MALANG – Kebutuhan pompa air untuk mengatasi genangan banjir di Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, menjadi salah satu perhatian Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Eko Herdiyanto, saat menyerap aspirasi warga dalam masa Reses I, Selasa (3/11/2026).
Eko menilai, pompa air dibutuhkan terutama di wilayah RT 03 yang kerap mengalami genangan cukup tinggi ketika hujan deras. Bahkan, berdasarkan pengamatannya saat turun langsung ke lokasi, ketinggian air pernah mencapai badan orang dewasa.
“Dibutuhkan pompa air ketika terjadi hujan deras, sehingga genangan air bisa segera dikurangi dan disedot pakai pompa. Saya pas keliling lihat langsung waktu lalu banjirnya sampai sebadan,” ujar Eko yang juga Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang.
Menurutnya, persoalan genangan tersebut perlu mendapat perhatian agar aktivitas dan keselamatan masyarakat tidak terus terganggu setiap kali hujan deras. Karena itu, kebutuhan pompa air menjadi salah satu aspirasi yang akan diperjuangkan melalui pembahasan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dalam agenda reses bertajuk Sobo Kampung tersebut, Eko juga menerima berbagai usulan pembangunan sarana dan prasarana lingkungan. Di antaranya perbaikan saluran air, pavingisasi, serta pengadaan fasilitas pendukung kegiatan RT/RW seperti kursi, meja, dan tenda.
Selain penanganan banjir, Eko mendorong pengembangan ruang terbuka hijau melalui pembangunan taman mini di lingkungan RT/RW. Menurutnya, taman kampung dapat menjadi ruang publik yang meningkatkan kenyamanan sekaligus menyediakan area hijau di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
Perhatian juga diarahkan pada pemberdayaan masyarakat, khususnya generasi muda. Eko mendorong pengaktifan Karang Taruna dan PKK melalui program pelatihan keterampilan yang memiliki peluang ekonomi.

Pelatihan UMKM bidang kuliner dan digitalisasi ekonomi kreatif dinilai dapat membuka kesempatan bagi pemuda untuk membangun usaha mandiri di tengah tantangan mencari pekerjaan.
“Kami support dan dorong Karang Taruna agar proaktif meminta program pelatihan digitalisasi, sesuai era yang memang sudah serba digital. Nanti saya juga akan bantu kawal,” tegasnya.
Di bidang kesehatan, Eko meminta Dinas Kesehatan mengintensifkan pemeriksaan kesehatan berkala bagi masyarakat. Pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, serta perhatian terhadap penanganan tuberkulosis (TBC) menjadi beberapa hal yang perlu diperkuat.
Dia juga menyoroti kesejahteraan para petugas dan kader yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat. Mulai dari kader Posyandu, pengurus RT/RW, Linmas, hingga anggota Karang Taruna dan PKK.
Eko menyatakan seluruh aspirasi yang dihimpun akan dibawa dalam rapat kerja bersama OPD terkait untuk dibahas sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.
“Semua aspirasi ini tentu akan kami bawa dan perjuangkan saat rapat kerja bersama OPD terkait. Meski nanti akan ada penyesuaian anggaran Pemkot saat ini mengalami efisiensi, kita berharap kondisi anggaran tahun depan lebih segar sehingga dapat mengakomodasi keinginan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui agenda Sobo Kampung, Eko memilih menyerap aspirasi dengan mendatangi langsung lingkungan permukiman warga. Pola tersebut memungkinkan persoalan di lapangan, mulai dari infrastruktur hingga kebutuhan sosial, diketahui secara langsung sebagai bahan perjuangan di DPRD. (ull/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













