Rabu
09 September 2026 | 4 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Atasi Kemacetan, DPRD Banyuwangi Dorong ASDP Tambah dan Upgrade Kapasitas Dermaga Pelabuhan Ketapang

PDIP-Jatim-Komisi-IV-DPRD-Banyuwangi-26062026

BANYUWANGI – Komisi IV DPRD Banyuwangi mendorong ASDP Indonesia Ferry untuk membangun dermaga baru dan mengupgrade dermaga movable bridge (MB) yang ada dengan kapasitas lebih besar untuk memperkuat layanan dan memperlancar arus penyeberangan kapal fery di lintasan Jawa-Bali.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo, usai menggelar rapat koordinasi bersama dengan seluruh stakeholder penyeberangan di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, pada Kamis (25/6/2026).

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, kemacetan yang sering terjadi di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk menjadi bukti mendesaknya peningkatan kapasitas infrastruktur pelabuhan dan dermaga, bukan karena minimnya jumlah armada kapal.

“DPRD Banyuwangi berharap ada upaya dan langkah cepat seluruh stakeholder penyeberangan khususnya ASDP untuk mengatasi persoalan kemacetan di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang,” ujar Patemo.

Hasil koordinasi dan diskusi bersama, lanjut Patemo, untuk mengurai kemacetan di Pelabuhan Ketapang, jangka pendeknya, ASDP segera melakukan koordinasi dengan regulator terkait dan pemerintah daerah, seperti pihak kepolisian untuk menahan sementara pergerakan kendaraan di luar wilayah pelabuhan saat terjadi lonjakan volume atau cuaca buruk.

Ia meminta ASDP untuk mengambil langkah-langkah taktis, seperti penerapan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas dengan mengalihkan kendaraan dari jalan raya utama menuju jalur alternatif guna mencegah kepadatan parah di depan pelabuhan, mengelola area penyangga di Terminal Sritanjung dan kawasan Bulusan untuk menampung truk logistik, sehingga antrean tidak meluber ke jalan nasional.

“Langkah-langkah tersebut harus terus dievaluasi melalui rapat koordinasi bersama pemangku kepentingan agar kelancaran distribusi logistik dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga,” jelas Patemo.

Untuk program jangka panjangnya, ASDP Indonesia Ferry diminta segera mengajukan pembangunan dermaga baru dan peningkatan dermaga MB yang ada dengan kapasitas besar sehingga mampu melayani kendaraan berbobot 50 ton termasuk truk sumbu tiga.

“Biang terjadinya kemacetan di Pelabuhan Ketapang ini adalah dermaga. Bagaimana dermaga ini bisa segera diupgrade dengan kapasitas yang lebih besar sehingga bisa melayani penyeberangan kendaraan tonase di atas 50 ton,dan kendaraan logistik tidak harus antri di Buffer Zone,” tutur Patemo.

Selain persoalan dermaga di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, Komisi IV juga mendesak agar operasional kapal Long Distance ferry (LDF) di Pelabuhan Tanjung Wangi dimaksimalkan Kembali.

Jumlah kapal yang melayani penyeberangan menuju Lombok melalui Pelabuhan Tanjung Wangi berkurang dari empat kapal menjadi dua kapal.

“Berkurangnya kapal yang beroperasi melalui Pelabuhan Tanjung Wangi menjadikan distribusi kendaraan logistik terganggu dan memaksa sebagian kendaraan logistik beralih jalur melalui Pelabuhan Ketapang menuju Bali,” terangnya.

Sementara General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko Kurniansyah, menyampaikan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti saran dan masukan Komisi IV DPRD Banyuwangi untuk meningkatkan kapasitas dermaga di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang.

“Tadi Komisi IV DPRD Banyuwangi pada prinsipnya mendorong dan mendukung percepatan penambahan dermaga, peningkatan kapasitas dermaga MB dan adanya akses jembatan yang menghubungkan area bulusan ke Pelabuhan,” ujarnya.

Dengan penambahan dan peningkatan, dermaga nantinya mampu melayani kendaraan logistik bertonase besar secara lebih optimal, sekaligus mempercepat arus distribusi barang antara Pulau Jawa dan Bali.

Selain itu, ASDP juga berencana menambah jumlah dermaga di Pelabuhan Gilimanuk sebagai penyeimbang kapasitas di Pelabuhan Ketapang. Namun rencana tersebut masih terkendala keterbatasan lahan di Gilimanuk.

Arief optimis, kemacetan di Pelabuhan Ketapang berangsur menyurut, antrean kendaraan sempat mengular hingga Desa Bangsring pada pagi hari, namun kini telah berkurang hingga terminal Sritanjung. Kepadatan dipicu oleh lonjakan volume kendaraan masa libur sekolah dan tingginya mobilitas logistik.

“Semoga sore ini bisa segera menyurut kembali antreannya,” tandasnya. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Serahkan Insentif Guru Rohani Lintas Agama, Bupati Ipuk: Bagian dari Penguatan Pendidikan Karakter

BANYUWANGI – Ratusan guru rohani lintas agama menerima insentif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi di ...
LEGISLATIF

Puan Desak Pelaku Pembakaran Lahan untuk Sawit Segera Ditindak

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pelaku pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kemudian ...
LEGISLATIF

Jalan Gador-Pakis Rusak dan Lama Dikeluhkan, Doding Turun Langsung Cek Kondisi

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi turun langsung meninjau kondisi jalan rusak yang ...
LEGISLATIF

Puan Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah membangun satu kepemimpinan dalam penanganan bencana yang ...
LEGISLATIF

Buleks: Air Keruh Jangan Dibebankan ke Konsumen, Sumber Masalah Harus Dibuka Transparan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Budi Leksono atau Buleks meminta Perumda Air Minum Surya Sembada ...
LEGISLATIF

Tolak Utang Rp786 Miliar, Fraksi PDI-P Jember Tinggalkan Paripurna KUA-PPAS 2027

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember memilih tidak masuk ruang paripurna saat penandatanganan nota ...