Sabtu
05 September 2026 | 6 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi PDI Perjuangan Pastikan Pilkades Jember 2027 Gratis bagi Calon

pdip jatim 260622 alfan yusfi

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember memastikan calon kepala desa tidak dibebani biaya dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2027. Biaya pelaksanaan Pilkades harus ditanggung pemerintah daerah, bukan calon kepala desa.

Hal itu disampaikan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan yang juga anggota Komisi A DPRD Jember, Alfan Yusfi, setelah rapat koordinasi Komisi A dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), pada Kamis (27/8/2026).

Seperti diketahui, anggaran Pilkades serentak 2027 yang masuk KUA-PPAS mencapai sekitar Rp26 miliar. Sekitar Rp1,9 miliar dialokasikan melalui DPMD untuk menjaga keamanan dan kondusivitas desa selama tahapan Pilkades. Sekitar Rp24,1 miliar berada di BPKAD untuk pembiayaan pelaksanaan Pilkades.

Alfan meminta DPMD, BPKAD, dan Inspektorat memperketat pengawasan penggunaan anggaran di setiap desa. Ia mengingatkan, panitia Pilkades tidak boleh membuat aturan yang membebankan kekurangan biaya kepada calon kepala desa.

“Jangan sampai ada panitia yang membuat tata tertib dengan ketentuan kekurangan biaya dibebankan kepada pihak ketiga atau calon kepala desa,” ujar Alfan di Jember, pada Sabtu (29/8/2026).

Menurut dia, ketentuan pembiayaan Pilkades sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa yang mengubah UU Nomor 6 Tahun 2014. Pasal 34 ayat 6 menyebut biaya pemilihan kepala desa dibebankan pada APBD kabupaten/kota.

Ketentuan serupa terdapat dalam Permendagri Nomor 72 Tahun 2020 yang mengubah Permendagri Nomor 112 Tahun 2014. Pasal 48 ayat 1 mengatur biaya utama Pilkades dibebankan kepada APBD kabupaten/kota. Sementara ayat 2 membuka penggunaan APBDes untuk mendukung kebutuhan pemungutan suara.

Dengan dasar tersebut, Alfan mengatakan kekurangan pembiayaan Pilkades serentak di 161 desa Jember seharusnya tidak dibebankan kepada calon kepala desa.

“Kalau masih ada kekurangan pembiayaan, bisa didukung melalui APBDes, bukan dibebankan kepada calon kepala desa,” jelasnya.

Menurut Alfan, pembiayaan nol rupiah bagi calon bukan sekadar persoalan biaya. Kebijakan itu diperlukan untuk menghilangkan hambatan finansial bagi warga yang ingin maju dalam Pilkades.

Ia berharap, Pilkades tanpa biaya dapat memperluas kesempatan warga untuk mencalonkan diri sekaligus mendorong munculnya kandidat yang berkualitas dan berintegritas.

“Pilkades gratis diharapkan mampu melahirkan pemimpin desa yang bersih, demokratis, dan bebas dari praktik politik uang,” terangnya. (art/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Di Tempat Hasto Dilahirkan, Demokrasi Dibicarakan Lewat Gamelan dan Tarian

YOGYAKARTA – Tidak ada kemewahan ruang pertemuan hotel. Tidak ada pendingin udara yang membuat suasana malam terasa ...
LEGISLATIF

Puan Dukung Penegakan Hukum 21 Badan Usaha Terkait Karhutla, Minta Prosesnya Transparan

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan penegakan hukum ...
KRONIK

Hasto Ingatkan Ancaman Populisme Otoriter, Dorong Lima Agenda Ketahanan Demokrasi

YOGYAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan menguatnya populisme otoriter dapat ...
KRONIK

Pantau Langsung Kebakaran Kawah Ijen, Bupati Ipuk Ajukan Helikopter Water Bombing

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memantau langsung lokasi kebakaran di Kawsan Pegunungan Ijen, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Lantik 4 Kepala OPD, Tekankan Integritas dan Pelayanan Terbaik untuk Rakyat

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama (JPTP) di ...
KABAR CABANG

Formasi Baru Terbentuk, Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pagerwojo Siap Menangkan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Pagerwojo masa bakti 2026-2031 resmi ...