Sabtu
17 Oktober 2026 | 7 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Momen Hangat Megawati dan Tiga Penari Remo Cilik di Surabaya: Jangan Menyerah Menari

IMG-20260823-WA0023

SURABAYA — Suasana rapat konsolidasi PDI Perjuangan Jawa Timur di Surabaya, Minggu (24/8/2026) seketika mencair saat tiga penari Remo cilik melangkah mendekat ke arah Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

Tiga penari belia tersebut—Andra (7), Nafisa (9), dan Feli (7)—menghampiri Megawati untuk memberikan buket bunga usai tampil di atas panggung.

​Di tengah barisan kursi pimpinan, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan tersebut menyambut kehadiran para seniman cilik dari Sanggar Tari Putra Bimbar itu dengan raut wajah sumringah.

Perbincangan hangat pun mengalir layaknya seorang ibu dengan cucu-cucunya. Megawati menanyakan usia, kelas sekolah, hingga durasi mereka telah menekuni seni tari tradisional tersebut.

​Di sela-sela obrolan singkat itu, Megawati menitipkan pesan motivasi agar generasi muda tidak berhenti merawat kebudayaan bangsa.

​”Ada pesan sedikit, katanya jangan menyerah untuk menari, harus tetap maju,” ujar Andra menceritakan kembali motivasi yang disampaikan Megawati.

​Meski tampil energik dan percaya diri saat membawakan Tari Remo, para penari cilik ini mengaku tetap merasa tegang saat harus berhadapan langsung dengan sosok berpengaruh di Indonesia.

​”Kayak gemeter gitu, soalnya baru pertama kali ketemu,” ungkap Andra.

​Hal senada diungkapkan Feli. Menggunakan istilah khas Jawa, ia melukiskan rasa gugupnya saat bersalaman langsung dengan Megawati. “(Rasa) Ndredeg,” tutur Feli polos.

​Kendati demikian, mereka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan serta perhatian yang diberikan.

“Terima kasih soalnya sekarang sudah memimpin kita, sudah men-support kita,” kata mereka.

​Pertunjukan para penari cilik ini merupakan bagian dari pementasan Tari Remo Gagrakar yang melibatkan 41 peserta dengan rentang usia mulai dari kelas 1 SD hingga SMA.

Pementasan seni ini menjadi pembuka agenda konsolidasi partai yang dihadiri jajaran petinggi PDI Perjuangan, termasuk Prananda Prabowo, pengurus DPD, kepala daerah, hingga anggota legislatif.

​Pelatih Sanggar Tari Putra Bimbar sekaligus pencipta tarian tersebut, Sariono (61), menjelaskan bahwa karya kolaborasi ini disusun sebagai simbol perjuangan masyarakat Surabaya yang dikemas secara menarik.

​”Makna dari tarian ini itu tari perjuangan. Jadi pada zaman dahulu kala masyarakat Surabaya berjuang untuk mengunci para penjajah,” terang Sariono.

Bagi sanggar yang dipimpinnya, apresiasi langsung dari Megawati menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus penyemangat untuk terus melestarikan seni tradisi.(nia/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kanang Minta Kader PDIP yang Ingin Jadi Wabup Ponorogo Perkuat Konsolidasi Lintas Partai

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono atau Kanang, meminta kader PDI Perjuangan yang ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan Kawal Raperda Tata Niaga dan Perlindungan Petani Tembakau

LAMONGAN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lamongan berkomitmen mengawal pembentukan Rancangan Peraturan ...
LEGISLATIF

1.870 Kasus Narkoba Terungkap di Jatim, Andy Firasadi Dorong Pencegahan Berbasis Lingkungan

SURABAYA – Pemberantasan narkoba di Jawa Timur perlu diperkuat hingga ke lingkungan permukiman. Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Hasto Kristiyanto Dorong Gerakan Merawat Pertiwi Perkuat Ekonomi Pesisir

MALANG – Gerakan pelestarian lingkungan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sekretaris Jenderal DPP PDI ...
KRONIK

Reses di Ponorogo, Kanang Siap Perjuangkan Aspirasi Pendidikan hingga Penyediaan Air Bersih

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono (Kanang), berkomitmen memperjuangkan berbagai aspirasi ...
HEADLINE

Hasto: Konservasi Mangrove dan Ekowisata CMC Tiga Warna Layak Dicontoh Daerah Lain

MALANG – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah konkret pemberdayaan masyarakat ...