Selasa
27 Oktober 2026 | 8 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Banyuwangi Ethno Carnival, Kekuatan Budaya Lokal yang Mendunia

PDIP-Jatim-BEC-2026-18072026

BANYUWANGI – Pagelaran parade kostum Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) sukses menyihir ribuan pasang mata penonton, pada Sabtu (18/7/2026). Event yang telah memasuki tahun ke-14 itu, menjadi bukti kekuatan budaya lokal bisa mendunia.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan rasa syukur atas pagelaran BEC yang telah memasuki gelaran ke-14. Pawai busana etnik tetap menjadi salah satu event yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, mulai lokal hingga mancanegara.

“Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang memberi sumbangsih atas terselenggaranya BEC tahun ini. Terkhusus untuk seluruh anak-anak muda yang terlibat dalam parade ini. Terima kasih atas kerja kita bersama sehingga BEC bisa kembali hadir dan memikat,” ujar Ipuk.

Menurut Ipuk, sinergi dan kolaborasi merupakan kunci bagi Banyuwangi sehingga mampu menyajikan berbagai perhelatan berkelas, termasuk BEC.

“Semoga BEC tahun ini juga menjadi tonggak bagi kita semuanya untuk bersama-sama tandang bareng membangun Banyuwangi yang kita cintai,” jelas Wakabid Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPD PDI Perjuangan Jatim ini.

Sementara Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat membuka BEC, mengatakan bahwa BEC memberi inspirasi terhadap kemajuan budaya dan peradabannya. Bukan hanya untuk Banyuwangi, tapi juga untuk Jawa Timur, Indonesia, dan dunia.

“Kita dapat melihat sebuah semangat bersama ‘from local to global’. Hal tersebut ditunjukkan melalui kekuatan budaya, inovasi, serta kreativitas masyarakat Banyuwangi melalui BEC. Kekuatan budaya yang mendunia,” kata Khofifah.

Seratusan talent dengan aneka kostum bertema “Perang Bayu” memukau hadirin dan para wisatawan yang datang. Mereka berjalan di sepanjang 2 kilometer dari Taman Blambangan menuju Jalan Ahmad Yani.

Ribuan orang tampak antusias. Mereka memenuhi seluruh area penonton, mulai dari sekitar panggung utama hingga kanan-kiri jalan sepanjang rute.

BEC tahun ini juga disaksikan oleh delegasi perwakilan negara anggota ASEAN, negara East Asia Summit (EAS), serta anggota Pacific Islands Forum (PIF).

Tema “Perang Bayu” ditampilkan dalam lima fragmen sub tema. Melalui kostum, mereka menggambarkan perjuangan masyarakat asli Banyuwangi saat perang melawan tentara Belanda pada abad ke-18.

Khofifah mengatakan BEC juga menjadi wujud kreativitas para budayawan, seniman, dan pelaku industri kreatif di Banyuwangi. Melalui orkestrasi bersama pemerintah daerah, mereka mampu menghadirkan pertunjukan yang tak hanya menarik, tapi juga syarat nilai-nilai seni dan budaya.

“Terima kasih kepada Pemkab Banyuwangi selaku orkestrator dari seluruh kegiatan yang ada di Banyuwangi, terutama BEC. Mudah-mudahan Banyuwangi terus melejit dan maju. Serta masyarakat bisa terus membangun sinergi dari lokal menuju global,” ucap dia.

Pada tahun ini, BEC dihadiri oleh Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, perwakilan Kementarian Pariwisata RI, serta beberapa tokoh nasional dari unsur pemerintahan pusat, DPR RI, petinggi BUMN, hingga swasta. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Rider Trail Perkuat Gotong Royong, Bantu Pembangunan Masjid di Trenggalek

TRENGGALEK – Hobi memacu adrenalin di jalur perbukitan dan hutan bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. ...
KRONIK

Atasi Kelangkaan Solar, Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran Khusus BBM Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terbitkan edaran khusus memprioritaskan alokasi Bahan Bakar ...
KRONIK

Polusi Surabaya Makin Parah, Wali Kota Eri Bongkar Penyebabnya

SURABAYA – Kondisi udara Kota Surabaya belakangan ini menjadi perbincangan hangat warganet. Sebagian dari mereka ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Pelaku Bullying di Kediri Bisa Di-DO, Guru dan Orang Tua Diminta Terlibat

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi tindakan perundungan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Dukung Perpres Ojol, Dewanti Desak Juknis Transparan

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendukung penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun ...
KRONIK

Pemkot Surabaya Tekan Polusi Udara Lewat Kereta SRRL dan Pembatasan Truk

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memfokuskan penanganan polusi udara pada dua kebijakan kunci, yakni ...