SURABAYA – DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menyiapkan sekitar 100 titik Teba atau lubang pengolahan sampah organik dalam rangka Pekan Peduli Sampah Nasional pada 9–14 November 2026. Program yang merupakan instruksi DPP PDI Perjuangan tersebut diarahkan untuk mendorong pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk yang bermanfaat bagi lingkungan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya yang juga Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mengatakan pembuatan Teba akan dilaksanakan secara serentak secara nasional pada 14 November 2026 dengan melibatkan jajaran partai hingga anggota legislatif di berbagai tingkatan.
Menurutnya, seluruh DPC, DPD, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, hingga DPR RI mendapat instruksi untuk mengambil bagian dalam gerakan tersebut.
“Kalau di PDI Perjuangan namanya Teba. Teba ini yang akan masuk Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Jadi, diinstruksikan seluruh DPC, seluruh DPD, anggota fraksi DPR provinsi, DPRD kota, maupun DPR RI untuk membuat Teba tersebut,” kata Armuji, Selasa (3/11/2026).
Khusus di Surabaya, sekitar 100 titik Teba direncanakan tersebar di sejumlah wilayah. Penentuan lokasi mempertimbangkan ketersediaan lahan yang memungkinkan untuk penggalian dan pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut.
Armuji menjelaskan, Teba bukan sekadar tempat penampungan sampah organik. Melalui proses penguraian, sampah rumah tangga yang telah dipilah dapat diolah menjadi pupuk alami untuk menyuburkan tanaman, termasuk tanaman produktif.
Ukuran Teba akan disesuaikan dengan kondisi dan luas lahan. Untuk skala lebih besar seperti konsep Mega Pertiwi, lubang dirancang berukuran 3 x 3 meter dengan kedalaman 3 meter.
Sementara untuk kawasan permukiman dan sekitar pasar, ukuran yang disiapkan lebih kecil, yakni 1,5 x 1,5 meter dengan kedalaman 1,5 meter.
Pelibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Khusus Teba yang dibangun di lingkungan perkampungan, pengelolaannya akan diserahkan kepada warga setempat.
“Kalau di daerah perkampungan, ya diserahkan kepada masyarakat,” ujarnya.
Armuji berharap keberadaan Teba dapat mendorong kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah. Dengan pengolahan yang lebih dekat dengan sumber sampah, volume sampah organik yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir dapat dikurangi.
Selain membantu penanganan persoalan sampah, hasil penguraiannya juga dapat dimanfaatkan untuk penghijauan dan penanaman tanaman produktif di lingkungan masyarakat.
Melalui Pekan Peduli Sampah Nasional, PDI Perjuangan menargetkan gerakan pembuatan Teba secara serentak tersebut juga mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). (red)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













