Senin
27 Juli 2026 | 5 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati Ingin Calon Gubernur Adu Program

pdip-jatim-megawati-nyekar-101016
pdip-jatim-megawati-nyekar-101016
Megawati saat nyekar di Makam Bung Karno di Kota Blitar bersama para calon gubernur/wakil gubernur

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengharapkan ketiga pasangan calon yang bersaing pada Pilkada DKI saling adu program, ketimbang menampilkan isu suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA).

Hal itu dia sampaikan, karena saat ini isu SARA mulai mengemuka jelang Pilkada 2017, khususnya di DKI Jakarta.

“Spesial untuk DKI, saya sudah melihat ada gejala bahwa salah satu isu yang terus-menerus ditampilkan adalah isu SARA,” kata Megawati, kemarin. (Baca juga: Kepala Daerah dari PDIP se-Jatim Siap Menangkan Ahok-Djarot)

Presiden Kelima RI itu mengingatkan, Indonesia punya Pancasila yang mengajarkan toleransi atas perbedaan agama dan suku. Karena itu, dia mewanti-wanti ke media agar tidak ikut mengipasi isu SARA.

“Kalau media ikut melakukan demikian, merupakan kemunduran demokrasi Indonesia yang berjalan sudah baik,” tegasnya.

Megawati mengingatkan saat Pemilu Presiden 2014, ketika Joko Widodo diserang dengan isu SARA. Megawati mengatakan, ada tabloid Obor Rakyat yang memberitakan Jokowi sebagai keturunan Tionghoa dan beragama Nasrani.

Padahal Jokowi jelas-jelas orang Jawa dan pernah berhaji. “Bagi kami ini skenario tak sehat,” ucapnya.

Megawati juga menceritakan pengalamannya semasa menjadi Wakil Presiden dan ditugasi Presiden Abdurrahman Wahid untuk keliling di wilayah Indonesia Timur yang kala itu dilanda konflik SARA. Putri Proklamator RI Bung Karno itu melihat langsung dampak konflik SARA kala itu.

“Konflik oleh hal yang tak berbobot tapi merugikan kita sendiri,” ucapnya. (Baca juga: PDIP Ajak Cagub-cawagub Nyekar ke Makam Bung Karno)

Megawati kemarin berziarah ke Makam Bung Karno di Kota Blitar bersama para calon gebernur-wakil gubernur yang diusung PDIP di Pilkada 2017.  Di antara calon, yang menarik perhatian warga dan kalangan media adalah calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Calon petahana ini sempat dihadap-hadapkan dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Saat itu, Ahok memang belum disahkan PDI Perjuangan sebagai calon gubernur.

“Ketika PDIP digoreng, dengan Ibu Risma dihadapkan Ahok, saya diam saja. Bayangkan keduanya petahana dari PDI Perjuangan, kenapa yang ribut justru parpol lain?” kata Megawati.

(Foto-foto Megawati Nyekar di Makam Bung Karno lihat: Di Sini)

Megawati lebih memilih diam menyikapi persoalan itu. Dia lebih mementingkan bahwa semua unsur PDIP harus bergerak memenangkan Ahok-Djarot ketika didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Kudatuli Jadi Ruang Pembelajaran Sejarah, PDIP Blitar Bekali Kader Muda dengan Fondasi Ideologi

BLITAR – Peringatan 30 tahun Peristiwa Kudatuli dimanfaatkan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar sebagai ruang ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Kediri Jadikan Kudatuli Momentum Menjaga Hak Rakyat dan Demokrasi

KEDIRI – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto, menegaskan peringatan 30 tahun peristiwa ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Madiun Targetkan Musran Rampung Awal Agustus, Percepat Konsolidasi hingga Desa

MADIUN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun menargetkan seluruh pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) rampung ...
KABAR CABANG

Tak Lupa Kudatuli, Kader-Kader DPC Kota Pasuruan Nobar Film Dokumenter dan Sarasehan

KOTA PASURUAN – Tiga dekade berlalu sejak peristiwa Kuda Tuli (Kerusuhan 27 Juli 1996), ingatan akan momen kelam ...
KABAR CABANG

Jejak Luka yang Tak Selesai di Rumah Banteng Jember

JEMBER – Sisa hujan masih menetes dari ujung tenda ketika para kader Partai mulai memenuhi halaman Kantor DPC PDI ...
KABAR CABANG

Kudatuli dan Kompas Sejarah bagi Generasi Penerus

MADIUN – Tiga puluh tahun telah berlalu. Waktu bergerak, pemerintahan berganti, dan wajah politik Indonesia ...