Minggu
25 Oktober 2026 | 5 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Novita: Budaya Harus Jadi Kekuatan Ekonomi, Infrastruktur Wajib Jadi Prioritas

pdip jatim 260906 yaesu fair 1

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong agar kebudayaan tidak berhenti sebagai atraksi yang dinikmati sesaat, tetapi dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menghidupi masyarakat dan generasi penerus. Karena itu, ia menilai pembangunan infrastruktur pendukung kebudayaan dan pariwisata harus menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

“Budaya bukan hanya dinikmati sesaat, namun harus menjadi kekuatan ekonomi. Maka infrastrukturnya juga harus menjadi prioritas pembangunan,” jelas Novita dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Novita dalam konteks keikutsertaan Indonesia pada Yeosu World Island Fair 2026 di Korea Selatan. Ajang internasional yang berlangsung 5 September hingga 4 November 2026 itu mengangkat tema Island, Connecting the Ocean and the Future serta mempertemukan sekitar 30 negara dan tiga organisasi internasional.

Menurut Novita, forum tersebut menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi dan pariwisata.

Ia mencontohkan Turonggo Yakso yang dibawa dari Trenggalek. Bagi Novita, kesenian tersebut tidak seharusnya berhenti sebagai pertunjukan di panggung internasional.

“Kalau hari ini mereka mengenal Turonggo Yakso, maka kita ingin mereka mengenal lebih potensi Trenggalek. Selain berharap mereka datang sebagai wisatawan, mereka akan datang sebagai mitra bisnis, sebagai kolaborator,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan itu melihat sumber daya pariwisata kepulauan Indonesia memiliki potensi besar. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur dan teknologi agar pengalaman wisata yang ditawarkan tidak hanya mengandalkan keindahan alam dan budaya.

Menurutnya, teknologi dapat memperkuat daya tarik destinasi sekaligus membuka ruang kolaborasi ekonomi yang lebih luas.

“Itulah diplomasi kebudayaan yang menghasilkan nilai nyata,” ujarnya.

Infrastruktur Jangan Jadi Pelengkap

Novita menilai ada satu aspek penting yang kerap terlewat ketika daerah membicarakan kebudayaan, yakni kesiapan infrastruktur.

Pembangunan di wilayah kepulauan, menurutnya, masih menghadapi tantangan konektivitas. Jalan yang saling terhubung, jaringan listrik, ketersediaan air hingga konektivitas digital menjadi bagian penting dari ekosistem kebudayaan dan pariwisata.

Tanpa infrastruktur yang memadai, potensi budaya dan destinasi wisata akan sulit berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.

Infrastruktur yang dibutuhkan pun tidak sebatas jalan dan fasilitas dasar. Novita mendorong pengembangan pusat kebudayaan, ruang kreatif, sentra kerajinan, kawasan kuliner, galeri produk lokal, studio kreatif, ruang pertunjukan, pusat pelatihan hingga digitalisasi produk budaya.

Infrastruktur tersebut juga harus membuka pintu kerja sama dengan jejaring internasional yang memiliki visi serupa, sekaligus memperkuat perlindungan kawasan kepulauan dari berbagai potensi bencana.

Karena itu, pengembangan kebudayaan perlu terintegrasi dengan teknologi dan pemahaman terhadap perubahan iklim (climate change). “Jangan sampai wisatawannya datang, tetapi ekosistem pendukung tidak siap,” tegasnya.

Dorong Ekosistem Pariwisata Berbasis Digital

Novita menilai salah satu pekerjaan rumah Indonesia adalah membangun ekosistem digital yang memudahkan wisatawan mengakses informasi destinasi.

Menurutnya, wisatawan seharusnya dapat memperoleh informasi mengenai kuliner, destinasi, ruang kreatif dan berbagai potensi daerah melalui sistem yang terintegrasi.

Ia mencontohkan pengalaman di Korea Selatan yang memiliki platform navigasi dan informasi seperti NAVER Map.

