Jumat
23 Oktober 2026 | 4 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U-13, Titipkan Pesan Penting Soal Karakter dan Disiplin

PDIP-Jatim Achmad Fauzi 04092026 (2)

SUMENEP – Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona Jawa Timur. Mereka terdiri dari 19 pemain dan enam official.

Pelepasan skuad muda Assyabaab berlangsung di halaman Rumah Dinas Bupati Sumenep. Tim akan menjalani kompetisi yang berlangsung pada 2 hingga 13 September 2026.

Dukungan untuk Assyabaab U-13 datang dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, Askab PSSI Sumenep, serta para sponsor dan donatur menjadi dorongan penting bagi perkembangan talenta muda daerah.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, berpesan agar para pemain memanfaatkan kompetisi sebagai ruang belajar dan pengalaman untuk berkembang.

“Saya berharap anak-anak bermain penuh semangat, menjunjung sportivitas, dan membawa nama baik Sumenep. Jangan takut menghadapi siapa pun,” ujar Fauzi dalam sambutannya, Jumat (4/9/2026).

Menurut dia, keberhasilan pemain usia dini tidak hanya ditentukan oleh hasil pertandingan. Mental, karakter, disiplin, keberanian, serta pengalaman menghadapi lawan menjadi bagian penting dalam proses pembentukan pemain.

“Prestasi memang penting, tetapi proses membentuk mental dan karakter pemain jauh lebih berharga untuk masa depan sepak bola Sumenep,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu.

Sementara itu, Official sekaligus Manajer Assyabaab Sumenep, Eko Kurnia Mediantoro, mengatakan bahwa tim telah melakukan persiapan untuk menghadapi kompetisi. Ia memastikan para pemain siap memberikan kemampuan terbaik.

“Kami datang ke Jember dengan persiapan matang. Anak-anak siap memberikan kemampuan terbaik untuk membawa nama Sumenep di level Jawa Timur,” ujarnya.

Eko menilai kompetisi Zona Jawa Timur menjadi kesempatan bagi tim untuk mengukur perkembangan para pemain. Setiap pertandingan akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pengalaman bagi mereka.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengejar kemenangan. Mereka harus berani bermain, percaya diri, dan menunjukkan karakter saat menghadapi tekanan pertandingan,” jelasnya.

Menurutnya, menghadapi tim dari berbagai daerah bukan perkara mudah. Namun, persaingan tersebut justru dibutuhkan untuk meningkatkan mental dan kemampuan pemain sejak usia dini.

“Persaingan pasti berat, tetapi justru dari pertandingan seperti ini pemain belajar. Kami ingin mereka tumbuh melalui pengalaman dan berani menghadapi tantangan,” tandasnya. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Ini, Tiga Pesan Bupati Lukman pada Peringatan Hari Santri dan Wisuda Tahfidz Juz 30

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berharap peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tidak sekadar ...
UMKM

16 Pelaku UMKM Fatayat NU Gresik Terima Rombong Gratis dari Nila Yani

GRESIK – Sebanyak 16 pelaku UMKM dari anggota Fatayat NU Gresik mendapat bantuan rombong usaha gratis. Bantuan dari ...
KRONIK

Peringati Hari Santri, ASN Banyuwangi Kenakan Busana ala Santri Selama Sepekan

BANYUWANGI – Peringatan Hari Santri di Banyuwangi selalu mendapat perhatian lebih dari Pemkab Banyuwangi. Berbagai ...
KRONIK

HSN 2026, Bupati Fauzi Dorong Santri Kuasai Ilmu hingga Kembangkan Kewirausahaan

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mendorong para santri untuk memperkuat kualitas diri melalui ...
KRONIK

Sri Untari Ajak Emak-emak di Malang Berdoa Bersama Memohon Hujan

MALANG – Di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Jawa Timur, ...
KRONIK

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Ajak Santri Terus Mengabdi untuk Negeri

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, mengajak seluruh santri untuk terus ...