SURABAYA — Akademisi sekaligus pengamat politik, Rocky Gerung mengunjungi Taman Harmoni, Keputih Tegal, Surabaya, bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini, Sabtu (17/1/2026) siang.
Tampak ikut mendampingi, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji serta anggota DPRD Surabaya Budi Leksono.
Rombongan berkeliling taman, meninjau aktivitas warga dan komunitas, sekaligus menyapa pelaku UMKM yang berjualan di kawasan tersebut.
Di tengah ramainya pengunjung —anak-anak bermain, keluarga berkumpul, komunitas berkegiatan— Risma beberapa kali berhenti karena disapa warga.
Baca:
=> Coffee Morning bersama Awak Media Surabaya, Hasto Kristiyanto Beber Berbagai Isu Kebangsaan
=> Di Bawah Pohon Rindang, Hasto Ingatkan: Pemilu Harus Tetap di Tangan Rakyat
Banyak pengunjung minta foto bersama mantan Wali Kota Surabaya dua periode tersebut.

Sejumlah warga bahkan memeluk dan mencium Risma, menandai kedekatan emosional yang masih kuat di ruang publik yang dibangunnya.
Risma menyampaikan, Taman Harmoni mulanya dibangun dengan keterbatasan anggaran dan dia terlibat langsung dalam desain serta pemantauannya.
“Ini dulu awalnya enggak ada duit. Saya desain sendiri. Tiap minggu saya ke sini untuk lihat perkembangannya,” ujar Risma.
Baca juga:
=> Gas Pol Penguatan Ekologis, Hasto dan Kader Banteng Surabaya Tanam Ribuan Mangrove
=> Rocky Gerung: Risma Jadi Bukti PDI Perjuangan Betul-Betul Komitmen Selamatkan Bumi
Dia juga menanggapi label “wali kota gila taman” yang pernah dilekatkan padanya.
“Memang saya bikin banyak taman, orang bilang saya gila taman. Padahal saya bikin arena olahraga lebih banyak dari taman,” ungkapnya.

Sementara itu, Rocky Gerung menilai ruang-ruang publik seperti taman merupakan unsur dasar sebuah kota.
Dia menyebut, kota layak disebut kota jika menyediakan ruang yang membuat warganya bisa berinteraksi sehat dan setara.
“Kota itu hanya disebut kota kalau ada taman, kalau ada perpustakaan, kalau ada trotoar,” kata Rocky.
Menurutnya, taman bukan sekadar ornamen, melainkan “infrastruktur kota untuk menghangatkan manusia”—ruang untuk bersahabat, membangun suasana, dan memperkuat kohesi sosial.
Rocky juga mengaitkan kunjungan tersebut dengan agenda sebelumnya, di kawasan mangrove Surabaya.
Dia menilai, upaya pemulihan ekosistem—baik melalui mangrove maupun ruang hijau kota—memperlihatkan gagasan pembangunan yang “sejuk” dan berpihak pada kualitas hidup warga.

Dalam kesempatan itu, Rocky menyebut Risma memperkenalkan kawasan yang, menurutnya, merupakan bagian dari transformasi lahan yang sebelumnya bermasalah menjadi ruang publik.
Setelah berkeliling, rombongan singgah di Pasar Tradisional Srawung Sor Pring yang berada di area taman. Rocky mencoba dawet, sedangkan Risma memilih es puter.
“Ini es puter kesukaan Bu Mega,” beber Risma, merujuk pada Ketua Umum PDI Perjuagan Megawati Soekarnoputri.
Kunjungan tersebut ditutup dengan interaksi singkat bersama warga dan pelaku UMKM.
Kehadiran Rocky, Risma, serta jajaran Pemkot dan DPRD Surabaya itu menegaskan kembali pesan yang mengemuka sepanjang acara:
“Ruang publik yang dirawat bukan hanya mempercantik kota, tetapi menghadirkan tempat yang manusiawi—di mana warga bisa bertemu, bergerak, dan merasa memiliki kotanya sendiri.” (dav/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










