oleh

Serunya Berburu Tiket Temu Kangen Jokowi di Hong Kong

BERHEMBUSNYA kabar akan kedatangan presiden Jokowi ke Hong Kong sontak membuat geger para Buruh Migran Indonesia (BMI), sigap mereka mencari tahu kebenarannya.

Sudah menjadi berita umum, pada pilpres  2014 lalu, pasangan Jokowi-JK menang telak di luar negeri, tak terkecuali di negara Jacky Chan, Hong Kong yang dikenal pula dengan sebutan negeri beton.  Menunjukkan betapa sebagian besar dari 150 ribu lebih BMI Hong Kong  pendukung Jokowi.

Terlebih paska menjabat Presiden, pelan namun pasti, beliau tampak memenuhi janji janji saat kampanye lalu, menunjukan kerja keras, keuletanya, membangun dan terus berinovasi demi kemakmuran rakyatnya tanpa terkecuali. Condong berpihak pada masyarakat pinggiran dan terpinggirkan, membuat kami yang memang kaum marjinal semakin mencintai beliau.

Sudah menjadi kebiasaan Jokowi, jika kunjungan ke suatu negara pasti akan ada acara temu kangen presiden dengan rakyatnya. Yang memang dari masyarakat  sendiri begitu antusias untuk bisa bertemu Pak Jokowi. Presiden yang sederhana, rendah hati, tulus, pekerja keras, anti korupsi, serta “kopPig” ini selalu ditunggu, disambut, penuh cinta dimanapun Jokowi berkunjung. Tak terkecuali HK.

Penulis yang saat itu berada di group WA diskusi, mendapatkan kabar jika Jokowi akan hadir lima minggu ke depan. Menengok laman resmi facebook Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong, belum ada pengumuman apapun. Hingga di minggu akhir bulan Maret Pak Tharyat mengumumkan, benar Pak Jokowi akan datang ke Hong Kong.

Tunggu kabar selanjutnya, begitu pesan beliau melalui video yang diunggah di FB resmi KJRI. Masih Minggu akhir bulan Maret, di group diskusi ada permintaan data nama, no paspor dan no HK ID dari pihak Bara JP untuk disetor ke pihak panitia (KJRI). Artinya kabar kedatangan Jokowi ke HK sudah fix.

Yang saya dengar agenda Jokowi beserta rombongan di HK salah satunya untuk menghadiri peresmian patung lilin Jokowi yang ada di museum Madame Tussauds. Sosok Joko Widodo dipilih sebagai tokoh yang dibuatkan patungnya setelah mendapat nilai yang cukup tinggi dari polling yang diadakan Museum Madame Tussauds.

Selain Joko Widodo, ada pula sosok lain yang dipilih pengunjung untuk dibuatkan patung lilinnya seperti Hillary Clinton dan Donald Trump. Tim museum melakukan riset setelah nama Jokowi muncul teratas. Dalam riset itu, tim museum menyimpulkan bahwa sosok Jokowi memang layak untuk dibuatkan patung lilin karena dianggap ikonik atau unik. (kompas 08/03/2017)

Galibnya pengamanan terhadap seorang kepala negara pasti sangat ketat. Maka seleksi awal untuk mendapatkan tiket temu kangen Jokowi, melalui jalur organisasi, dimana sudah ada struktur nama yang bisa dipercaya.

Tanpa diketahui umum, data yang sudah terkumpul dari seluruh organisasi dikirim lewat email. Karena saya sudah masuk melalui group diskusi. Maka saya daftarkan dua teman dekat saya lewat organisasi lain yang mana ada sebut saja namanya Mb Mince, sebagai pengurus disana, serta selalu aktif di setiap event yang diadakan oleh KJRI. Beliau seorang sukarelawan yang lembut dan sabar.

Awal bulan April melalui laman FB KJRI, Pak Tharyat kembali mengumumkan, pada seluruh BMI yang mau ikut acara temu kangen Jokowi agar mendaftar melalui SMS pada no yang sudah disediakan disertai mekanisme pendaftaranya. Nama asli sesuai paspor, no paspor dan no ID HK.

Untuk memastikan saya sudah masuk di list organisasi yang ada dalam diskusi, saya kembali ngecek apakah nama saya sudah ada di sana, ternyata…. “uuugghhh namaku tidak tertera, disitu saya merasa sedih,, hiks.”

Kemudian dengan wajah tegak tanpa putus asa. #jiaahh Aku persiapkan untuk ikuti pendaftaran tiket melalui SMS yang dibuka  tgl 16 April 2017, pukul 12-16 sore. Hanya untuk hari itu. Bayangin dari ratusan ribu pendaftar hanya diambil 6.000 an yang berhak mendapatkan tiket.

