Kamis
16 Juli 2026 | 4 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Bupati Fauzi Bagikan Pupuk dan Bibit Gratis

PDIP-Jatim-Bupati-Fauzi-27112022

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), memberikan bantuan pupuk dan bibit pertanian gratis bagi petani. Hal tersebut sebagai upaya memantapkan dan meningkatkan ketahanan pangan di wilayah setempat.

“Kami memprogramkan bantuan pupuk dan bibit gratis sebagai bentuk kepedulian kepada para petani. Tentunya, dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Sumenep,” ujar Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, Sabtu (26/11/2022).

Bantuan pupuk dan bibit pertanian gratis itu, sumber dananya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep 2022. Penyalurannya direncanakan mulai akhir November ini kepada petani di sejumlah kecamatan.

Bupati Fauzi berharap, bantuan pupuk gratis tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Menurutnya, dengan adanya bantuan tersebut dapat mengurangi biaya produksi petani, sehingga mampu menambah penghasilannya di musim panen. 

“Yang jelas, pemerintah daerah memberikan bantuan pupuk dan bibit pertanian gratis ini, salah satunya untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, karena sebelumnya juga membantu pupuk gratis kepada petani,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, mengungkapkan, pihaknya membagikan pupuk dan bibit pertanian gratis kepada petani di lima kecamatan, baik daratan maupun kepulauan.

“Penyaluran pupuk dan bibit pertanian gratis tahap pertama, yakni kepada petani di Kecamatan Arjasa, Batang-batang, Pragaan, Lenteng dan Kecamatan Sapeken,” tuturnya. 

Bantuan pupuk dan bibit pertanian gratis yang dialokasikan di APBD 2022 jumlah totalnya sebanyak 47 ton kepada sejumlah kelompok tani sudah terdatabase di Simluhtan. Karena itu, para petani yang menerima bantuan pupuk gratis hendaknya memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

Pada sisi lain, Arif juga berharap, petani dapat mengantisipasi keterbatasan alokasi pupuk bersubsidi, dengan membuat pupuk organik cair dan non cair atau dengan penggunaan biosaka.

“Penggunaan pupuk organik harus digalakkan untuk keberlanjutan pertanian, khususnya ketahanan pangan. Pupuk oragnik dapat menjaga kesuburan tanah, termasuk manfaat lainnya, guna mempertahankan kualitas tanaman dan menurunkan biaya produksi,” tandasnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Minta Peningkatan PAD Tak Membebani Rakyat

DPRD Kabupaten Trenggalek meminta pemerintah daerah meningkatkan PAD secara kreatif tanpa membebani masyarakat, ...
EKSEKUTIF

Harga Telur dan Daging Ayam di Ngawi Merangkak Naik, Pemkab Gelar Pasar Murah

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah menjaga stabilitas harga ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Mulai Musran dan Musanran, Diana Sasa: Panaskan Mesin Partai, Perkuat Pengabdian Untuk Rakyat

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan resmi memulai pelaksanaan Musyawarah Ranting ...
KABAR CABANG

DPRD Jember Kaji Obligasi Daerah untuk Perkuat Fiskal di Tengah Berkurangnya Transfer Pusat

DPRD Jember mulai mengkaji penerapan obligasi daerah atau municipal bond sebagai alternatif pembiayaan pembangunan ...
KRONIK

Perkuat Sinergitas Antarlembaga, Komisi I DPRD Banyuwangi Kunker ke Lapas

BANYUWANGI – Komisi I DPRD Banyuwangi melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Banyuwangi ...
KRONIK

Gen Z dan Karang Taruna Motor Ekonomi Kreatif Kampung, Anas: Beri Kesempatan Seluas-luasnya

SURABAYA – Generasi muda dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Karang ...