SURABAYA – Akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung menyatakan kekagumannya pada kader perempuan PDI Perjuangan Tri Rismaharini (Risma) terhadap isu lingkungan.
Menurutnya, Risma adalah sosok yang visioner. Bahkan idenya jauh di depan langkah pemerintah.
Mantan Wali Kota Surabaya dua periode itu dengan idenya mencegah kerusakan alam dengan membangun Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar. Suatu tempat ekologis terbesar di Indonesia yang juga gagasan dari PDI Perjuangan.
“Saya disini menyaksikan suatu perbuatan oleh perempuan, Bu Risma, dengan satu ide bisa menghasilkan tempat yang menghasilkan oksigen, dan ini lebih dari yang dibayangkan pemerintah,” ujar Rocky Gerung saat ditemui dalam agenda menamam mangrove bersama Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Tri Rismaharini di Surabaya, Sabtu (17/1/2026).
Rocky pun mengagumi bagaimana Risma dengan powernya sebagai wali kota kala itu, peka pada potensi bencana di kotanya. Surabaya dengan garis pantai yang rawan tsunami, hingga muara limbah langsung dihalau dengan penanaman mangrove.

Bagi Rocky, pemikiran Risma adalah kombinasi komplet dari politisi Banteng yang merakyat dan selalu bersama rakyat. Dan berkomimen dalam upaya penyelamatan bumi.
Value dan integritas PDI Perjuangan, perhatiannya pada budaya dan intuisi seorang ibu berpadu. Membentuk kebijakan-kebijakan yang nyata dampaknya.
“Potensi tsunami bisa dihalangi oleh mangrove, jadi itulah yang kita sebut sebagai kaki-kaki bumi dan Bu Risma menanam kaki-kaki bumi. Uniknya keinginan seorang perempuan menghidupkan janji bahwa Ibu Pertiwi tidak boleh dirusak,” ujarnya.
“Bu Risma sudah melampaui itu. Itu fungsi dari kebudayaan, merakyat dan tiba bersama rakyat,” imbuh dia.
Sementara itu, Tri Rismaharini yang juga Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan turut menceritakan perjuangnnya saat membangun kawasan wisata ekologis tersebut.
Dia mengatakan, ide itu berasal dari aspirasi Ecoton yang concern pada maraknya limbah B3 mencemari ekosistem laut dan sungai. Untuk itu, ia langsung bergerak.

Dengan jangka waktu 4 tahun akhirnya kebun raya mangrove terbentuk. Menjadi benteng Kota Surabya dari abrasi dan tsunami.
“Dimulai dari suatu saat ada anak muda Ecoton ketika itu demo ke balai kota tentang bagaimana kawasan pantai timur Surabaya tercemar. Saya kaget saat itu banyak limbah B3,” sebutnya.
Dia pun bersyukur, kini Kebun Raya Mangrove makin berkembang, dan tetap terjaga keasriannya.
“Karena itu saya coba mempelajari sekian tahun, saat itu kita coba ubah kembalikan kawasan ini jadi penyangga, kita tanami mangrove, sehingga bersih dari limbah B3,” jelasnya.
“Di Gunung Anyar dulu ada puting beliung tapi sekarang sudah relatif aman. Alhamdulillah dengan mangrove ini dengan daun-daun yang kecil bisa mematahkan angin-angin,” ucapnya. (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










