Sabtu
27 Juni 2026 | 6 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Selamat Jalan, Kiai Monib

pdip-jatim-220207-untari-reses-1

Oleh: Sri Untari Bisowarno*

Sesuatu yang kelak retak

Dan kita membikinnya abadi

(Goenawan Mohamad, Kwatrin Tentang Sebuah Poci, 1973).

MUNGKIN kita memang seperti poci. Yang bagus, tapi bisa saja retak. Dan tinggal kitalah yang akan membikinnnya abadi. Akan membikinnya membekas.

Mungkin itulah kesan umum kita pada setiap keluarga, teman, maupun saudara jauh kita. Tak ada yang sempurna, tinggal kita yang akan membuatnya abadi dalam kenangan.

Kiai Monib, begitulah kami memanggil beliau, lelaki kelahiran 27 Juni 1968, di Kranggan Timur, Galis, Kabupatem Bangkalan.

Sebagai teman seperjuangan, beliau menunjukkan satu karakter Madura yang khas dalam ingatan saya. Beliau menampilkan sisi moderat orang pesantren dengan tegas.

Agama bukan persoalan klaim atas kebenaran untuk berbicara dan menghakimi orang lain atas nama Tuhan. Akan tetapi, agama -merujuk pada diutusnya Nabi Muhammad SAW- diturunkan untuk menjadi rahmat bagi alam.

Dengan agama, setiap orang dituntut untuk menampillankan raut yang ceria, kata-kata yang sopan, dan perangai yang santun.

Dengan cara beragama yang rahmatan lil’alamin itulah, Kiai Monib tampil luwes dan fleksibel bergaul dengan siapa saja. Dia tidak terlihat canggung untuk berinteraksi dengan orang yang berbeda agama, suku, ras dan lainnya.

Seperti halnya pada gusdurian pada umumnya -sebutan untuk mereka yang mencintai dan mengamalkan pandangan-pandangan keagamaan Gus Dur- Kiai Monib menerima kemajemukan, kepluralan sebagai satu keniscayaan dari Allah SWT.

Karena perbedaan itu, satu sama lain, kita saling berkenalan. Karena plurallah, kita akhirnya kaya akan kebudayaan, kaya akan bahasa, dan kaya akan nilai-nilai persaudaraan dan kemanusiaan.

Pada saat masa kampanye Pilpres, sesama kader partai, saya melihat Kiai Monib tampil sebagai juru kampanye yang elegan.

Dia tidak hanya mendukung dan mengonsolidasikan kemenangan Pak Jokowi-Kiai Maruf Amin. Akan tetapi, Kiai Monib juga mampu menjelaskan nawacita Pak Jokowi- Kiai Maruf Amin dalam membangun Indonesia yang lebih maju. Indonesia berbhineka tunggal ika.

Maka, saat mendengar kabar bahwa penulis buku Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan itu berpulang ke rahmatullah pada pukul 20.45, Ahad, 10 Nopember 2019 di RS Dharmais, Jakarta, saya seperti mendengar gemuruh menusuk kalbu. Gelap malam seperti memanjang.

Tak menunggu berapa lama, saya pun mendapatkan tugas untuk mengawal jenazah Pimpinan Pondok Pesantren Fatihatul Qur’an ke Galis. Mungkin itulah satu-satunya jalan bagi saya untuk mengantar sahabat terbaik saya ke pangkuan-Nya.

Esoknya, sepanjang perjalanan saya hanya mengingat derai tawanya. Saya mengingat sikap dan kegigihannya dalam memperjuangkan nilai-nilai plural dalam beragama dan berbangsa.

Di tengah lautan kalimah tauhid para pengiring jenazah, saya benar-benar kehilangan seorang sahabat dalam perjuangan. Seorang pejuang pluralisme.

Selamat jalan, Kiai Monib.

*Sri Untari Bisoawarno, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Banggar DPRD Jember Ingatkan Pemkab Tak Lagi Geser Anggaran APBD Sepihak

Banggar DPRD Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten Jember agar tidak lagi menggeser anggaran APBD yang telah ...
KABAR CABANG

Eko Wahyono Tawarkan Tiga Strategi Membumikan Marhaenisme di Kalangan Gen-Z

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPC PDI Perjuangan Surabaya Eko Wahyono menawarkan tiga pendekatan untuk ...
LEGISLATIF

Temui Massa Aksi, Ketua DPRD Blitar Pastikan 11 Tuntutan Mahasiswa Dikawal

Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi turun langsung menemui massa aksi Cipayung Plus Blitar Raya dan memastikan 11 ...
LEGISLATIF

Fuad Benardi Minta Pemerintah Kaji Penghentian Impor BBM, DPRD Jatim Bakal Panggil Pertamina

Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur Fuad Benardi meminta pemerintah mengkaji secara matang rencana penghentian impor ...
SEMENTARA ITU...

Sarasehan Ngaji Pusaka Panji Patrem di Trenggalek Ajak Generasi Muda Lestarikan Keris

Sarasehan budaya Ngaji Pusaka Panji Patrem digelar di Trenggalek untuk mengenalkan keris kepada generasi muda. ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jember Minta Raperda Kawasan Tanpa Rokok Dikaji Komprehensif

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember meminta pembahasan Raperda Kawasan Tanpa Rokok dilakukan secara komprehensif. ...