GRESIK – Ancaman kekurangan air bersih mulai menghantui sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Pemkab Gresik bergerak cepat dengan menyalurkan 20 ribu liter air bersih ke Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun langsung memastikan distribusi air bersih kepada warga. Sebanyak empat tangki dikerahkan, masing-masing berkapasitas 5.000 liter.
Langkah tersebut dilakukan setelah BPBD Gresik memetakan 62 desa di 11 kecamatan yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih. Total terdapat 136 dusun yang masuk dalam pemetaan.
Balongpanggang menjadi salah satu wilayah rawan. Enam desa masuk daftar potensi kekurangan air, yakni Ganggang, Ngasin, Dapet, Tenggor, Dohoagung, dan Tanahlandean.
Khusus Tenggor, kebutuhan air bersih tercatat cukup besar. BPBD menerima permintaan untuk 720 kepala keluarga atau 465 rumah.
Gus Yani sapaan akrabnya meminta masyarakat tidak menunggu kondisi semakin parah untuk melapor. Pemkab Gresik membuka sejumlah kanal pengaduan agar distribusi air bisa segera dilakukan.
“Kami butuh informasi dari masyarakat Gresik, kecamatan atau desa mana yang membutuhkan air bersih. Bisa melalui 112, Lapor Gus di 0812-3225-4001, atau melalui pemerintah desa,” ujar Yani, Rabu (26/8/2026).

Kepala BPBD Gresik Sukardi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lima armada tangki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter. Dukungan distribusi juga diperbesar melalui perubahan anggaran.
“BPBD sudah memetakan 62 desa dari 11 kecamatan yang berpotensi kekurangan air bersih. Untuk mendukung penanganan, kami sudah menyiapkan lima armada tangki,” kata Sukardi.
Tak hanya armada, Pemkab Gresik juga menambah dukungan distribusi dari sekitar 250 menjadi 450 tangki. Tambahan anggaran Rp100 juta disiapkan untuk memperkuat penanganan kebutuhan air bersih hingga akhir tahun.
Yani menyebut penanganan kekeringan akan diperkuat melalui kolaborasi dengan Baznas dan PMI Gresik. Armada distribusi juga akan disinergikan untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan.
“Insyaallah tahun ini kita lebih siap, termasuk secara anggaran. Armada juga nanti bisa kita kolaborasikan,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemkab Gresik menyiapkan solusi jangka panjang. Sebanyak 12 alat DPUTR Gresik dikerahkan untuk melakukan normalisasi sejumlah waduk dan saluran air, termasuk anak Sungai Kali Lamong.
Normalisasi dilakukan untuk memperbesar kapasitas tampungan air saat musim hujan sehingga cadangan air dapat disiapkan menghadapi musim kemarau berikutnya.
“Waduk juga sedang kita kerjakan. Kita normalisasi untuk persiapan ketika musim penghujan, supaya debit air yang tertampung cukup banyak,” kata Yani.
Pihaknya menegaskan, persoalan air bersih tidak selalu akibat kekeringan. Gangguan distribusi air perpipaan juga harus segera ditangani. Karena itu, masyarakat diminta aktif melaporkan setiap persoalan air bersih di lingkungannya.
“Tidak perlu khawatir, anggarannya juga kami siapkan sampai akhir tahun. Mudah-mudahan musim kemarau ini bisa kita lewati bersama,” pungkasnya. (mus/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













