Senin
20 Juli 2026 | 6 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pembukaan Puncak Petik Laut ke-124 Muncar, Desi Prakasiwi Lepas Kirab Perahu Gitik

PDIP-Jatim Desi dan Petik Laut 11072025

BANYUWANGI – Kirab Perahu Gitik menjadi penanda dimulainya puncak tradisi Petik Laut Muncar 2025 yang digelar Kamis (10/7/2025) pagi. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banyuwangi, Hj. Desi Prakasiwi, secara resmi melepas kirab dari halaman Koramil Muncar, yang kemudian diarak menuju Pelabuhan Muncar sebagai titik akhir prosesi sebelum pelarungan sesaji ke laut.

“Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, saya berangkatkan dan semoga lancar dan selamat sampai tujuan. Selamat dan sukses untuk Petik Laut Muncar 2025,” ujar Desi saat melepas kirab.

Kirab ini membawa perahu gitik, replika perahu slerek berukuran 4 meter x 90 sentimeter, yang mengangkut sesaji berupa berbagai hasil bumi, termasuk kepala kambing kendit berkail emas. Replika tersebut menjadi simbol utama pelarungan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat nelayan terhadap hasil laut yang melimpah.

Sejak pagi buta, masyarakat telah memadati halaman Koramil Muncar dan jalur kirab. Para peserta kirab tampil dalam balutan pakaian adat, kostum bertema maritim, serta membawa atribut budaya pesisir. Suasana semakin semarak dengan iringan musik Sound Horeg Sultan, drum band pelajar, dan deretan kendaraan hias.

Kirab yang juga diikuti politisi PDI Perjuangan ini melintasi rute Koramil – Pasar Muncar – Tikungan Brak – hingga berakhir di Pelabuhan Muncar. Sepanjang jalur, Desi menyapa warga yang tumpah ruah di pinggir jalan, menyambut kirab dengan antusias.

Setibanya di pelabuhan, anggota Komisi II DPRD Banyuwangi itu menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba mancing dan miniatur perahu yang menjadi bagian dari rangkaian petik laut tahun ini.

“Petik laut ini adalah warisan budaya yang luar biasa. Sudah diselenggarakan sejak tahun 1901 dan sekarang memasuki tahun ke-124. Ini membuktikan betapa kuatnya tradisi ini melekat di hati masyarakat,” jelas Desi.

Ia menambahkan, tradisi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kepercayaan dan spiritualitas masyarakat nelayan, tapi juga mengandung nilai-nilai gotong royong, solidaritas sosial, serta potensi pariwisata budaya.

“Momentum seperti ini juga penting untuk mendidik generasi muda agar mencintai budaya leluhur. Saya berharap kegiatan ini terus dilestarikan dan menjadi ruang ekspresi serta identitas masyarakat pesisir khususnya, masyarakat Muncar,” tandasnya. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti SiLPA Rp154,7 Miliar, Minta Pemkot Madiun Benahi Perencanaan Anggaran

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menerima Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dengan catatan strategis, ...
HEADLINE

Hasto: Pemilu Harus Bebas dari Intervensi, Demokrasi Memerlukan Kritik dan Kebebasan Berpendapat

SURABAYA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa kualitas demokrasi Indonesia hanya ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Blitar Targetkan Musran 22 Kecamatan Rampung Sebelum 17 Agustus

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menargetkan Musyawarah Ranting di 22 kecamatan rampung sebelum 17 Agustus 2026 ...
KRONIK

Mobil Legends, Nobar Piala Dunia, dan Ekonomi Kreatif Anak Muda Ponorogo

PONOROGO – Antusiasme anak muda mewarnai turnamen Mobile Legends yang digelar di kafe WOW KWB Ponorogo, Minggu ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Jember Siapkan Kader Muda hingga Gen Z, Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2029

DPC PDI Perjuangan Jember memperkuat kepengurusan ranting di Sumbersari, Sukowono, dan Ajung dengan merekrut kader ...
KRONIK

Nobar Final Piala Dunia, Bupati Bangkalan Berbaur dengan Masyarakat

BANGKALAN – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai Pendopo Agung Bangkalan saat ratusan masyarakat dari ...