Selasa
20 Oktober 2026 | 2 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pembukaan Puncak Petik Laut ke-124 Muncar, Desi Prakasiwi Lepas Kirab Perahu Gitik

PDIP-Jatim Desi dan Petik Laut 11072025

BANYUWANGI – Kirab Perahu Gitik menjadi penanda dimulainya puncak tradisi Petik Laut Muncar 2025 yang digelar Kamis (10/7/2025) pagi. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banyuwangi, Hj. Desi Prakasiwi, secara resmi melepas kirab dari halaman Koramil Muncar, yang kemudian diarak menuju Pelabuhan Muncar sebagai titik akhir prosesi sebelum pelarungan sesaji ke laut.

“Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, saya berangkatkan dan semoga lancar dan selamat sampai tujuan. Selamat dan sukses untuk Petik Laut Muncar 2025,” ujar Desi saat melepas kirab.

Kirab ini membawa perahu gitik, replika perahu slerek berukuran 4 meter x 90 sentimeter, yang mengangkut sesaji berupa berbagai hasil bumi, termasuk kepala kambing kendit berkail emas. Replika tersebut menjadi simbol utama pelarungan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat nelayan terhadap hasil laut yang melimpah.

Sejak pagi buta, masyarakat telah memadati halaman Koramil Muncar dan jalur kirab. Para peserta kirab tampil dalam balutan pakaian adat, kostum bertema maritim, serta membawa atribut budaya pesisir. Suasana semakin semarak dengan iringan musik Sound Horeg Sultan, drum band pelajar, dan deretan kendaraan hias.

Kirab yang juga diikuti politisi PDI Perjuangan ini melintasi rute Koramil – Pasar Muncar – Tikungan Brak – hingga berakhir di Pelabuhan Muncar. Sepanjang jalur, Desi menyapa warga yang tumpah ruah di pinggir jalan, menyambut kirab dengan antusias.

Setibanya di pelabuhan, anggota Komisi II DPRD Banyuwangi itu menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba mancing dan miniatur perahu yang menjadi bagian dari rangkaian petik laut tahun ini.

“Petik laut ini adalah warisan budaya yang luar biasa. Sudah diselenggarakan sejak tahun 1901 dan sekarang memasuki tahun ke-124. Ini membuktikan betapa kuatnya tradisi ini melekat di hati masyarakat,” jelas Desi.

Ia menambahkan, tradisi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kepercayaan dan spiritualitas masyarakat nelayan, tapi juga mengandung nilai-nilai gotong royong, solidaritas sosial, serta potensi pariwisata budaya.

“Momentum seperti ini juga penting untuk mendidik generasi muda agar mencintai budaya leluhur. Saya berharap kegiatan ini terus dilestarikan dan menjadi ruang ekspresi serta identitas masyarakat pesisir khususnya, masyarakat Muncar,” tandasnya. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...