PONOROGO – Antusiasme anak muda mewarnai turnamen Mobile Legends yang digelar di kafe WOW KWB Ponorogo, Minggu (20/7/2026) malam. Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan turnamen esports, tetapi juga nonton bareng (nobar) final Piala Dunia antara Spanyol vs Argentina, stand up comedy, hingga pembagian doorprize.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Novita Hardini, menyerahkan secara langsung hadiah kepada para pemenang. Menurut dia, turnamen Mobile Legends digelar sebagai respons terhadap besarnya komunitas gim di Ponorogo yang selama ini dinilai mampu menyalurkan hobinya ke arah yang positif.
“Kita memberikan anak-anak ruang karena saya mendengar komunitas Mobile Legends di Ponorogo banyak sekali dan mereka memanfaatkannya secara positif. Kebetulan saya di Komisi VII DPR RI yang juga bermitra dengan Kementerian Ekonomi Kreatif, maka saya ingin mendorong Kabupaten Ponorogo agar memberikan wadah yang lebih besar,” ungkapnya.
Istri Bupati Trenggalek itu menilai, potensi ekonomi kreatif tidak hanya sebatas menciptakan aktivitas baru, tetapi juga mampu melahirkan peluang ekonomi yang bernilai tinggi. Karena itu, talenta-talenta muda di bidang esports perlu terus dibina agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
“Saya berharap para pemenang Mobile Legends hari ini tidak hanya menjadi juara di Ponorogo, tetapi nantinya bisa mewakili daerah hingga tingkat regional dan nasional. Kabupaten Ponorogo harus mampu mengirimkan talenta-talenta terbaiknya,” katanya.

Novita mengungkapkan, besarnya minat anak muda terhadap esports juga perlu mendapat perhatian pemerintah daerah. Ia mengusulkan agar kompetisi Mobile Legends dapat digelar secara lebih luas di tingkat kabupaten sebagai wadah pembinaan atlet esports.
“Tadi saya juga berbincang bahwa ini bisa menjadi ide bagi Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk mengadakan kompetisi di tingkat kabupaten. Ini akan menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk berkembang,” tambah Novita.
Tak hanya esports, kegiatan tersebut juga menghadirkan stand up comedy. Menurut Novita, stand up comedy merupakan ruang ekspresi bagi generasi muda yang mampu meningkatkan kemampuan literasi, kreativitas, serta keberanian dalam menyampaikan gagasan.
“Stand up comedy membutuhkan keterampilan yang tidak mudah. Karena itu, kegiatan seperti ini bisa meningkatkan literasi dengan cara yang kreatif dan menurut saya juga layak menjadi perhatian khusus pemerintah daerah,” jelasnya.
Di tengah tantangan ekonomi ini, ia melihat sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu peluang yang menjanjikan bagi generasi muda. Menurutnya, profesi di bidang kreatif kini semakin terbuka dan dapat ditekuni dari mana saja.
“Membuka lapangan pekerjaan formal saat ini tidak mudah sehingga ancaman pengangguran semakin meluas. Peluang ekonomi kreatif masih sangat bisa dimanfaatkan anak-anak muda,” terangnya.
“Mobile Legends maupun stand up comedy bisa menjadi afirmasi positif sekaligus membuka peluang mereka memperoleh penghasilan, bahkan dari rumahnya masing-masing,” tandasnya. (jrs/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













