Rabu
04 November 2026 | 5 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Whisnu Berharap Tak Ada Lagi ‘Dagelan’ Saat Penetapan Rasiyo-Lucy

SAMSUNG CAMERA PICTURES
SAMSUNG CAMERA PICTURES
SAMSUNG CAMERA PICTURES
Bakal Cawawali Whisnu Sakti Buana saat ngobrol santi dengan wartawan Surabaya, Senin (21/9/2015).

SURABAYA – Bakal calon wali kota-calon wakil wali kota Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana berharap jago Partai Demokrat dan PAN, yakni Rasiyo-Lucy memenuhi syarat (MS) sebagai pasangan calon dalam Pilkada Surabaya 2015. Pasangan yang diusung PDI Perjuangan itu tidak mau proses demokrasi lima tahunan itu kembali diwarnai ‘dagelan’ politik.

“Kita hanya bisa berdoa saja. Semoga MS (memenuhi syarat),” kata Whisnu Sakti Buana, Senin (21/9/2015), menyikapi rencana penetapan pasangan Rasiyo-Lucy oleh KPU Surabaya pada 24 September depan.

Baca: “KPU Surabaya Rusak Proses Demokrasi”

Seperti diketahui, dua kali pasangan calon Demokrat-PAN dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh KPU Surabaya. Penyebabnya, saat penetapan pertama, bakal cawawali-nya ‘menghilang’ setelah minta izin ke toilet. Sedang pada penetapan kedua, beras persyaratan bakal cawawali dinyatakan tidak lengkap.

Baca juga: Jika Pilkada Ditunda, PDI Perjuangan Surabaya Tempuh Jalur Hukum

Meski pasangan Rasiyo-Lucy nantinya MS dan bisa berlaga di Pilkada 2015, lanjut Whisnu, pihaknya tidak khawatir dalam hal raihan suara dengan pasangan Rasiyo-Lucy. Meski optimistis bisa memenangkan Pilkada Surabaya, tambah Whisnu, pasangan Rasiyo-Lucy bukan lawan yang enteng.

“Kami tidak melihat sebagai ancaman, namun juga tidak meremehkan. Kami melihat sebagai partnership dalam membangun demokrasi. Apapun hasilnya, kita serahkan kepada Tuhan dan rakyat Surabaya,” ucap Whisnu.

Dia optimistis bisa mendulang dukungan masyarakat, melalui kerjasama yang baik dengan Tri Rismaharini, meski sempat diisukan tak sejalan dengan wali kota perempuan pertama di Surabaya itu. “Faktanya ndak begitu. Itu bagian strategi saja,” jelasnya.

Whisnu menegaskan, Risma merupakan kader PDI Perjuangan yang selama ini ditugaskan di lingkungan birokrasi. Sedang Whisnu kebagian menangani urusan politik.

Strategi tersebut, imbuhnya, terbukti sangat ampuh. “Hasilnya seperti yang Anda lihat sekarang, kami dan beliau harmonis. Saya sudah menganggap beliau seperti orang tua sendiri,” tuturnya.

Pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini mengaku banyak belajar dari Risma dalam masalah pemerintahan. Menurutnya, masih banyak yang bisa dikembangkan untuk memajukan Kota Pahlawan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Agus Wicaksono Buka KLIK DALAK di Lumajang, Tegaskan Investasi Harus Berdampak bagi Masyarakat

LUMAJANG – Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, H. Agus Wicaksono, secara resmi membuka kegiatan Klinik ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Siapkan Intervensi Ekonomi di Kawasan Rawan Narkoba Surabaya

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan intervensi ekonomi dan pemberdayaan UMKM di kawasan rawan ...
LEGISLATIF

Polemik Jam Operasional Pasar Buah Tanjungsari, Syaifuddin Zuhri Buka Peluang Revisi Perda

SURABAYA – Polemik pembatasan jam operasional Pasar Buah Tanjungsari mendorong DPRD Surabaya membuka peluang revisi ...
KRONIK

Kemiskinan Banyuwangi Terus Menyusut, 5 Tahun Turun dari 8,07 Jadi 5,6 Persen

BANYUWANGI – Upaya penanggulangan kemiskinan yang menjadi salah satu prioritas Bupati Banyuwangi, Ipuk ...
LEGISLATIF

Reses di Purwodadi, Eko Herdiyanto Soroti Kebutuhan Pompa Air untuk Atasi Banjir

MALANG – Kebutuhan pompa air untuk mengatasi genangan banjir di Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, menjadi ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Pemuda Trenggalek Produksi Film untuk Angkat Potensi 157 Desa Kreatif

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan kreativitas ...