Minggu
30 Agustus 2026 | 6 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Akhirnya, Reog Ponorogo Resmi Menjadi Intangible Cultural Heritage UNESCO

PDIP-Jatim-Bupati-Sugiri-04122024

PONOROGO – Akhirnya, Reog Ponorogo resmi menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) ke-14 atau Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO dari Indonesia.

Hal itu terungkap dalam sesi sidang ke-19 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage yang berlangsung di Paraguay, Selasa (3/12/2024).

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengaku sangat bersyukur atas penetapan Reog Ponorogo menjadi WBTb.

“Alhamdulillah, saya terus ngikutin meski nggak ikut ke Paraguay karena waktu pendek. Saya pasrahkan kepada Kemenbud untuk menghadiri proses sidang inagurasi ICH UNESCO untuk Reog Ponorogo di Paraguay,” ujar Sugiri, Sabtu (7/12/2024).

“Reog Ponorogo masuk ICH UNESCO mampu membuat banyak hal terkait Ponorogo,” imbuh politisi PDI Perjuangan itu.

Reog Ponorogo menjadi satu-satunya usulan dari Indonesia yang dikategorikan sebagai Urgent Safeguarding List (USL). Artinya, reog perlu segera mendapat perlindungan dari dunia.

“Tugas kita setelah itu yang lebih berat, bagaimana nguri-nguri ,menghidupkan reog, mempertumbuh ekonomi, karakter bangsa bagus. Itu yang paling keren,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, mengatakan, perlindungan untuk Reog Ponorogo tidak berhenti sampai ditetapkan sebagai WBTb saja, melainkan juga pada hal-hal yang perlu dilakukan untuk melestarikan kesenian tersebut.

“Kita ucapkan syukur alhamdulillah perjuangan panjang kita, mulai saat pandemi 2021 kita mulai pendaftaran UNESCO, tahun 2022 kita berhasil mengerjakan dossier (berkas pengusulan),” jelasnya.

“Kita harus bersaing dengan kandidat lainnya, tetapi kita belum berhasil karena ada WBTb lain, yaitu jamu,” lanjutnya.

Untuk itu, pihaknya sudah menyiapkan action plan atau rencana tindakan yang sebetulnya sudah dilakukan sejak lama. Action plan itu dilakukan agar reog tidak mengalami kepunahan.

“Harapan saya dua tahun lagi kategori reog di UNESCO meningkat jadi RL (representative list). Untuk mencapai RL itu, perlu adanya kolaborasi bersama, tanggung jawab semua elemen masyarakat untuk mempertangungjawabkan yang sudah diketok UNESCO,” tandasnya (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Banyuwangi Shrimp Fiesta, Upaya Bupati Ipuk Kampanyekan Potensi Udang

BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi memiliki beragam potensi perikanan yang terus dikembangkan. Salah satunya ...
KRONIK

Agung Priyanto Soroti Persoalan Desil, Minta PAC dan Ranting Aktif Dampingi Warga

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Priyanto, menyoroti persoalan data desil ...
LEGISLATIF

Pokmas Tak Lagi Berlaku, Yuzar Rasyid Tetap Kawal Aspirasi Warga Kemasan Soal Rombong

Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid tetap mengawal aspirasi warga Kemasan soal bantuan rombong meski program ...
KRONIK

Gencar Perbaiki Rumah Warga Miskin, Banyuwangi Diganjar Bonus Insentif Pusat

BANYUWANGI – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan ...
SEMENTARA ITU...

Filosofi Tombak Korowelang di Jamasan Pusaka Trenggalek: Pemimpin Harus Ngopeni Rakyat dan Memberi Piwulang

Jelang Hari Jadi ke-832 Trenggalek, puluhan pusaka dijamasi. Ketua DPRD Doding Rahmadi mengungkap filosofi Tombak ...
KRONIK

Didik Nurhadi: Nasionalisme dan Religiusitas Jadi Kekuatan Indonesia

JOMBANG — Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Nurhadi menegaskan, ...