Deg degan? Sudah pasti. Kebayang jika sampai tidak berhasil mendapatkan tiket? Aku yang menjuluki diri (tepatnya sih plagiat K’ners Mas Wahyu, hihi) Jokowi Loverwati yang lebih cinta Indonesia tidak berkesempatan ikut dalam momen temu kangen Jokowi, yang kebetulan berada di Hong Kong?

Waduuhh, bakal nangis terguling-guling menggero-nggero lah saya hiks. (lebayyoben,week) wkkwkw.

Maka setelah konsep SMS saya persiapkan di no telepon yang sudah dianjurkan, pada saat tet jam 12 siang, saya tinggal klik forward. Setiap satu detik saya forward sampai ada balasan mesin disana.

“Terima kasih no. urut daftar anda 2659. Pengambilan tiket tgl 23 April di Confucius Hall Secondary School jam 10-18. Cek pendaftaran www.presidenjokowikehk.hk

“yessss…akhirnya, bersyukur banget, walau dapet no empat digit, no problemo!”

Minggu 23 pagi jam 8 aku sudah keluar rumah, tapi karena ada hal yang harus dikerjakan terlebih dulu, termasuk urusan ngisi perut. Akhirnya perjalanan dimulai pukul 10. Maksud hati sih ingin pagian agar bisa dapat antri depanan, apadaya perut kelaparan, hihi. Setelah Saya menumpang Mass Transit Railway (MTR) dari Saiwanho ke Cousway Bay sekitar 15 menit keluar pintu F, dilanjutkan jalan kaki sekitar 15 menit, sampailah kami (rombongan ketemu di jalan) di tempat yang dituju.

Bujubuneng… itu antriaaan panjang nian, saya jalan terus kebelakang sesuai petunjuk panitia, alamaak….harus naik bukit men, serius.. ini penampakannya.

Ya iyalah lima rebuan orang tumplek blek di satu tempat, pinggir jalan sebelum masuk ke aula sekolah. Seperti halnya Saya , tak ditemui wajah lelah, mereka semua antri dengan wajah penuh suka ria, walau harus nanjak bukit, namun demi bertemu Pakdhe apapun rela dilakukan begitu jawab mereka dengan senyum sumringah.

Semua antri dengan tertib, sampai pada giliran saya dimana panitia diluar mengumumkan “untuk no 2000-5000 masuk dulu!” yeaaaah… girang banget diri ini. Tata cara pengambilan tiket juga diwajibkan membawa Paspor asli serta HK ID cart asli. Bagi yang tidak memenuhi syarat, maaf saja, bagitu kata Pak Imik konsul bea cukai yang menerima aduan di tempat.

Ada satu kawan yang tinggal di daerah Taipo yang jauh dari area Cousway Bay, memerlukan biaya $hk 50 untuk bolak balik, setelah mengetahui syarat mutlak pengambilan tiket harus dengan paspor asli, maka dia meninggalkan antrian untuk pulang kerumah mengambil paspor dan balik lagi, hanya demi tiket temu kangen Jokowi . Oh ya bagi yang sudah terdaftar melalui organisasi, mereka mengambil tiket di KJRI pada pukul 1 siang sampai selesai.

Nah ada kejadian ngenes bin lucu disana. Mbak Mince teman saya yang sudah berjuang mendaftarkan teman masuk organisasi yang beliau aktif didalamnya, ternyata pada saat yang sama tiket atas nama Mbak Mince tidak ada! Mince yang sudah sangat akrab dengan semua penghuni KJRI memelas minta tolong pada semua pihak, namun apa daya, karena semua harus mengikuti prosedur, tak satupun bisa menolong. Segala usaha, berbagai upaya sudah dilakukan, hasilnya nihil. Pihak panitia angkat tangan.

Dari jam 2 siang sampai jam 9 malam berada di KJRI tak ada kabar baik yang didapat. Tak kuasa menahan kecewa, pukul 21.00 dalam perjalanan pulang menangislah Mince dalam pelukan sahabatnya. Saya yang satu grup WA denganya dalam group team pantau ***** HK, turut bersedih ketika Mince berbagi kabar, Saya cuma bisa menghibur, agar sabar menerima kenyataan. Obrolan di WA sudah sepi kecuali grup tetangga yang sibuk rebutan bola.

Ketika pukul 11 malam wa masuk dari Mince, dapat kabar dari panitia kalau tiket Mbak Mince sudah ada. Ealaah ternyata dikerjain sama orang orang KJRI, jiaann ada ada aja. Sungguh kisah seru dalam berburu tiket temu kangen Jokowi yang sangat berkesan.

Tunggu kisah seru dan hebohnya acara temu kangen Pak Jokowi minggu depan dengan dress code merah putih serta hiburan dari Slank yaaa.

Salam hangat Kompasiana!

Biken 25/04/2017 Saiwanho -HK

Jokowi Loverwati yang lebih Cinta Indonesia, Merdeka!

 

Sumber: kompasiana