Minggu
06 September 2026 | 7 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Surabaya Bantu Tangan Palsu kepada Nur Ahmad, Santri Korban Musibah Ponpes Al-Khoziny

pdip-jatim-251011-ec-ponpes

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan memberikan bantuan tangan palsu kepada Nur Ahmad, salah satu santri asal Surabaya yang menjadi korban musibah runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Nur Ahmad menjadi satu-satunya korban selamat asal Surabaya yang mengalami amputasi.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bantuan tersebut adalah komitmen Pemkot untuk membantu seluruh warganya yang menjadi korban dalam musibah tersebut.

“Jadi nanti insya Allah semua korban yang dari Kota Surabaya akan kita lihat kondisinya, apa yang bisa kita bantu. Kalau nanti ada yang tangan palsu, kaki palsu, akan kita bantu semuanya,” kata Eri Cahyadi, Kamis (16/10/2025).

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri ini, menjelaskan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah mendata seluruh korban dari Surabaya. Hal ini dilakukan agar intervensi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan para korban.

“BPBD sudah merekap berapa korban jiwa, berapa korban yang selamat tapi dalam kondisi dan perlu bantuan, maka kita datang. Ini kita lakukan karena memang mereka adalah warga Kota Surabaya,” ujarnya.

Sebelumnya, Eri juga memastikan bahwa Pemkot Surabaya akan memberikan pendampingan mental dan kejiwaan kepada para korban, mengingat trauma yang dialami cukup berat bagi korban maupun keluarga.

“Kami akan memprioritaskan pendampingan psikologis bagi korban dan keluarga. Langkah ini sangat penting supaya mereka bisa kembali melanjutkan kehidupan dan beraktivitas seperti biasanya. Setelah itu, kami akan lakukan pendampingan jangka panjang,” terangnya.

Dia menambahkan, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk melakukan pendampingan dan merencanakan masa depan korban secara matang bersama keluarga.

Seperti diketahui, total jumlah korban selamat asal Surabaya tercatat sebanyak 30 orang. Sebagian besar korban mengalami luka ringan seperti lecet dan ccdera otak ringan, namun satu orang, yakni Nur Ahmad, harus menjalani tindakan amputasi. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Komitmen Perkuat Konsolidasi, Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Rejotangan Siap Menangkan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Rejotangan terbentuk dengan ...
BERITA TERKINI

Yuzar Rasyid Dorong Warga Segera Urus Perubahan Desil Agar Bansos Tepat Sasaran

KEDIRI — Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mengalami kenaikan desil secara tiba-tiba untuk ...
BERITA TERKINI

Arjuna Minta Verifikasi Data Kemiskinan Dilakukan Jemput Bola

SURABAYA — Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya Arjuna Rizki Dwi Krisnayana meminta proses verifikasi dan koreksi data ...
KRONIK

Kekeringan Tahunan di Tuban, Fraksi PDI Perjuangan Dorong Pembangunan Embung dan Pipanisasi

​TUBAN — Kekeringan berdampak krisis air bersih terjadi saban tahun di sebagian wilayah Kabupaten Tuban. Diperlukan ...
BERITA TERKINI

Novita: Budaya Harus Jadi Kekuatan Ekonomi, Infrastruktur Wajib Jadi Prioritas

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong agar kebudayaan tidak berhenti sebagai atraksi yang ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Trenggalek Gelontor Ribuan Liter Air Bersih, Sehari Lima Desa Jadi Sasaran

TRENGGALEK – PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menggelontorkan ribuan liter air bersih ke desa-desa yang ...