“Seperti satu data informasi, menggunakan teknologi yang memudahkan wisatawan, seperti informasi kuliner, spot destinasi wisata, spot kreatif daerah yang bisa diakses satu pintu. Di Korea Selatan, kita mengenal NAVER Map. Indonesia masih jauh dikatakan layak menjadi destinasi dunia jika tidak meng-upgrade ekosistem pariwisatanya berbasis digital,” ungkapnya.

Bagi Novita, penguatan infrastruktur dan teknologi bukan berarti menggeser kebudayaan dari akarnya. Sebaliknya, teknologi harus menjadi alat untuk memperluas jangkauan budaya sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru.

Dengan begitu, kebudayaan dapat terhubung dengan UMKM, industri kreatif, pariwisata, teknologi dan jejaring bisnis internasional.

Dari Budaya Menuju Kesejahteraan

Novita menilai Yeosu World Island Fair 2026 harus menjadi bagian dari perjalanan panjang Indonesia membangun identitas ekonomi yang berbasis kekayaan budaya dan sumber daya kepulauan.

Trenggalek, kata dia, memiliki modal besar berupa budaya, sumber daya alam, kreativitas masyarakat, kuliner, kerajinan serta komunitas seni yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah.

Karena itu, kehadiran Trenggalek di Yeosu tidak semata-mata dimaknai sebagai keberangkatan rombongan kesenian ke Korea Selatan.

“Ini adalah perjalanan dari identitas budaya menuju diplomasi, dari diplomasi menuju konektivitas, dari konektivitas menuju ekonomi, dan dari ekonomi menuju pemerataan kesejahteraan,” kata Novita.

Ia menegaskan, ukuran keberhasilan pelestarian budaya bukan hanya seberapa banyak tradisi mampu dipertahankan, tetapi juga sejauh mana kebudayaan mampu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat yang mewarisinya.

“Karena budaya yang hidup bukan hanya budaya yang dilestarikan tetapi budaya yang mampu menghidupi generasi yang mewarisinya,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam keikutsertaan Trenggalek pada Yeosu World Island Fair 2026, Novita Hardini memberangkatkan 15 penari terpilih untuk membawa kesenian daerah ke panggung internasional.

Kehadiran tersebut diharapkan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Mataraman sekaligus memperkenalkan potensi kebudayaan dan ekonomi kreatif Jawa Timur ke jejaring internasional. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Erma Susanti Dorong Kemloko Jadi Agropolitan, Kembangkan Potensi Wisata Koi

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, mendorong masyarakat Desa Kemloko, Kecamatan ...
KRONIK

Gandrung Sewu 2026, saat Keanggunan Tradisi Berpadu dengan Kemegahan Teknologi Pertunjukan

BANYUWANGI – Pagelaran tari kolosal Gandrung Sewu 2026, yang perdana digelar malam hari berlangsung megah, di ...
KRONIK

Bunda Nia Lepas Karnaval PAUD, Ajak Orang Tua Perkuat Pendidikan Karakter Anak

SUMENEP – Bunda PAUD Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, mengajak orang tua dan masyarakat untuk memperkuat ...
KABAR CABANG

Merah Muda Fest, PDIP Surabaya Ajak 200 Anak Muda Bersihkan Pantai Kenjeran

SURABAYA – Sekitar 200 anak muda mengikuti aksi bersih-bersih pantai dan laut Kenjeran yang digelar DPC PDI ...
LEGISLATIF

6.000 Liter Pertalite Masih di Tangki, Guntur Wahono Desak Pengawasan BBM Diperketat

SURABAYA – Pengawasan distribusi BBM bersubsidi di Jawa Timur perlu diperketat menyusul temuan sekitar 6.000 liter ...
KABAR CABANG

DPC PDIP Magetan Buka Water Station Napak Tilas, Usul Festival Sejarah untuk Anak Muda

MAGETAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan membuka water station untuk mendukung peserta Napak Tilas dalam ...