Kamis
15 Oktober 2026 | 11 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Warga Gresik Kirim Bantuan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT

IMG-20260829-WA0023

GRESIK – Kepedulian Kabupaten Gresik terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diwujudkan dengan mengirim bantuan kemanusiaan senilai Rp250 juta. Bantuan tersebut diberangkatkan dari Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik, Jumat (28/8/2026).

Bantuan tidak sekadar dikirim, tetapi akan diantarkan langsung oleh relawan PMI Gresik ke sejumlah wilayah terdampak. Langkah ini dilakukan agar bantuan dapat segera diterima warga yang membutuhkan, terutama di lokasi yang sulit dijangkau.

Pelepasan relawan dipimpin Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini dan Ketua PMI Kabupaten Gresik Achmad Nadlir.

Bupati Yani mengatakan, bantuan Rp250 juta tersebut merupakan hasil gotong royong sejumlah organisasi dan elemen masyarakat di Kabupaten Gresik. PMI Gresik menyumbang Rp82 juta, Baznas dan PGRI Rp100 juta, Korpri Rp50 juta, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Rp7 juta, serta TP PKK Gresik Rp11 juta.

“Total bantuan yang terkumpul Rp250 juta. Bantuan ini akan disalurkan langsung oleh relawan kepada para penerima manfaat,” ujar Bupati Yani sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Gresik tersebut.

Bantuan akan diarahkan ke sejumlah wilayah terdampak, di antaranya Pulau Palue, Desa Nuateu, Kecamatan Paga, Kecamatan Lela, Kecamatan Bola, Kabupaten Nagekeo, serta lokasi pengungsian di Gelora Samador dan Wureng.

Gus Yani berharap bantuan tersebut dapat menjawab kebutuhan paling mendesak warga terdampak, terutama logistik harian, kebutuhan medis, hingga pemulihan fasilitas umum dan hunian yang rusak akibat gempa.

“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi saudara-saudara kita di NTT dan menjadi keberkahan bagi seluruh donatur,” kata Gus Yani yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Gresik tersebut.

Sementara itu, perwakilan PMI Kabupaten Gresik, Ubed, memastikan tim relawan akan berkoordinasi dengan PMI NTT sebelum bantuan didistribusikan.

Koordinasi tersebut penting untuk memetakan lokasi terdampak sekaligus menentukan jalur distribusi yang paling efektif, khususnya menuju wilayah yang sulit dijangkau.

“Sinergi antara tim relawan PMI Kabupaten Gresik dan PMI di NTT menjadi kunci untuk mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan ke lokasi terdampak,” pungkasnya. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...
KRONIK

Sasar Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru

BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14 ditargetkan menyasar panggung dunia. Agenda ...