Minggu
06 September 2026 | 7 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

3 Program Ini Bikin Pemkab Gresik Turunkan Stunting dari 21 jadi 10,6 Persen

IMG-20231116-WA0011_copy_856x525

GRESIK – Kasus stunting terus menjadi perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik. Berbagai pihak di Kota Pudak dilibatkan untuk menurunkan kasus tersebut, demi mewujudkan Indonesia emas 2045.

Sejauh ini, kasus stunting di kota santri – sebutan lain Gresik sudah berangsur turun. Tahun 2021 lalu masih diangka 21%. Namun, di tahun 2023 ini sudah turun hingga 10,6%. Hal itu tidak lepas dari keseriusan pemerintah dan keterlibatan semua elemen.

“Ada program yang membuat kasus stunting di Gresik turun. Pertama membiasakan remaja putri mengkonsumsi tablet penambah darah, kemudian melakukan integrasi data melalui aplikasi Gresik Urus Stunting (GUS) dan program pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita stunting,” kata Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kamis (16/11/2023).

Wakil bupati yang juga kader PDI Perjuangan itu menyatakan, kasus stunting tidak boleh dibuat main-main. Anak-anak muda atau generasi millenial harus terus mengkampanyekan bahaya stunting agar stunting di Indonesia turun dari 21,6% menjadi 14% di tahun 2024.

“Maka, ayo kita bangun bersama-sama mulai dari adik-adik dengan ikut mengkampanyekan Gresik bebas stunting.”

“Sehingga dapat melahirkan generasi cerdas dan menjadikan Gresik sebagai kabupaten yang maju dengan sumber daya manusia yang berkualitas,” imbuh Bu Min saat membuka acara Genbest Talk bertema Nutrisi 1.000 Hari Pertama.

Di waktu yang sama, Ketua Tim Informasi dan Komunikasi Kesehatan Direktorat IKPMK Marroli J. Indarto mengatakan, stunting sendiri memang penting dan menjadi concern untuk pemerintah karena akan mempengaruhi 20 tahun ke depan saat Indonesia memiliki bonus demografi.

“Kurang lebih akan ada 80 juta remaja usia produktif saat itu (tahun 2045). Jika pencegahan ini tidak dimulai dari sekarang maka kita akan stuck seperti ini,” imbuhnya.

Perlu diketahui, acara Genbest ini merupakan inisiasi dari Kemkominfo Pusat. Dimana akan menjadi media yang menggandeng remaja millenial dalam menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat, serta bebas dari stunting.

Agenda ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo Gresik Ninik Asrukin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Mukhibatul Khusna, dan Influencer Health Lifestyle dr. Gia Pratama Putra. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Komitmen Perkuat Konsolidasi, Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Rejotangan Siap Menangkan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Rejotangan terbentuk dengan ...
BERITA TERKINI

Yuzar Rasyid Dorong Warga Segera Urus Perubahan Desil Agar Bansos Tepat Sasaran

KEDIRI — Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mengalami kenaikan desil secara tiba-tiba untuk ...
BERITA TERKINI

Arjuna Minta Verifikasi Data Kemiskinan Dilakukan Jemput Bola

SURABAYA — Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya Arjuna Rizki Dwi Krisnayana meminta proses verifikasi dan koreksi data ...
KRONIK

Kekeringan Tahunan di Tuban, Fraksi PDI Perjuangan Dorong Pembangunan Embung dan Pipanisasi

​TUBAN — Kekeringan berdampak krisis air bersih terjadi saban tahun di sebagian wilayah Kabupaten Tuban. Diperlukan ...
BERITA TERKINI

Novita: Budaya Harus Jadi Kekuatan Ekonomi, Infrastruktur Wajib Jadi Prioritas

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong agar kebudayaan tidak berhenti sebagai atraksi yang ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Trenggalek Gelontor Ribuan Liter Air Bersih, Sehari Lima Desa Jadi Sasaran

TRENGGALEK – PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menggelontorkan ribuan liter air bersih ke desa-desa yang ...