Senin
14 September 2026 | 12 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Perhatikan Aspirasi Masyarakat, Patemo PDIP Minta DLH Kaji Ulang Lokasi TPS3R Sobo

PDIP-Jatim-Komisi-IV-Banyuwangi-03022026

BANYUWANGI – Rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah, Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kelurahan Sobo, Banyuwangi mendapat perhatian serius dari Komisi IV DPRD Banyuwangi. Hal itu menyusul adanya penolakan dari masyarakat setempat terhadap pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo, menilai penolakan warga harus menjadi perhatian pemerintah daerah, meskipun di sisi lain kota ini sedang berada dalam kondisi darurat tempat pembuangan sampah.

Selama ini, volume sampah yang dihasilkan masyarakat kian meningkat, sementara kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sudah sangat terbatas. Karena itu, pembangunan TPS3R dianggap menjadi salah satu solusi untuk memaksimalkan penanganan sampah.

“Kami sebagai wakil rakyat sudah mendapatkan aduan terkait penolakan dari masyarakat atas rencana pembangunan TPS3R di Kelurahan Sobo. Ini tentu harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar menyelesaikan terlebih dulu situasi dan kondisi di lapangan,” ujar Patemo usai rapat koordinasi bersama SKPD terkait, Selasa (3/2/2026).

“Warga perlu mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai fungsi dan manfaat TPS3R agar tidak ada lagi kesalahpahaman,” imbuh anggota Fraksi PDI Perjuangan itu.

Menurutnya, DLH harus melakukan kajian atau peninjauan kembali lokasi rencana pembangunan TPS3R di Kelurahan Sobo dengan memperhatikan dampak yang ditimbulkan seperti kebersihan lingkungan, polusi udara, akses jalan hingga dampak kesehatan bagi masyarakat.

“Dalam melakukan kajian, DLH harus melibatkan seluruh penyelenggara pemerintah daerah bersama masyarakat sehingga rencana pembangunan TPS3R tidak menimbulkan persoalan di tingkat masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Komisi IV berharap adanya opsi lokasi alternatif untuk menghindari polemik dengan masyarakat, namun tetap mendukung pembangunan TPS3R yang lokasinya dianggap strategis dan sesuai perijinan.

“Komisi IV menginginkan adanya opsi lokasi alternatif agar supaya tidak menimbulkan kegaduhan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala DLH Banyuwangi, Dwi Handayani, mengatakan bahwa kekhawatiran sebagian warga muncul karena masih adanya salah persepsi mengenai fungsi TPS3R. Padahal, TPS3R merupakan fasilitas pengolahan sampah skala kawasan yang memprioritaskan pemilahan dan pengolahan sejak awal, bukan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Perlu kami luruskan, TPS3R berbeda dengan TPA. TPS3R bukan tempat penumpukan sampah, melainkan tempat pengolahan yang terkontrol,” jelas Yani, sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan TPS3R justru dirancang agar bisa berada dekat dengan sumber timbulan sampah, termasuk kawasan permukiman. Seluruh proses pengolahan dilakukan di dalam bangunan tertutup dengan standar operasional prosedur yang ketat.

Menurutnya, pengalaman pembangunan TPS3R di sejumlah wilayah Banyuwangi membuktikan fasilitas tersebut tidak menimbulkan gangguan lingkungan. Pemkab Banyuwangi sebelumnya telah membangun TPS3R Balak di Kecamatan Songgon dan TPS3R Desa Tembokrejo di Kecamatan Muncar.

“TPS3R Tembokrejo bahkan meraih Plakat Adipura sebagai TPS3R Terbaik Nasional dari KLHK. Artinya, konsep ini sudah teruji dan aman bagi lingkungan sekitar,” katanya.

Terkait TPS3R Sobo, tambah Yani, akan berdiri di atas lahan seluas sekitar 1,8 hektare. Namun area yang digunakan untuk pengolahan hanya sekitar 9.200 meter persegi, dengan luas bangunan sekitar 0,4 hektare. Sisanya akan difungsikan sebagai ruang terbuka hijau dan buffer zone.

“Sampah yang masuk langsung dipilah. Sampah bernilai ekonomi dijual, sampah organik diolah menjadi kompos dan maggot. Residu yang tidak bisa diolah baru dibawa ke TPA,” tuturnya.

DLH Banyuwangi berharap masyarakat tidak lagi khawatir dan dapat melihat TPS3R sebagai solusi pengelolaan sampah berkelanjutan, bukan ancaman lingkungan.

“TPS3R hadir untuk mengurangi beban TPA, menjaga lingkungan tetap bersih, sekaligus memberi manfaat ekonomi. Kami terbuka untuk dialog agar tidak ada lagi kesalahpahaman,” terangnya. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

SRC 2026 Jadi Kawah Candradimuka, Surabaya Bidik 250 Emas di Porprov 2027

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadikan Surabaya Rising Champion (SRC) 2026 sebagai salah satu ...
HEADLINE

Soekarno Run Banyuwangi Libatkan Disabilitas Netra Layani Sport Massage Pelari

Soekarno Run Banyuwangi melibatkan penyandang disabilitas netra dalam layanan sport massage bagi peserta sebagai ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Gelar Pelatihan Pelatihan Kader Perempuan Akar Rumput

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar pelatihan kader perempuan ...
KABAR CABANG

Perkuat Akar Rumput, DPC PDIP Kota Batu Road Show Serahkan SK ke Ranting

MALANG — Memperkuat konsolidasi hingga tingkat akar rumput, DPC PDI Perjuangan Kota Batu memilih turun langsung ...
KRONIK

Bupati Fauzi di Tatorbangan Ritual Culture 2026: Generasi Muda Harus Ambil Peran Jaga Warisan Leluhur

SUMENEP – Pemerintah Desa (Pemdes) Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, menggelar Tatorbangan Ritual ...
KRONIK

Atasi Kekeringan di Bojonegoro, Legislator Amin Thohari Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Terdampak

​BOJONEGORO – Musim kemarau panjang yang memicu kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ...