagian dada.

Pistol kembali menyalak untuk kesekian kalinya. Kali ini menyerempet kepala Soesilo.

Dengan luka di kepala, Soesilo menerjang sang penembak yang dibantu dua pengawal lainnya. Walaupun terluka parah, Amoen dan Soesilo pada akhirnya selamat.

Peristiwa penembakan Iduladha membuat Menteri Pertahanan dan Keamanan Negara, Jenderal Abdul Haris Nasution mengusulkan kepada Presiden Sukarno untuk membentuk resimen kawal khusus yang bertugas menjaga keselamatan dan kemanan pribadi presiden dan keluarganya.

Resimen ini harus melibatkan prajurit-prajurit terbaik TNI dari empat angkatan: darat, laut, udara, dan kepolisian.

Usulan pun disetujui dan dibentuklah resimen kawal khusus bernama Tjakrabirawa. Nama tersebut diambil dari nama senjata tokoh pewayangan Kresna. Dalam bahasa Sansekerta, Tjakrabirawa berarti lingkaran dahsyat.   

baca juga:Semula Bernama Gelora Bung Karno, Lalu Diubah Jadi Gelora Senayan, Kini?

Ihwal pembentukan resimen khusus juga diakui Wakil Komandan Tjakrabirawa, H Maulwi Saelan seperti dalam buku autobiografinya yang ia tulis, Kesaksian Wakil Komandan Tjakrabirawa: Dari Revolusi 45 Sampai Kudeta 66.

“Peristiwa Idul Adha ini kelak mengubah jalan hidup saya. Karena dengan alasan itu, saya dipindahkan dari Makassar ke Jakarta untuk membentuk Resimen Tjakrabirawa.

Dalam bukunya, Maulwi Saelan juga menjelaskan perihal peristiwa Iduladha. Penembak berada dalam jarak 4 shaf (barisan dalam salat) dari Bung Karno.

“Ketika diperiksa, penembak mengaku melihat Bung Karno yang dibidiknya ada dua orang. Maka bingunglah ia hendak menembak yang mana,” tulis Maulwi yang pernah menjadi kiper Timnas Sepakbola Indonesia saat berlaga di Olimpiade ke-16 Tahun 1956 di Melbourne, Australia melawan Timnas Uni Sovyet. (hs)

Foto: Presiden Sukarno bersama jemaah lainnya menunaikan salat Iduladha di Istana Merdeka, Jakarta, tahun 1962. (historia.id)   


BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Minta Peningkatan PAD Tak Membebani Rakyat

DPRD Kabupaten Trenggalek meminta pemerintah daerah meningkatkan PAD secara kreatif tanpa membebani masyarakat, ...
EKSEKUTIF

Harga Telur dan Daging Ayam di Ngawi Merangkak Naik, Pemkab Gelar Pasar Murah

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah menjaga stabilitas harga ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Mulai Musran dan Musanran, Diana Sasa: Panaskan Mesin Partai, Perkuat Pengabdian Untuk Rakyat

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan resmi memulai pelaksanaan Musyawarah Ranting ...
KABAR CABANG

DPRD Jember Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Fiskal di Tengah Berkurangnya Transfer Pusat

DPRD Jember mulai mengkaji penerapan obligasi daerah atau municipal bond sebagai alternatif pembiayaan pembangunan ...
KRONIK

Perkuat Sinergitas Antarlembaga, Komisi I DPRD Banyuwangi Kunker ke Lapas

BANYUWANGI – Komisi I DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Banyuwangi ...
KRONIK

Gen Z dan Karang Taruna Motor Ekonomi Kreatif Kampung, Anas: Beri Kesempatan Seluas-luasnya

SURABAYA – Generasi muda dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Karang ...