DPC PDI Perjuangan Jember memperkuat kepengurusan ranting di Sumbersari, Sukowono, dan Ajung dengan merekrut kader muda, perempuan, dan Gen Z sebagai strategi menghadapi Pemilu 2029.
JEMBER – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember mulai memanaskan mesin organisasi menghadapi Pemilu Legislatif 2029 dengan memperkuat kepengurusan ranting di tingkat kecamatan. Konsolidasi dilakukan melalui Musyawarah Ranting di Kecamatan Sumbersari, Sukowono, dan Ajung dengan mengedepankan rekrutmen kader muda, perempuan, hingga Generasi Z sebagai bagian dari strategi memperkuat basis suara partai.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Edi Cahyo Purnomo, mengatakan penjaringan pengurus ranting tidak sekadar untuk melengkapi struktur organisasi, tetapi menjadi langkah strategis menyiapkan mesin partai sejak dini.
Di Kecamatan Sumbersari, kader yang diusulkan berasal dari berbagai latar belakang, mulai kader Posyandu, ketua RW, hingga Generasi Z yang aktif di berbagai kegiatan sosial. Sementara PAC Sukowono mengajukan lulusan baru perguruan tinggi swasta serta aktivis mahasiswa untuk memperkuat kepengurusan ranting.
“Ini menunjukkan pengurus PAC tidak sekadar melengkapi struktur organisasi, tetapi benar-benar mencari kader yang memiliki potensi memperkuat basis suara partai pada pemilu mendatang,” kata Edi, Minggu (19/7/2026).
Menurutnya, optimisme tersebut juga didukung capaian PDI Perjuangan di Kecamatan Sukowono pada Pemilu 2024. Meski sebelumnya bukan daerah basis partai, sejumlah TPS justru mencatat peningkatan suara yang signifikan.
“Bahkan ada TPS yang kenaikan suaranya mencapai 500 persen. Kehadiran kader-kader potensial di tingkat ranting diharapkan kembali mendongkrak perolehan suara pada pemilu berikutnya,” ujarnya.
Di Kecamatan Ajung, DPC juga melakukan evaluasi terhadap penurunan suara di sejumlah TPS yang tersebar di tujuh desa. Pengurus PAC diminta memperkuat konsolidasi hingga tingkat ranting dan anak ranting agar struktur partai benar-benar hadir di setiap wilayah.

“Sebaran pengurus harus menjadi perhatian. Struktur partai harus benar-benar hadir di setiap wilayah karena di situlah basis penguatan suara dibangun,” ujar Edi.
Sementara itu, Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Candra Ary Fianto, menegaskan pembentukan kepengurusan baru harus diikuti dengan kerja nyata di tengah masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini menjadi basis suara partai seperti Kecamatan Sumbersari.
Ia mencontohkan Lingkungan Antirogo yang pada Pemilu 2024 mampu menyumbang suara besar meski belum memiliki kepengurusan ranting.
“Ke depan tidak boleh hanya mengandalkan anomali perolehan suara. Dengan terbentuknya pengurus ranting baru, manfaat kehadiran partai di tengah masyarakat harus semakin dirasakan sehingga suara yang sudah diperoleh dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan,” kata Candra.
Candra juga menilai komposisi kepengurusan di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, yang didominasi perempuan, milenial, dan Generasi Z merupakan kekuatan baru bagi partai untuk menjangkau pemilih muda.
“Perempuan, milenial, dan Generasi Z memiliki ruang yang besar untuk menjadi wajah partai di tengah masyarakat. Ini harus menjadi kekuatan, bukan dianggap sebagai kelemahan,” ujarnya.
Ketua PAC PDI Perjuangan Ajung, Syaiful, menyatakan siap menjalankan arahan DPC dengan memperkuat kolaborasi antara pengurus senior dan kader muda.
Langkah itu diharapkan mampu mengembalikan suara yang hilang di sejumlah TPS sekaligus memperkokoh basis elektoral PDI Perjuangan pada Pemilu Legislatif 2029. (art/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













