Jumat
09 Oktober 2026 | 12 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Proses Pendaftaran Mulai Dibuka, Sekolah Unggulan yang Digagas Mas Dhito

pdip-jatim-230529-sekolah-unggulan-1

KEDIRI – Proses pendaftaran sekolah unggulan yang digagas Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mulai dibuka. Motivasi anak dan wali murid menjadi faktor penentu penerimaan siswa didik baru.

Gagasan bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu muncul saat mengunjungi SMA Bali Mandara, 6 April 2023 lalu. Dari kunjungannya tersebut, pihaknya melihat langsung bagaimana ratusan siswa yang dulunya berpotensi putus sekolah bisa bersekolah secara gratis.

“Karena banyak yang masih tidak punya mimpi untuk sekolah. Bagi calon siswa, mereka jadi punya harapan untuk bertumbuh, naik kelas,” kata Mas Dhito di Kediri, kemarin.

Selain melalui penerimaan pendaftaran langsung, Mas Dhito juga menginstruksikan kepada camat untuk mengusulkan warganya yang masuk dalam kategori miskin dan miskin ekstrem untuk bisa mengikuti sekolah tersebut.

“Camat saya minta untuk mengusulkan kelompok masyarakat miskin yang tidak punya mimpi untuk bersekolah,” kata bupati kader PDI Perjuangan yang gemar naik vespa itu. (Baca juga: Dengar Cerita Siswa Ini, Mas Dhito Terinspirasi Bangun Boarding School di Kabupaten Kediri)

Dari usulan tersebut, setiap kecamatan akan mengirimkan sekitar 10 nama calon siswa yang salah satu syaratnya adalah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Usai nama-nama tersebut diusulkan beserta pendaftar lain, keseluruhan calon siswa itu diwajibkan mengumpulkan dokumen persyaratan maksimal 31 Mei 2023. Lalu, seleksi tahap pertama atau seleksi dokumen akan diselenggarakan pada 5 hingga 9 Juni 2023.

Tahapan selanjutnya, tim penyeleksi akan meninjau langsung rumah calon siswa. Jika lolos dalam tahapan visitasi tersebut, siswa akan diuji coba melalui tahapan bootcamp untuk melihat ketahanan siswa dalam tinggal di asrama.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, M Muhsin mengatakan sekolah ini diperuntukkan bagi calon siswa yang berasa dari keluarga dengan kondisi ekonomi kurang mampu.

Menurutnya alasan calon siswa dan orang tuanya untuk mengikuti sekolah berasrama itu akan menjadi nilai tambah agar bisa diterima di sekolah tersebut.

“Motivasi untuk berubah, maju, dan keluar dari zona kemiskinan sehingga mereka punya semangat belajar yang tinggi,” kata Muhsin.

Hal tersebut sesuai instruksi Bupati Kediri. Dimana pihaknya menginginkan anak-anak putus sekolah karena keterbatasan ekonomi bisa kembali melanjutkan pendidikannya. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Puan Maharani: Parlemen Punya Empat Tanggung Jawab Wujudkan Pemerintahan yang Adil

TANZANIA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan parlemen memikul empat tanggung jawab utama untuk mewujudkan tata ...
LEGISLATIF

Basarah Dorong Penanganan Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan dari Hulu hingga Hilir

JAKARTA – Anggota Komisi XIII DPR RI Ahmad Basarah meminta penanganan kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan ...
KABAR CABANG

DPC Banyuwangi Tuntaskan Musran dan Musanran, 217 Ranting serta 840 Anak Ranting Terbentuk

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi telah menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah ...
LEGISLATIF

Puan di Forum IPU: Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Haruslah Adil

Puan Maharani menegaskan di Sidang Umum IPU ke-153 bahwa tata kelola pemerintahan yang baik haruslah adil, ...
LEGISLATIF

Desak PSU Perumahan Vaganza Segera Diserahkan ke Pemkab Malang, DPRD Siap Kawal

MALANG – Komisi III DPRD Kabupaten Malang mendesak Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan Vaganza segera ...
SEMENTARA ITU...

Prof Kyungyon Moon Apresiasi Inovasi Bupati Trenggalek, Siapkan Program Pemberdayaan Pemuda

TRENGGALEK – Inovasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapat apresiasi dari Prof. Kyungyon Moon dari Jeonbuk ...